Operasi Lipoma Berhasil, Mitha Rasakan Manfaat Nyata Program JKN

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Seorang ibu rumah tangga, Mitha (36), warga Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, bercerita tentang munculnya benjolan di daerah atas alis mata sehingga membuat  sakit mata dan mengganggu penglihatannya. Hingga akhirnya, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberi manfaat nyata menjamin semua biaya operasi benjolan tersebut.

“Awal mulanya saya kira hanya benjolan biasa, kemudian ya sudah tidak diperiksakan ke fasilitas kesehatan. Lama-lama semakin besar dan nyeri hingga membuat mata saya sakit dan tidak jelas melihat orang,” cerita Mitha.

Kondisi itu membuat Mitha memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Buntu Limbong. “Kata dokter, itu tumor dan harus segera di operasi,” Mitha mengingat.

Mitha pun diberikan rujukan untuk segera melakukan operasi tumor di Rumah Sakit Lakipadada. Ia merasa sangat terbantu dan lega karena sebelumnya memang tidak ada persiapan sekaitan dengan biaya yang harus disediakan untuk pengobatan itu.

Baca Juga  Plt Gubernur Sulsel Lanjutkan Pembangunan Jalan Ruas Passobo-Matangli-Massupu di Tana Toraja, Anggarannya Rp 67,6 Miliar

Mitha yang merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) iurannya sudah dibayarkan oleh pemerintah, jadi sudah tidak membayar iuran setiap bulan. Ia dan keluarga sangat merasa terbantu karena statusnya sebagai ibu rumah tangga yang tidak mempunyai penghasilan, hanya mengandalkan dari suami saja.

“Perasaanya sangat senang dan tidak ada beban biaya ketika rawat inap dan operasi. Perawatan saya jalani dengan baik,” imbuhnya.

Rawat inap di rumah sakit termasuk operasi pengangkatan tumor sampai masa pemulihan berlangsung kurang lebih lima hari. Selama rawat inap tersebut, Mitha tidak merasakan adanya perbedaan dengan pasien non program JKN atau pasien umum, utamanya dengan layanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit serta fasilitas yang diberikan.

Proses awal administrasi hingga ia dinyatakan boleh pulang dirasa juga mudah dan cepat. Mitha mengakui saat ini sudah tidak repot untuk bawa banyak berkas seperti dulu dulu. Sewaktu mendaftar di rumah sakit untuk rawat inap juga mudah dan cepat walaupun antre banyak.

Baca Juga  Ketiga Kalinya, JRM Salurkan Dana Aspirasi Miliaran Rupiah untuk Rumah Ibadah di Toraja

“Kan waktu itu karena kebanyakan pasien JKN, tapi semua bisa berjalan dengan lancar. Setelah mendaftar kemudian kan dicek terlebih dahulu kemudian mendapat kamar inap di kelas tiga, namun kamarnya juga cukup bagus dan bersih,” ungkapnya.

Banyaknya manfaat yang di dapat setelah menjadi peserta program JKN membuat Mitha untuk senantiasa memanfaatkannya untuk pengobatan lain. Menurutnya sistem gotong royong untuk mewujudkan masyarakat sehat sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jumlah pengeluaran iuran bulanan kesehatan yang tidak seberapa jumlahnya dengan banyaknya manfaat yang tentu saja membuat program JKN semakin banyak diminati.

“Setelah operasi tumor itu sampai saat ini saya dan keluarga kalau berobat ya pakai JKN kalau tidak pakai tentu sangat berat apalagi kalau musim banyak sakit kadang juga harus bolak – balik untuk periksa ke puskesmas,” jelasnya.

Baca Juga  Legislator Golkar, Nico Mangera Serap Aspirasi Warga Lewat Buka Puasa Bersama

Harapannya ke depan, ia beserta keluarga akan tetap setia menjadi penerima manfaat program JKN. Kesehatan merupakan asset penting keluarga dan harus senantiasa terlindungi agar dapat menjalani kehidupan lebih baik. Tak lupa ia mengucapkan rasa terima kasih utamanya kepada pemerintah atas bantuan yang telah diberikan selama ini.

Mitha sangat berharap agar selamanya bisa terus terdaftar sebagai peserta Program JKN segmen PBI jika kondisi ekonominya masih masuk klasifikasi, karena tidak perlu keluar uang untuk mendapatkan sangat banyak manfaat terkait akses pelayanan kesehatan.

“Terima kasih kepada pemerintah juga yang sudah banyak bantu kami sehingga kami bisa berobat dengan gratis dan mudah setiap kali sakit. Sukses selalu untuk BPJS Kesehatan semoga juga semakin banyak masyarakat yang ditolong,” tutupnya. (*)

Penulis: Siska Papalangi’/Rls
Editor: Arthur

Komentar