BBM Langka di Toraja, Petugas SPBU Akui Pasokan dari Pertamina Turun 50%
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kondisi antrian panjang di beberapa SPBU di Tana Toraja dan Toraja Utara. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dalam beberapa pekan terakhir, semua SPBU di Tana Toraja dan Toraja Utara terpantau padat oleh antiran panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi ini membuat sejumlah pengendara resah karena antrian panjang kendaraan di area – area SPBU, tidak jarang menyebabkan kemacetan panjang.
Hal ini disebabkan oleh kelangkaan BBM yang terjadi di Tana Toraja dan Toraja yang sudah berlangsung beberapa pekan. Sejumlah pengendara kesulitan mendapatkan BBM. Adapun pasokan BBM di SPBU terlihat cepat habis.
Sejumlah Sopir bahkan kadang pulang kecewa setelah antrian berjam – jam namun tetap tidak mendapatkan BBM karena SPBU kehabisan stok BBM.
“Kadang kita antri dari malam sampai pagi tapi tetap kehabisan karena banyaknya kendaraan yang antri sementara pasokan BBM terbatas” tutur Sopir.
Salah seorang petugas SPBU di Tana Toraja yang dikonfirmasi terkait kondisi kelangkaan BBM mengakui jika beberapa pekan terakhir pasokan BBM ke Toraja memang ada penurunan pasokan dari biasanya.
“‘Pengurangan bisa sampai 50% persen, biasanya untuk satu jenis BBM pasokan bisa 4 kali dalam sehari sekarang biasa hanya 1 sampai 2 kali saja” tutur Petugas SPBU yang tak ingin disebutkan namanya.
Petugas SPBU tersebut mengaku jenis BBM yang dikurangi suplaynya tak hanya BBM Subsidi namun juga BBM non subsidi.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo yang dikonfirmasi terkait kondisi ini tidak memberikan keterangan.
Wartawan Kareba Toraja yang berusaha melakukan konfirmasi melalui pesan dan telepon namun hingga berita ini diturunkan, PT Pertamina belum memberikan keterangan. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar