Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Cegah ASF, Bupati Toraja Utara Larang Perdagangan Ternak Babi Antar Daerah

Cegah ASF, Bupati Toraja Utara Larang Perdagangan Ternak Babi Antar Daerah

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Jum, 2 Jun 2023
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang melarang pedagang, perusahaan, atau perorangan untuk memasukkan atau mengeluarkan ternak babi dan produk olahannya, dari dan ke wilayah Kabupaten Toraja Utara. Larangan ini berlaku efektif sejak 30 Mei 2023 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Larangan perdagangan ternak babi antar daerah ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Toraja Utara Nomor 338/0572/Pertanian, tanggal 30 Mei 2023.

Surat Edaran ini dikeluarkan menyikapi hasil investigasi dan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner Maros (BBVet Maros) dari sampel ternak babi dari wilayah Toraja Utara, dinyatakan positif terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau Demam Afrika.

African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit pada babi yang disebabkan oleh virus ASF (ASFV) dari famili Asfarviridae. Penyakit ini menimbulkan berbagai pendarahan organ internal pada babi domestik maupun babi hutan. ASF sangat menular dengan angka kematian yang sangat tinggi, bahkan angka kematiannya mencapai 100%.

Menurut Yohanis Bassang, virus African Swine Fever (ASF) sangat menular pada ternak babi dengan angka kesakitan dan kematian mencapai 100%. Karena sejauh ini belum ditemukan vaksin untuk menangkal virus ini sehingga jika jadi wabah, bisa menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi petani. Apalagi populasi ternak babi di Toraja Utara sangat tinggi.

Dalam Surat Edaran itu, Bupati juga menghimbau kepada Camat, Lurah, dan Kepala Lembang agar memperketat lalu lintas ternak babi antar kecamatan di wilayah Kabupaten Toraja Utara.

Kepada para petani dan peternak dihimbau untuk melakukan pembersihan dan disinfeksi kandang, peralatan kandang, dan kendaraan secara rutin. Juga membersihkan diri sebelum kontak dengan babi peliharaan.

Para peternak juga dihimbau agar segera melaporkan ke Dinas Pertanian jika menemukan ternak peliharaannya memperlihatkan gejala seperti demam, tidak mau makan, tidak mampu berdiri, kejang, mencret berdarah, muntah, kemerahan pada permukaan tubuh terutama pada telinga dan perut, serta kematian mendadak.

Kemudian, melakukan isolasi secara ketat terhadap babi yang menunjukkan tanda klinis dengan memisahkannya dari babi lain di sekitarnya.

Para petani dan peternak juga dilarang membeli pakan babi yang berasal dari daerah yang positif ASF. Juga tidak menggunakan makanan sisa rumah, restoran, atau upacara Rambu Solo’ dan Rambu Tuka sebagai pakan ternak.

Disarankan agar hewan ternak diberi makanan bergizi serta vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Ternak babi yang mati mendadak atau memperlihatkan gejala klinis harus dikubur, bukan dibuang ke hutan atau sungai. Setelah itu dilakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang.

Kepada para Lurah dan Kepala Lembang diinstruksikan untuk rutin melakukan pendataan kematian ternak babi di wilayahnya untuk selanjutnya dilaporkan ke Dinas Pertanian Kabupaten Toraja Utara. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JRM: Toraja Kaya Akan Kebudayaan Takbenda, Harus Kita Lestarikan!

    JRM: Toraja Kaya Akan Kebudayaan Takbenda, Harus Kita Lestarikan!

    • calendar_month Sen, 1 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, John Rende Mangontan melaksanakan kegiatan penyebarluasan atau sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulsel nomor 3 tahun 2020 tentang Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Takbenda. Kegiatan sosialisasi Perda Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Takbenda ini berlangsung di Lembang (Desa) Lea, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Minggu, 31 Januari 2021. Kegiatan […]

  • Benidiktus Papa Kantongi Rekomendasi Partai Gelora sebagai Calon Wakil Bupati Tana Toraja

    Benidiktus Papa Kantongi Rekomendasi Partai Gelora sebagai Calon Wakil Bupati Tana Toraja

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Kader muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Benidiktus Papa atau BP mendapatkan rekomendasi dari DPN Partai Gelora sebagai Calon Wakil Bupati Tana Toraja pada Pilkada 2024. Surat Rekomendasi diserahkan oleh Ketua Desk Pilkada DPN Partai Gelora Rico Marbun di Kantor DPP Partai Gelora, Kamis, 8 Agustus 2024. Partai Gelora mendapat satu kursi di […]

  • Masih Banyak Warga Toraja Tidak Percaya Adanya Virus Corona

    Masih Banyak Warga Toraja Tidak Percaya Adanya Virus Corona

    • calendar_month Sab, 2 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Jumlah warga yang terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Indonesia per Sabtu, 2 Januari 2021 mencapai 758.473 orang, terhitung sejak diumumkan pertama kali pada 2 Maret 2020. Di Tana Toraja, sejak kasus pertama diumumkan pada 16 April 2020, hingga 2 Januari 2021, Satgas Covid-19 mencatat sudah 217warga dinyatakan positif terpapar virus Corona berdasarkan […]

  • Petahana Anggota DPRD Toraja Utara dan Tana Toraja Bertumbangan, Apa Penyebabnya?

    Petahana Anggota DPRD Toraja Utara dan Tana Toraja Bertumbangan, Apa Penyebabnya?

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Hasil Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu 2024 Tingkat Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja, memperlihatkan sejumlah fakta mengejutkan. Ada partai politik langganan pemilu yang tak dapat kursi. Pun banyak anggota DPRD petahana yang tidak terpilih kembali. Melihat komposisi Caleg terpilih pada Pemilu 2024, terdapat beberapa partai politik yang […]

  • PMI Sulsel: Butuh Bantuan Internasional untuk Korban Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Luwu

    PMI Sulsel: Butuh Bantuan Internasional untuk Korban Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Luwu

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BELOPA — Luasnya lokasi dan begitu besar dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel membuka peluang meminta bantuan internasional. Untuk diketahui, bencana alam tanah longsor disertai banjir bandang yang terjadi pada Jumat, 3 Mei 2024, melanda 12 Kecamatan di […]

  • Eva Rataba Terus Berkeliling Toraja Bagikan Beasiswa PIP Jalur Aspirasi

    Eva Rataba Terus Berkeliling Toraja Bagikan Beasiswa PIP Jalur Aspirasi

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Nasdem, Eva Stevany Rataba terus melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di Tana Toraja dan Toraja Utara untuk membagikan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi. Pada Jumat, 5 Agustus 2022, aggota Fraksi Partai Nasdem DPR RI kembali menyambangi tiga sekolah di Kecamatan Mengkendek dan Kecamatan Sangalla, […]

expand_less