Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Keluarga Besar Tongkonan Layuk Kaero Tolak Eksplorasi Panas Bumi di Sangalla’

Keluarga Besar Tongkonan Layuk Kaero Tolak Eksplorasi Panas Bumi di Sangalla’

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Puang Massora bersama sejumlah mahasiswa di Tongkonan Layul Kaero Sangalla’/ Patok berwarna biru, kuning dan merah di sekitar wilayah Buntu Kaero. (Foto: Istimewa)

 

 

KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ — Rencana eksplorasi panas bumi (Geotermal) di Kecamatan Sangalla’ Tana Toraja terus mendapatkan penolakan dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Keluarga Besar Tongkonan Layuk Kaero.

Tongkonan Layuk Kaero tepat berada di kaki Buntu (Gunung) Kaero yang menjadi titik panas bumi geotermal.

Tongkonan yang memegang posisi tertinggi dalam struktur adat Toraja sebagai pusat kekuasaan, pemerintahan, dan pengambilan keputusan hukum adat ini terancam jika proyek geotermal dibangun disana.

Keluarga Besar Tongkonan Layuk Kaero pun menyatakan sikap menolak dengan keras jika Wilayah Adat Basse Maroang (Wilayah Adat Tongkonan Layuk Kaero) dijadikan sebagai lokasi eksplorasi panas bumi (geotermal).

Alasan penolakan ini atas dasar kekhawatiran masyarakat adat bahwa proyek geotermal akan merampas ruang hidup, merusak ekologi, mengancam struktur sosial dan eksistensi adat dan budaya.

Pernyataan penolakan ini disampaikan oleh Puang Massora dari Tongkonan Layuk Kaero saat dikunjungi sejumlah Mahasiswa dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sangalla’ (IPPMS) di Tongkonan Layuk Kaero, Lembang Kaero Kecamatan Sangalla’, Jumat 01 Mei 2026.

“Kami Keluarga Besar Tongkonan Layuk Kaero menolak ketika wilayah adat kami akan dieksplorasi, tanpa aktivitas saja Buntu (Gunung ) Kaero pernah longsor besar, apalagi ketika ada aktivitas semacam pengeboran” tutur Puang  Massora.

Sementara itu, Warga Sangalla’ lainnya khawatir mata air akan terganggu jika proses pengeboran eksplorasi panas bumi dilaksanakan apalagi beberapa titik mata air yang digunakan masyarakat untuk mengaliri rumah-rumah serta lahan pertanian bersumber dari Buntu Kaero.

“Satu mata air ini bisa mengaliri rumah sekitar 20-25 rumah, kita tampung di galon besar lalu di aliri ke rumah-rumah warga” Kata salah satu warga sekitar.

Warga juga menduga jika sudah ada aktivitas yang berkaitan dengan proyek geotermal di Sangalla’

Hal tersebut ditandai dengan temuan patok di sekitar Dusun Wala Lembang Tokesan Sangalla’ Selatan berupa patok berwarna Merah, Biru dan Kuning yang bertuliskan PLN dengan sejumlah kode angka dan huruf pada patok tersebut.

“Kami tidak tahu ini patok untuk apa, pada saat dipasang pun kami tidak diberitahu sebelumnya kalau lahan kami mau dipasangi patok seperti ini” cerita warga.

Sebagai respon atas rencana eksplorasi geotermal di Sangalla’, Mahasiswa dan masyarakat Dusun Wala Lembang Tokesan juga menggelar nobar dan diskusi mengenai Eksplorasi Panas Bumi pada Sabtu, 2 Mei 2026 bertempat di Geraja Toraja Jemaat Wala.

Bola Panas Geotermal di Tana Toraja memasuki babak baru. Setelah penolakan eksplorasi Geotermal di Bittuang yang hingga kini belum ada titik terang dari Pemerintah, kini muncul lagi isu eksplorasi geotermal di Kecamatan Sangalla’ Tana Toraja.

Isu geotermal di Kecamatan Sangalla’ ini sudah menjadi isu hangat menyusul munculnya dokumen yang merupakan peta Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang tersebar di 23 titik yang ada di Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Tana Toraja.

Dalam dokumen tersebut, Tana Toraja ditandai memiliki 2 titik potensi panas bumi atau geotermal yakni Bittuang dan Sangalla’.

Dalam dokumen yang berjudul “Peta Sebaran dan Status Geotermal di Tana Toraja” tersebut, Kecamatan Sangalla telah ditandai dan diberi keterangan memasuki tahap Survei Rinci/Detail.

Sementara diketahui untuk Kecamatan Bittuang telah memasuki tahap pelelangan Penugasan Survei Pendahuluan Eksplorasi (PSPE).

Informasi terbaru soal perkembangan proyek geotermal ini langsung mendapatkan berbagai reaksi dari kalangan masyarakat dan mahasiswa Toraja.(*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepekan, BNNK dan Polisi Tangkap 7 Terduga Pengedar Narkoba di Toraja

    Sepekan, BNNK dan Polisi Tangkap 7 Terduga Pengedar Narkoba di Toraja

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dalam waktu tujuh hari, dua institusi penegakan hukum, yakni Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja dan Polres Tana Toraja menangkap tujuh orang warga yang diduga sebagai pengedar narkoba di Toraja. Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Tana Toraja, Sabtu, 1 Maret 2022, Kapolres Tana Toraja, AKBP Juara Silalahi mengungkapkan pihaknya […]

  • Juara Tingkat Provinsi, Siswa SMKN 1 Tana Toraja Akan Ikuti Lomba IT Networking Nasional

    Juara Tingkat Provinsi, Siswa SMKN 1 Tana Toraja Akan Ikuti Lomba IT Networking Nasional

    • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Yuici Gilbert, siswa SMK Negeri 1 Tana Toraja keluar sebagai Juara 1 Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Bidang IT Network System Administration di Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. Lomba tersebut digelar selama dua hari, sejak Rabu 14 Juli hingga Kamis 15 Juli 202 di lingkungan SMKN 2 Pinrang Kabupaten Pinrang, Sulsel. Siswa […]

  • BREAKING NEWS: 8 Orang Jatuh di Jembatan Gantung Rindingallo, 2 Orang Hilang

    BREAKING NEWS: 8 Orang Jatuh di Jembatan Gantung Rindingallo, 2 Orang Hilang

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RINDINGALLO — Delapan orang warga yang melintas di jembatan gantung Buntu Lepong, Lembang Lempo Potton, Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara, terjatuh ke sungai. 6 orang selamat, sedangkan 2 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, Sabtu, 20 Mei 2022. Warga yang hendak menghadiri acara pernikahan di Lempo Potton menyeberangi sungai […]

  • Warga Tongkonan Kecewa PT. Malea Energy Tak Hadiri Pertemuan Bahas Polemik Pembangunan Tower Sutet

    Warga Tongkonan Kecewa PT. Malea Energy Tak Hadiri Pertemuan Bahas Polemik Pembangunan Tower Sutet

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANO — Pemerintah Lembang Rano Utara, Kecamatan Rano mengundang pihak Tongkonan dan pihak PT Malea Energy (operator PLTA Malea) untuk membahas polemik pembangunan tower saluran tegangan tinggi (sutet) di Puru’, Lembang Rano Utara yang menjadi polemik karena dinilai masuk kawasan tanah Tongkonan. Pertemuan ini digelar di Kantor Lembang Rano Utara, Sabtu, 30 September 2023. […]

  • Dua Warga Meninggal Dunia Tertimpa Pohon di Bittuang, Tana Toraja

    Dua Warga Meninggal Dunia Tertimpa Pohon di Bittuang, Tana Toraja

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BITTUANG — Dua orang warga meninggal dunia ditimpa pohon tumbang di pondok, yang terletak dalam hutan pinus di Lembang Sandana, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Senin, 15 November 2021 malam. Kedua warga, yang sampai saat ini belum diketahui identitas itu, merupakan karyawan PT Kencana, yang melakukan penyadapan getah pinus di wilayah Kecamatan Bittuang. Keduanya […]

  • Pekan Depan, Menhan, Prabowo Subianto Dijadwalkan Berkunjung ke Toraja

    Pekan Depan, Menhan, Prabowo Subianto Dijadwalkan Berkunjung ke Toraja

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan berkunjung ke Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Senin, 18 Agustus 2021. “Rencananya seperti itu. Ada tiga kegiatan yang akan diikuti Pak Menhan (Prabowo Subianto) di Toraja,” ungkap mantan Sekjen Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), David Pajung, kepada kareba-toraja.com, Kamis, 14 Oktober 2021. David […]

expand_less