Terjadi Lagi, Minibus Diduga Pelansir BBM Terbakar di Eran Batu, Toraja Utara
- account_circle Desianti/Rls
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Sebuah minibus bermuatan belasan jerigen BBM terbakar di Jalan Poros Rantepao-Makale, Eran Batu, Kecamatan Kesu', Toraja Utara, Kamis, 14 Mei 2026 pagi. (Foto: dok. istimewah/des).
KAREBA-TORAJA.COM, KESU’ — Belum genap seminggu setelah kejadian sebelumnya, minibus yang diduga pelansir bahan bakar minyak (BBM) kembali terbakar di Eran Batu Bua, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara.
Kebakaran minibus Toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi 1438 YZ tersebut, terjadi sekitar pukul 08.30 Wita, Kamis, 14 Mei 2026.
Lokasi kebakaran tepat di depan bengkel Mitra Oto, sekitar 50 meter dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pao Toraja Utara. Belum diperoleh keterangan, apakah minibus naas tersebut mengisi BBM di SPBU tersebut atau tidak.
Sebelumnya, pada Minggu, 10 Mei 2026, sebuah minibus Toyota Kijang juga terbakar di jalan poros Rantepao-Makale, Bua, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara. Lokasi kejadian kurang lebih 800 meter dari kejadian terbaru. Minibus ini juga membawa belasan jerigen warna abu-abu berisi bahan bakar minyak.
Seorang saksi mata bernama Ardi menyebutkan saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman, terlihat banyak jerigen berisi BBM yang terbang dari dalam mobil ke luar. Sesampai di luar, api menjalar dan membakar bahan bakar dari jerigen tersebut.
“Ada sekitar 12 buah jerigen yang isinya kira-kira 40 liter per jerigen. Terbakar semua, sisa puing-puing jerigen saja,” jelas Ardi.
Informasi yang beredar menyebutkan minibus yang terbakar tersebut berasal dari Kabupaten Enrekang. Namun, sopir yang membawa minibus tersebut melarikan diri saat mobil sudah terbakar.
Pemadam Kebakaran Pemkab Toraja Utara mengerahkan 4 unit mobil damkar serta belasan pesonil untuk memadamkan api. Lalu lintas sempat macet sekitar satu jam dan baru kembali lancer setelah bangkai mobil dievakuasi ke pinggir jalan.
Karena kejadian ini sudah dua kali, sehingga Ardi, yang juga tokoh pemuda Toraja Utara ini meminta aparat kepolisian bertindak tegas dalam menangani masalah pelansir BBM ini.
Sebab, keberadaan mobil dan aktvitas pelansiran ini sangat merugikan masyarakat Toraja Utara.
“Saya berharap agar aparat menindak tegas pelansir BBM yang merugikan masyarakat Toraja Utara, ketika mereka membutuhkan BBM namun habis di tangan mafia. Mohon Pak Polisi tindak tegaslah mafia BBM ini,” tegas Ardi. (*)
- Penulis: Desianti/Rls
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar