oleh

Diperjuangkan Legislator Dan Pongtasik, Gereja di Kecamatan Rindingallo Dapat Bantuan Rp 500 Juta

KAREBA-TORAJA.COM, RINDINGALLO —Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’ yang terletak di Kelurahan Pangala’ Utara, Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara menerima bantuan hibah dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp 500 juta.

Dana hibah ini akan digunakan untuk pembangunan Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’ yang sudah 3 tahun menumpang beribadah di teras rumah warga.

Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’ rusak parah diterjang longsor 3 tahun lalu sehingga tidak layak lagi digunakan sebagai tempat beribadah sehingga Pengurus Gereja dan jemaat berinisiatif untuk membangun gereja baru. Namun hingga 3 tahun berjalan, Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’ tak kunjung selesai pembangunannya karena terbatasnya anggaran.

Hal inilah yang membuat Legislator DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi Partai PDI Perjuangan, Dan Pongtasik memperjuangkan anggaran untuk membantu pembangunannya.

Baca Juga  Wabup Toraja Utara Letakan Batu Pertama Pembangunan BLK Yayasan Tallulolona

Rabu, 13 Juli 2022, Biro Kesra Pemprov Sulsel bersama tim didampingi langsung Legislator Dan Pongtasik melihat langsung kondisi Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’ Rindingallo ini.

Kasram Habibie selaku Sub koordinator Sarana dan Prasarana Spirtual Biro Kesra Pemprov Sulsel, mengatakan kunjungan ini dalam rangka monitoring dan evaluasi pembangunan Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’.

“Alhamdulillah dengan dukungan penuh dari Anggota DPRD Provinsi Sulsel Dan Pongtasik, Insha Allah Pemprov akan bantu dana hibah untuk melanjutkan pembangunan Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’ ini,” kata Kasram Habibie.

Kasram Habibie mengatakan besar dana hibah untuk pembangunan Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’ ini sebesar Rp 500 juta.

Baca Juga  Polsek Rindingallo Buru Pelaku Pencurian Kerbau di Lempo Poton

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Sulsel, Dan Pongtasik mengatakan keprihatinannya melihat kondisi Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’ ini yang dulunya berada dipinggir jalan dengan pondasi – pondasi yang sudah melayang sehingga tidak layak lagi ditempati.

“Selama 2 tahun lebih jemaatnya beribadah di teras rumah sehingga tergerak hati saya bahwa ini perlu dibantu dan tidak boleh tanggung – tanggung bantuannya,” cerita Dan Pongtasik.

Sementara itu, Pdt. Deris Ute’ Birana selaku Pendeta Gereja Toraja Jemaat Rante solo’ mewakili jemaat menyampaikan ungkapan syukur atas perhatian pemerintah ini.

“Kami bersyukur Pemerintah memperhatikan keadaan kami disini dan memiliki niat serta mendukung pembangunan Gereja kami dimana 3 tahun terakhir kami Ibadah di teras rumah,” urai Pdt. Deris Ute’ Birana.

Baca Juga  UKI Toraja Tanam 60 Ribu Bibit Tanaman Buah di 100 Lembang dan Kelurahan

Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’ sendiri memiliki jemaat kurang lebih 32 KK dengan jumlah jiwa kurang lebih 150 jiwa.

Selain Gereja Toraja Jemaat Rante Solo’, Dan Pongtasik juga berhasil memperjuangkan anggaran untuk pembangunan Gedung Sekolah Minggu dan Pastori Gereja Toraja Jemaat Rante Pangli sebesar Rp 100 juta dan pembangunan Gereja Toraja Jemaat To’kalok Lembang Gandangbatu sebesar Rp 50 juta. (*)

Penulis/Editor: Arsyad Parende

Komentar