Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sulsel » Warga Denpina Adukan PT Nagata ke Anggota DPRD Sulsel, John Mangontan

Warga Denpina Adukan PT Nagata ke Anggota DPRD Sulsel, John Mangontan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 10 Mei 2021
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, DENPINA — Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Sulsel, John Renden Mangontan melanjutkan Reses di Lembang Ma’dong, Kecamatan Dende’ Piongan Napo (Denpina), Kabupaten Toraja Utara, Senin, 10 Mei 2021.

Momentum reses ini dimanfaatkan warga setempat untuk mengadukan sebuah perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang beroperasi di wilayah mereka. Perusahaan tersebut adalah PT Nagata, yang saat ini tengah membangun PLTMH di Lembang Ma’dong, Kecamatan Denpina.

Kepada JRM, sapaan akrab John Rende Mangontan, satu per satu warga mengadukan PT Nagata yang dianggap telah mengabaikan keberadaan warga Denpina.

Adapun beberapa keluhan warga, seperti belum terakomodirnya tenaga kerja dari wilayah setempat, banyaknya armada yang dimiliki warga tapi tidak digunakan oleh perusahaan.

Warga juga mengungkap kondisi jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan perusahan bertonase berat serta dikesampingkannya hak ulayat adat oleh perusahan.

“Nah, inilah tujuan reses, menjaring aspirasi dan mengetahui apa yang menjadi keluhan masyarakat di sini,” kata JRM usai mendengar keluhan warga.

Reses Masa Sidang III Tahun 2020-2021 ini dihadiri ratusan warga terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda agama, aparat pemerintahan se-Kecamatan Denpina, serta perwakilan PT Nagata. Hadir pula pihak Dinas Perizinan Pemkab Toraja Utara, Pihak Pertambangan Pemprov Sulsel, serta instansi terkait.

Pada kesempatan itu, JRM meminta kepada pihak PT Nagata agar menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat. Dia menegaskan sudah menjadi kewajiban pihak PT Nagata untuk membawa dampak positif terhadap masyarakat di setempat.

“Kalau PT Nagata punya hati, tolong dengarkan masyarakat. Ini sudah menjadi kewajiban perusahaan,” tegas JRM, yang juga Ketua Bapera Sulsel itu.

Sementara itu, perwakilan PT Nagata yang hadir terlihat kebingungan menanggapi keluhan masyarakat. Ia mengatakan dirinya bukan pengambil kebijakan. “Saya disini mewakili perusahan menghadiri pertemuan ini. Saya akan menyampaikan keluhan masyakarat kepada direksi secepatnya,” ujar perwakilan tersebut.

Disamping soal PT Nagata, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait sarana pendidikan, kebutuhan jaringan internet, serta permintaan ambulance. Mereka berharap, JRM dapat memperjuangkan kebutuhan masyakarat setempat.

Reses di Denpina merupakan penutup rangkaian kunjungan kerja John Mangontan di daerah pemilihannya. Sebelumnya Anggota Komisi E itu juga melakukan reses di daerah terpencil, Kecamatan Mappak-Simbuang serta Bonggakaradeng. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KNPI dan PTSP Rebutan Gedung Bekas Kantor DPRD Toraja Utara

    KNPI dan PTSP Rebutan Gedung Bekas Kantor DPRD Toraja Utara

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Hanya sehari pasca ditinggal, gedung bekas Kantor DPRD Toraja Utara yang terletak di Jalan Rante Kesu’ Rantepao jadi rebutan dua pihak; KNPI dengan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Toraja Utara. Senin, 3 April 2024, terlihat kedua pihak ini sama-sama mendatangi bekas kantor DPRD, membawa serta barang-barang inventaris. […]

  • Mengenang Pater Roger Leleu, CICM, Pendiri SPP Santo Paulus Makale

    Mengenang Pater Roger Leleu, CICM, Pendiri SPP Santo Paulus Makale

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pater Roger Leleu, CICM adalah rohaniwan sekaligus seorang ahli kimia yang memulai sekolah pertanian ini di Toraja pada tahun 1969. Sekolah yang kemudian dikenal dengan nama SPP Santo Paulus Makale (sebelumnya disebut SPMA). Sekolah pertanian satu-satunya di Toraja itu dikenal luas oleh masyarakat dengan sebutan SPP Pala-Pala. Pater Roger Leleu, CICM lahir di Belgia pada […]

  • Tiga Kerbau “Tanda” Seharga Setengah Miliar Terjangkit dan Suspect PMK

    Tiga Kerbau “Tanda” Seharga Setengah Miliar Terjangkit dan Suspect PMK

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Per 10 Juli 2022, jumlah kerbau yang positif mengindap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tana Toraja mencapai 28 ekor. Satu diantaranya merupakan jenis kerbau belang (tedong tanda) yang harganya sekitar Rp 200 juta. Ke-28 ekor kerbau yang positif PMK tersebut, menurut laporan Medik Veteriner Dinas Pertanian Tana Toraja, tersebar di […]

  • Seniman Pembuat Patung Yesus di Buntu Burake Tana Toraja, Hardo Wardoyo Suwarto Tutup Usia

    Seniman Pembuat Patung Yesus di Buntu Burake Tana Toraja, Hardo Wardoyo Suwarto Tutup Usia

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Mungkin masih banyak yang belum mengenal siapa pembuat patung Yesus Memberkati berukuran raksasa yang ada di puncak Buntu Burake, Tana Toraja. Beliau adalah seniman hebat asal Bantul, Yogyakarta bernama Hardo Wardoyo Suwarto. Pria muslim kelahiran Bantul, 11 November 1959 inilah yang membuat patung yang kini menjadi icon pariwisata Kabupaten Tana Toraja. Pada […]

  • Polemik Lelang Agunan Nurdiana oleh KSP Marendeng Kian Rumit; KPKNL Palopo Bantah Tetapkan Nilai Lelang

    Polemik Lelang Agunan Nurdiana oleh KSP Marendeng Kian Rumit; KPKNL Palopo Bantah Tetapkan Nilai Lelang

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, PALOPO — Polemik lelang agunan milik nasabah yang dilakukan KSP Marendeng kian rumit. Terkini, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palopo membantah menetapkan nilai lelang. Sebelumnya, pemilik agunan berupa tanah seluas 323 meter persegi, Hj Nurdiana menuding KSP Marendeng melakukan lelang secara sepihak atas tanah miliknya. Menurut Nudiana, tanah seluas 323 meter dengan […]

  • Sudah 2 Bulan Kasus Penganiayaan Perempuan Dibawah Umur di Makale Belum Disidang, Keluarga Minta Kepastian Hukum

    Sudah 2 Bulan Kasus Penganiayaan Perempuan Dibawah Umur di Makale Belum Disidang, Keluarga Minta Kepastian Hukum

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sudah tiga bulan berlalu, namun pelaku penganiayaan terhadap perempuan dibawah umur di Makale, Tana Toraja, belum juga disidang, apalagi divonis. Hal ini membuat pihak keluarga korban mengaku kecewa dengan kinerja aparat penegak hukum di Tana Toraja. Mereka pun minta kepastian hukum, karena pasca kejadian, korban sempat trauma dan sering ketakutan sendiri. “Kalau […]

expand_less