Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Soal Pemberantasan Judi di Toraja, PMKRI Pertanyakan Sikap Pemerintah

Soal Pemberantasan Judi di Toraja, PMKRI Pertanyakan Sikap Pemerintah

  • account_circle Monika Rante Allo
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja menyatakan perjudian di Toraja hari ini bukan lagi sekadar isu moralitas individu yang tergelincir, melainkan telah menjadi kanker sosial yang menggerogoti sendi-sendi persaudaraan.

Bagaimana tidak, hal ini telah sampai pada titik yang mengkhawatirkan; memicu konflik horizontal dan merobek tatanan masyarakat yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan persatuan.

​Menyikapi kegentingan ini, PMKRI Cabang Toraja melayangkan peringatan keras. Namun, pesan yang dibawa kali ini bukan sekadar kecaman, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang hilangnya fungsi “meja musyawarah” di tengah kepungan ego sektoral.

​Menurut Presidium Gerak Kemasyarakatan PMKRI Toraja, Yoben Sampe, selama ini, publik seolah digiring pada opini tunggal bahwa judi adalah urusan polisi semata. Padahal, penindakan hukum tanpa pembenahan akar masalah hanyalah langkah memotong rumput yang akan selalu tumbuh kembali.

​ Yoben Sampe juga menggugat peran pemerintah daerah yang terkesan “cuci tangan” dan minim intervensi.

​“Penyakit sosial akibat judi sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemerintah harus hadir dan memiliki kajian mendalam mengenai akar masalah yang melatarbelakangi maraknya aktivitas ini,” tegas Yoben, Jumat, 20 Maret 2026.

​Menurut PMKRI Toraja, jika pemerintah terus membiarkan masalah ini menjadi beban tunggal Aparat Penegak Hukum (APH), maka pemerintah sedang membiarkan warganya terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan dan potensi konflik di tengah masyarakat.

​Ketua Presidium PMKRI Cabang Toraja, Imanuel, menyampaikan bahwa salah satu jalan keluar yang seharusnya menjadi watak asli masyarakat Toraja sinergi lintas sektor.

​Baginya, tidak ada lagi ruang bagi sikap abai. Instrumen hukum sudah berdiri kokoh, mulai dari Pasal 303 KUHP hingga UU ITE No. 1 Tahun 2024 untuk memutus nadi judi daring. Senjatanya sudah lengkap, namun yang hilang adalah keberanian untuk menarik pelatuknya secara bersama-sama.

​“Pemberantasan judi harus menjadi agenda utama demi melindungi masyarakat dari kehancuran sosial dan ekonomi. Kami mendesak semua pihak pemangku kebijakan  untuk segera duduk bersama dan bertindak nyata,” tegas Imanuel.

​Persoalan judi di Toraja, kata dia, adalah ujian bagi kepemimpinan daerah. Kita diingatkan kembali pada filosofi Tallu Batu Lalikan—keseimbangan antara pemangku adat, cendikiawan, dan pemerintah/pemegang kuasa ekonomi.

​Pemberantasan judi tidak akan pernah tuntas jika hanya satu “batu” yang bekerja. Tanpa edukasi dari tokoh agama dan adat, tanpa kajian dari cendekiawan, dan tanpa ketegasan kebijakan dari pemerintah, maka usaha aparat penegak hukum tidak akan menuai hasil yang maksimal.

“​Kini pertanyaannya bukan lagi siapa yang harus menangkap, melainkan kapan kita mau duduk bersama untuk keluar dari persoalan. Jangan sampai tenaga dan pikiran kita tetap larut dalam paradigma lamah yang selalu melempar tanggungjawab dalam merespon isu yang timbul di masyarakat,” seru Imanuel.

Dia berharap semoga semangat kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan yang dibalut dalam falsafa tallu batu lalikan ajaran turun temurun nenek moyang Toraja menjadi titik balik untuk menyelamatkan generasi masa depan orang Toraja. (*)

  • Penulis: Monika Rante Allo
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Siapkan Anggaran Rp 6,5 Miliar untuk Bangun Alun-alun Kota Rantepao

    Pemkab Siapkan Anggaran Rp 6,5 Miliar untuk Bangun Alun-alun Kota Rantepao

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar dalam APBD tahun 2022 untuk pembangunan Alun-alun Kota Rantepao. Alun-alun Kota Rantepao akan dibangun di bekas pertokoan lama Rantepao dan kawasan di sekitar Art Centre Rantepao. Menurut rencana, area sekitar Art Centre, yang terletak di antara Jalan Andi Mapanyukki – Jalan […]

  • Sepekan, Gereja Bethel Toraja Buka Dapur Umum untuk Bantu Penanganan Virus Corona

    Sepekan, Gereja Bethel Toraja Buka Dapur Umum untuk Bantu Penanganan Virus Corona

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Gereja Bethel Toraja, melalui gerakan Bethel Peduli untuk Indonesia membuka dapur umum, yang menyediakan makanan sehat bagi tenaga kesehatan, vaksinator, pasien isolasi mandiri, dan petugas lainnya, yang bekerja untuk penanganan virus Corona (Covid-19) di Toraja Utara dan Tana Toraja. Setiap hari, sebanyak 250-350 kota makanan sehat dibagikan kepada pasien isoman maupun tenaga […]

  • Lagi, Paguyuban Agen BRILink “Toraja Sikamali’” Bantu Korban Bencana Alam

    Lagi, Paguyuban Agen BRILink “Toraja Sikamali’” Bantu Korban Bencana Alam

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAJENE — Agen BRILink seluruh Toraja yang tergabung dalam Paguyuban Agen BRILink “Toraja Sikamali’” terus menunjukkan kesolidan, kepedulian, dan rasa empati kepada saudara-saudara yang menderita akibat bencana alam. Setelah sebelumnya ke Palu dan Masamba, kali ini Paguyuban Agen BRILink “Toraja Sikamali’” kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa bumi di Mamuju dan Majene, Sulawesi […]

  • Belasan Warga Lembang Paku Pertanyakan Pembagian BLT Covid-19 ke DPRD Toraja Utara

    Belasan Warga Lembang Paku Pertanyakan Pembagian BLT Covid-19 ke DPRD Toraja Utara

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Segelintir warga Lembang Paku, Kecamatan Dende’ Piongan Napo mendatangi kantor DPRD Kabupaten Toraja Utara, Senin, 1 Februari 2021. Mereka melaporkan dan memprotes pembagian bantuan langsung tunai (BLT) selama masa pandemi Covid-19, yang dinilai tidak merata. Selain ke DPRD, warga yang berjumlah belasan orang itu juga mengadu kepada Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan […]

  • Respon Kegaduhan di Media Sosial Soal Pelayanan Dokter, Komisi II DPRD Tana Toraja Datangi RSUD Lakipadada

    Respon Kegaduhan di Media Sosial Soal Pelayanan Dokter, Komisi II DPRD Tana Toraja Datangi RSUD Lakipadada

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Komisi II DPRD Tana Toraja setelah bertemu Direktur RSUD Lakipadada membahas kegaduhan di media sosial terkait pelayanan dokter. (Foto: arsyad)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja bergerak cepat merespon kegaduhan di media sosial terkait pelayanan dokter salah satu rumah sakit di Tana Toraja yang dikeluhkan oleh keluarga pasien. […]

  • Kisah Inspiratif Anak Toraja: Brayen Patandean, Dosen Tetap Termuda IPB University di Usia 26 Tahun

    Kisah Inspiratif Anak Toraja: Brayen Patandean, Dosen Tetap Termuda IPB University di Usia 26 Tahun

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 7Komentar

    Brayen Patandean, Pemuda Asal Buntu Batu, Lembang Gandangbatu, Kec. Gandangbatu Sillanan Tana Toraja.   Brayen Patandean Bogor – Jawa Barat Dari sebuah dusun kecil di pegunungan Tana Toraja, lahir sebuah kisah besar yang hari ini menginspirasi generasi muda Indonesia. Dialah Brayen Patandean, putra daerah asal Dusun Buntu Batu, Lembang (Desa) Gandangbatu, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten […]

expand_less