UKI Toraja Kantongi 2 Izin Program Magister, Rektor: 4 Prodi Sementara Berproses

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja kembali menerima Surat Keputusan (SK) Izin Pembukaan Program Magister (S2), yakni Pendidikan Bahasa Inggris Program Magister.

SK Pendidikan Bahasa Inggris Program Magister untuk UKI Toraja dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diserahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah 9 Sultanbatara, DR. Andi Lukman, M.Si dan diterima Toraja Rektor UKI Toraja, Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, S.E., M.Si., Ak. CA.

SK diserahkan di Kantor Lembaga Layanan DIKTI Wilayah 9 Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara (LLDIKTI Wilayah 9 Sultanbatara), Makassar, Rabu, 12 Juni 2024.

Dengan terbitnya SK Prodi Bahasa Inggris Program Magister ini, kini UKI Toraja kantongi 2 SK Izin Pembukaan program magister yakni Magister Pendidikan Bahasa Inggris dan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia.

Baca Juga  477 Anggota PPS Pemilu 2024 di Tana Toraja Dilantik

Rektor UKI Toraja Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, S.E., M.Si., Ak. CA, mengatakan pembukaan Program Magister ini merupakan upaya institusi dalam pengembangan kelembagaan khususnya Program Pascasarjana.

Khusus untuk Pendidikan Bahasa Inggris Program Magister, Prof. Oktovianus Pasoloran menyebut ini dalam rangka mewujudkan aspirasi dan keinginan publik terutama masyarakat yang berpfosesi sebagai guru bidang studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan alumni sarjana PBI UKI Toraja yang ingin melanjutkan studi pada program magister tanpa harus ke luar kota.

Prof. Oktovianus Pasoloran mengurai secara kualitas, UKI Toraja memiliki sumber daya manusia (SDM) yang punya kapasitas yang berdaya saing serta kerjasama dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri (Australia, Korea Selatan, Amerika, dll) dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan riset.

Baca Juga  Lomba Sekolah Sehat; SDN 150 Perindingan Juara 1, SDN 139 Tampapute Juara 2

“Kita juga akan mengembangkan Learning Manajemen System (LMS) untuk melaksakan program pembelajaran secara hybrid untuk memperluas jangkauan mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam mengikuti proses pembelajaran yang full offline,” ungkap Prof. Oktovianus.

Prof. Oktovianus menyebut Program Pascasarjana akan terus dikembangkan dengan membuka program studi lain yang sementara berproses diantaranya Program Magister Pendidkan Matematika, Magister Pendikan Fisika, Magister Teologi dan Magister Manajemen. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar