oleh

Pdt. Anton Limbongan Pimpin Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Toraja Utara

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Toraja Utara menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Pertama di Rantepao, Jumat, 18 Februari 2022.

Konfercab API Pertama di Toraja Utara ini diikuti puluhan Pendeta dari 26 denominasi/organisasi gereja yang ada di Toraja Utara.

Pendeta Anton Limbongan, M.Th dari Gereja Kerapatan Pantekosta (GKP) terpilih menjadi Ketua DPC API Toraja Utara, periode 2022-2027 pada Konfercab Pertama itu.

Sedengan Miske Pangemanan, S.Th dari Gereja Toraja Jemaat Rantepao terpilih sebagai Sekretaris dan Aweda Wongkar, S.Th dari Gereja GPdI di posisi Bendahara.

Pengurus DPC masa bakti 2022-2027 langsung dilantik oleh pengurus DPD Sulsel, yakni Ketua: Pdt.  Daniel S. Kusbin, S.Th.  Sekretaris: Pdt. Fareast H. Rombot, M.Th, dan Bendahara: Pdt.  Renny Kalangie, M.Th.

Kepala Seksi Urusan Agama Kristen (KASI UAK) Kantor Kementerian Agama Toraja Utara , Armin Karaeng, M.Th, M.Pd  dalam sambutannya saat mambuka secara resmi Konfercab Pertama DPC API Toraja Utara, mengatakan Konfercab pertama ini adalah sebuah tonggak evaluasi untuk kemajuan Asosiasi Pendeta Indonesia Toraja Utara.

“Di Toraja Utara terdapat 26 Organisasi/Denominasi Gereja yang harus menyadari bahwa tugas utama dan panggilan Gereja adalah melayani diantara sesama saudara di dalam satu visi dan misi demi kebaikan bersama,” Armin mengingatkan.

Gereja dan Hamba Tuhan, lanjut Armin, adalah pelopor pemerintah untuk menanamkan sikap hidup moderasi beragama yang baik kepada umat serta mencanangkan nilai-nilai toleransi dan menghargai agama lain serta denominasi lain dengan tidak mempersoalkan cara beribadah orang lain.

“Gereja harus memupuk sikap Persaudaraan baik internal maupun eksternal. Gereja juga jangan mudah terprofokasi karena kepentingan politik ataupun masalah pribadi,” katanya.

Armin mengatakan, pemerintah mengharapkan harus Gereja  mengajarkan umat untuk memiliki sifat patriotis dan cinta NKRI agar negara Indonesia kita ini penuh dengan cinta kasih dan kedamaian.

Sebab itu, lanjut Armin Karaeng, Hamba Tuhan harus membekali diri dengan pengetahuan sebagai seorang yang profesional dalam bidangnya dan harus berintegritas serta memiliki karakter sebagai seorang pelayan yang tetap dalam norma-norma sebagai pemimpin jemaat.

Sementara itu, Ketua DPD API Sulawesi Selatan, Pdt. Daniel S. Kusbin, S.Th mengatakan, DPD API Sulsel menjembatani program pemerintah provinsi dalam hal mensosialisasikan vaksinasi kepada pendeta dan jemaat di lingkup Asosiasi Pendeta Indonesia Sulawesi Selatan. (*)

Penulis: Yunus Lexi
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya