Terlibat Perkelahian di Café, 5 Anggota Kodim 1414 Tana Toraja Diproses Hukum di Subdenpom
- account_circle Desianti/Rls
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf. Armal, menegaskan setiap anggota TNI yang terlihat perkelahian akan diproses hukum. (Foto: MK/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sebanyak 5 anggota TNI dari Kodim 1414 Tana Toraja yang terlihat perkelahian di Café Karaoke Vallery Rantepao, pada Kamis, 2 April 2026 dini hari dilimpahkan ke Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) untuk diproses hukum.
Hal ini ditegaskan Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf. Armal, dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Makodim 1414 Tana Toraja, Jumat, 3 April 2026.
“Saat ini kami sudah proses dan 5 anggota yang terlibat kami limpahkan ke Subdenpom untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, sesuai dengan aturan hukum yang ada di militer,” terang Letkol Armal.
Dia menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas anggota TNI yang teribat. Pun tidak mentolerir tindak kekerasan anggota terhadap warga sipil.
Letkol Armal lebih lanjut menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung memanggil dan memeriksa para terduga pelaku.
“Setelah kami menerim laporan, secara profesional kami langsung memanggil terduga yang terlibat dalam perkelahian itu. Kami sudah proses, kami BAP, dan ternyata benar, 5 orang anggota kami terlibat dalam perkelahian di Café Valerry,” jelas Letkol Armal.
Setelah menemukan indikasi kuat adanya keterlibatkan personil TNI aktif dalam kasus perkelahian di café, pihak Kodim 1414 Tana Toraja langsung berkoordinasi dengan Subdenpom untuk penanganan hukum lebih lanjut.
“Anggota yang salah, yang melanggar hukum, tetap kita proses,” tandas Dandim.
Dikatakan bahwa, sesuai pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kodim 1414 Tana Toraja, terdapat sekitar 4 orang warga sipil yang menjadi korban dalam perkelahian tersebut.
“Korban warga sipil yang luka sekitar 4 orang. Sejauh ini memang belum ada laporan resmi dari korban, namun institusi TNI akan tetap melakukan proses hukum secara profesional,” katanya.
Terkait informasi adanya keterlibatkan oknum anggota Polri dalam perkelahian tersebut, Dandim menyatakan hal itu merupakan domain kepolisian. “Silahkan rekan-rekan bertanya ke kepolisian,” katanya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, IPTU Ruxon, membenarkan adanya laporan terkait peristiwa perkelahian di Café Karaoke Vallery Rantepao.
“Iya, sudah ada laporan yang masuk tadi pagi di SPKT Polres Toraja Utara,” ujar IPTU Ruxon.
Ia menambahkan, laporan tersebut masih dalam penanganan awal di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), sehingga kronologi lengkap dan identitas pelapor belum dirilis.
Viral di Media Sosial
Video peristiwa perkelahian yang terjadi di Café Karaoke Vallery Rantepao itu viral di media sosial. Peristiwa ini menarik perhatian dan komentar netizen karena diduga melibatkan anggota TNI dan Polri.
Selain menyoroti keterlibatan anggota TNI dan Polri, warganet juga menyoroti keberadaan tempat hiburan malam yang buka hingga dini hari. Pemerintah diminta untuk memperketat aturan mengenai jam operasional tempat hiburan malam serta sistem pengamanannya. (*)
- Penulis: Desianti/Rls
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar