Dosen UKI Toraja Mendapatkan Pengakuan Internasional Melalui Joint Research

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Judith Ratu Tandi Arrang, seorang dosen dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja telah meraih pengakuan internasional melalui kerja sama penelitian terkait hak masyarakat adat dan akses tanah di wilayah Toraja dengan judul “Legal Recognition of Adat Law Communities and Land Access in the Torajan Region of Sulawesi”.

Penelitian yang sangat relevan ini melibatkan kolaborasi dengan para peneliti dari The University of Sydney, Australia, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Anggota Tim Peneliti terdiri dari :

  • Jeffrey Neilson (The University of Sydney) sebagai ketua peneliti.
  • Judith Ratu Tandi Arrang, M.Pd (UKI Toraja).
  • Simon Butt (The University of Sydney).
  • Angga Dwiartama, M.Si., Ph.D (ITB).
Baca Juga  FOTO: Tanah Bergerak, Warga Mengungsi, 7 Rumah Mesti Direlokasi

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsekuensi hukum dari Peraturan Daerah (PERDA) tahun 2019 tentang “Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat” terhadap kepemilikan tanah di wilayah Toraja.

Penelitian ini diprakarsai oleh Universitas Sydney melalui program hibah  yang dikelola oleh Pusat Asia Tenggara Sydney (SSEAC). Fokus utama penelitian adalah untuk menyelidiki dampak PERDA tahun 2019 yang signifikan tentang pengakuan hukum komunitas adat dan klaim mereka atas sumber daya alam, terutama tanah. Pengakuan ini memengaruhi akses tanah oleh berbagai komunitas dan individu di dalamnya, serta memiliki implikasi besar terhadap mata pencaharian di pedesaan.

Hasil penelitian ini telah dipresentasikan pada Council Open Conference 2023 (ICOC 2023) di Universitas Sydney, Australia, pada tanggal 24-30 September 2023. ICOC adalah wadah bergengsi yang memungkinkan peneliti untuk membagikan hasil penelitian mereka dalam kerja sama dengan universitas-universitas di Sydney, Australia.

Baca Juga  Ayo Nonton Penampilan Band KOTAK di Toraja Carnaval 2023, GRATIS!

Judith Ratu Tandi Arrang, M.Pd, dosen dari UKI Toraja, memiliki peran penting dalam kesuksesan penelitian ini. Keterlibatannya dimulai sejak 2011 ketika ia pertama kali bertemu dengan Dr. Jeffrey Neilson, ketua peneliti dari The University of Sydney. Pada tahun 2021, Judith dihubungi melalui email oleh Dr. Neilson untuk bergabung dalam penelitian ini.

Judith aktif terlibat dalam berbagai tahapan penelitian, termasuk pengambilan data, desain instrumen penelitian, dan melakukan wawancara dengan para pemangku kepentingan di wilayah Toraja. Kontribusi berharga Judith dalam penelitian ini merupakan contoh nyata dari kolaborasi internasional yang membuahkan hasil positif.

Penelitian ini menunjukkan bagaimana kerja sama antara dosen UKI Toraja dengan para peneliti internasional dapat menghasilkan penemuan penting yang memiliki dampak nyata pada masyarakat dan kebijakan. Semoga penelitian ini menjadi panduan berharga bagi pembangunan kebijakan yang lebih baik di masa depan. (*)

Baca Juga  Pro Kontra Penimbunan Lapangan Bakti Rantepao Gunakan Ciping, Begini Penjelasan Kadis PUPR

Penulis: Arsyad Parende/Rls
Editor: Arthur

Komentar