Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » 4 Prodi di UKI Toraja akan Kedatangan Mahasiswa asal Australia

4 Prodi di UKI Toraja akan Kedatangan Mahasiswa asal Australia

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
  • comment 0 komentar

Kate Hislop, Dekan Fakultas Desain UWA, Paul Trinidad, dosen dari UWA, Roni La’biran selaku Kepala Kerjasama dan Urusan Internasional UKI Toraja dan Judith Ratu Tandi Arrang Kepala Pusat Bahasa UKI Toraja. (foto: dok. istimewa).


KAREBA-TORAJA.COM, BALI — Sukses menyelenggarakan program Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) pada tahun 2024 lalu, kini program tersebut akan kembali dilaksanakan Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) pada tahun 2025 ini.

UKI Toraja kembali menandatangani Implementation Arrangement (IA) dengan The University of Wester Australia (UWA) yang digelar di Bali, Rabu 29 Januari 2025.

Perjanjian kerjasama  ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Desain UWA, Kate Hislop didampingi Paul Trinidad, dosen dari UWA sementara dari UKI Toraja diwakili oleh Roni La’biran selaku Kepala Kerjasama dan Urusan Internasional UKI Toraja dan Judith Ratu Tandi Arrang Kepala Pusat Bahasa UKI Toraja.

Perjanjian kerjasama kedua pihak berkaitan dengan kedatangan mahasiswa asing dari The University of Western Australia (UWA) pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, program studi Pendidikan Bahasa Inggris, program studi Pariwisata dan program studi Perkebunan Kopi.

Mahasiswa The University of Western Australia (UWA) tersebut akan datang untuk belajar di UKI Toraja pada bulan Juni 2025 mendatang.

Selain penandatanganan kerjasama, kedua delegasi dari UKI Toraja dan UWA juga membahas kegiatan yang akan dilaksanakan mahasiswa selama di UKI Toraja yang melibatkan empat program studi tersebut.

Kegiatan yang dimaksud antara lain adalah pembelajaran bahasa Indonesia, pariwisata, perkebunan kopi, dan pembelajaran budaya Toraja.

Mahasiswa yang akan datang dari UWA akan diseleksi oleh pihak UKI Toraja untuk mengikuti program pembelajaran yang telah disusun.

Pada tahun 2024 lalu, program ini diikuti sebanyak 21 mahasiswa dari  The University of Western Australia (UWA). (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Artis Yuka Idol dan Ayu Rasta KDI Bakal Manggung di Makale, 31 Agustus 2023

    Artis Yuka Idol dan Ayu Rasta KDI Bakal Manggung di Makale, 31 Agustus 2023

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Artis Ibukota, Yuka Idol dan Ayu Rasta KDI bakal manggung di Pasar Seni Makale, Tana Toraja, Kamis, 31 Agustus 2023 mendatang. Selain Yuka dan Ayu Rasta, ikut tampil pula artis-artis lokal Toraja. Di awal acara, dijadwalkan ada penampilan musik bambu dan beberapa jenis tarian Toraja lainnya. Kehadiran para artis ibukota dan lokal […]

  • OPINI: Eksekusi Tongkonan; Ketika Kepastian Hukum Mengabaikan Kearifan Lokal

    OPINI: Eksekusi Tongkonan; Ketika Kepastian Hukum Mengabaikan Kearifan Lokal

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Dr.Marthen B.Salinding,S.H,M.H* Per tanggal 3 Juli 2025, publik dikejutkan oleh beredarnya video eksekusi rumah adat Tongkonan dan lumbung padi oleh Pengadilan Negeri Makale, Tana Toraja. Putusan pengadilan memang telah berkekuatan hukum tetap, dan eksekusi adalah bagian dari upaya negara menegakkan kepastian hukum. Namun, cara pelaksanaannya—menggunakan alat berat untuk merobohkan simbol budaya Toraja—meninggalkan luka sosial […]

  • SDN 2 Buntao’ Juara Bupati Cup IV Tahun 2024 Tingkat Sekolah Dasar

    SDN 2 Buntao’ Juara Bupati Cup IV Tahun 2024 Tingkat Sekolah Dasar

    • calendar_month Sab, 15 Jun 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Tim SDN 2 Buntao, Kecamatan Buntao’ keluar sebagai juara pada turnamen sepak bola Bupati Cup gelaran ke IV tahun 2024. SDN 2 Buntao’ memastikan gelar juara setelah pada partai final yang digelar di Lapangan Bakti Rantepao, pada Sabtu, 15 Juni 2024 berhasil mengalahkan Tim SDN 3 Rantepao dengan skor 2-0. Sementara SDN […]

  • Unik, Satu Kecamatan di Tana Toraja Punya Anggota PPS 100 Persen Perempuan

    Unik, Satu Kecamatan di Tana Toraja Punya Anggota PPS 100 Persen Perempuan

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Toraja baru saja melewati satu tahapan Pemilu 2024, yakni tahapan perekrutan Anggota panitia Pemungutan Suara (PPS). Sebanyak 477 anggota PPS yang akan bertugas di 112 Lembang dan 47 Kelurahan di 19 Kecamatan di Tana Toraja resmi dilantik, 24 Januari 2023 lalu. Uniknya dari 19 Kecamatan yang ada […]

  • Buka Pesona Tenun dan Pekan Budaya Tana Toraja 2025, Bupati Umumkan 4 Motif Tenun Toraja Kantongi HAKI

    Buka Pesona Tenun dan Pekan Budaya Tana Toraja 2025, Bupati Umumkan 4 Motif Tenun Toraja Kantongi HAKI

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Arsyad/ Christin Natalia
    • 0Komentar

    Opening Ceremony Pesona Tenun dan Pekan Budaya Tana Toraja 2025. (Foto:Monika/Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja melalui Dinas Pariwisata menggelar event promosi wisata Toraja bertajuk Pesona Tenun dan Pekan Budaya Tana Toraja 2025. Kegiatan dibuka langsung Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg bertempat di Komplek Pasar Seni Makale, Jum’at 19 Desember 2025 […]

  • Benarkah Tongkonan Ka’pun Tak Masuk Objek Perkara Tapi Dieksekusi? Begini Penjelasan PN Makale

    Benarkah Tongkonan Ka’pun Tak Masuk Objek Perkara Tapi Dieksekusi? Begini Penjelasan PN Makale

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pasca eksekusi Tongkonan Ka’pun beserta 10 bangunan lainnya di Kecamatan Kurra, Tana Toraja, 5 November 2025 berkembang narasi di masyarakat, terutama di media sosial yang menyebutkan bahwa Tongkona Ka’pun tak masuk dalam objek perkara. Lalu, kenapa bisa dieksekusi dengan cara dirobohkan menggunakan alat berat? Selain pengguna media sosial, narasi ini juga dimunculkan […]

expand_less