UI dan Bank Indonesia Paparkan Hasil Penelitian Strategi Pemulihan Pariwisata Toraja
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rab, 22 Feb 2023

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Bank Indonesia (BI) Kerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) melaksanakan program penelitian terkait strategi pemulihan sektor pariwisata unggul di Sulawesi Selatan.
Empat Kabupate/kota di Sulsel yang dianggap sebagai sektor unggulan pariwisata yang diteliti adalah Makassar, Maros, Bulukumba dan Toraja (Tana Toraja dan Toraja Utara).
Hasil penelitian UI kerjasama Bank Indonesia tersebut lalu dipaparkan dihadapan Pemda Tana Toraja, pelaku usaha, Perguruan Tinggi, pelaku usaha perjalanan, pengusaha hotel, sadar wisata, Koperasi, Bank, Media dan pihak terkait lainnya.
Diseminasi hasil penelitian UI dan Bank Indonesia terkait strategi pemulihan sektor pariwisata digelar Rabu 22 Februari 2023 di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Toraja.
Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan bersyukur atas kehadiran BI dan UI yang telah hadir membawa sesuatu yang sangat dibutuhkan di Toraja saat ini
Theofilus Allorerung mengaku selama ini kebijakan sektor pariwisata hanya berdasarkan imajinasi tanpa landasan yang bijak padahal Toraja ini memiliki kekuatan dari sektor pariwisata yang tak bisa diragukan lagi.
“Hasil seminasi ini akan menjadi landasan kebijakan untuk mengeksplor potensi dan kekuatan Toraja sehingga kita memang membutuhkan pembinaan, bantuan dan sporting dari berbagai pihak dan BI diyakini Pemda Tana Toraja bisa konsisten dalam mengawal program ini,” kata Theo.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Wilayah Sulsel Causa Iman Karana mengatakan sinergi bersama pemerintah daerah ini bukan yang pertama kali dilakukan BI namun selama ini BI sudah konsisten melakukan pendampingan UMKM di daerah – daerah.
Causa Iman Kirana menyebutkan bahwa UU nomor 4 tahun 2023 ada satu tugas tambahan BI dari Pemerintah yakni membantu pertumbuhan ekonomi oleh sebab itu program penelitian yang melibatkan akademisi ini dilakukan BI dengan harapan bisa membantu daerah pulih pasca pandemi Covid-19.
Dalam pemaparan hasil Penelitiannya, peneliti UI yakni Hamdan Bintara, S.E. dan Syahda Sabrina, S.E. memaparkan 6 poin penting penelitian yang dilakukan yakni mulai dari metode penelitian yang menggunakan analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan,Peluang dan Ancaman), gambaran umum pariwisata unggulan sulsel, analisis kunjungan wisatawan Nusantara dan Mancanegara, analisis pelaku usaha pariwisata, kesimpulan dan saran untuk pemerintah daerah.
Bank Indonesia dan UI merekomendasikan 8 poin saran untuk Pemda Tana Toraja dalam rangka pemulihan sektor pariwisata yakni:
1. meningkatkan keamanan dan keselamatan bagi wisatawan dengan promosibahwa pemerintah, kepolisian, bersama masyarakat berusaha menciptakan rasa aman.
2. Perlu dipastikan ketersediaan akses menuju destinasi-destinasi wisata melalui
peningkatan maupun pemantauan kondisi jalan yang harus dilalui oleh wisatawan serta meningkatkan moda transportasi yang tersedia untuk mencapai ke destinasi wisata tujuan.
3. meningkatkan aksesibilitas udara dengan memperbanyak frekuensi penerbangan
dan membuka koneksi hubungan udara dengan kota-kota wisata lainnya.
4. perlu ditingkatkan ketersediaan sarana/prasarana/fasilitas pendukung di
tempat wisata, meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan, meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur penunjang ekonomi/keuangan, infrastruktur penunjang TIK serta
meningkatkan dan menjaga kebersihan di destinasi-destinasi wisata.
5. Peningkatan SDM pariwisata dengan meningkatkan kualitas SMK yang terkait
pariwisata dan meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan pariwisata setingkat D3 atau S1 di Sulawesi Selatan.
6. peningkatan kunjungan wisatawan dengan cara melakukan promosi wisata secara masif dengan berbagai kegiatan dan festival, berbagai expo wisata, travel fair dan juga melalui digital marketing memanfaatkan media sosial.
6. diperlukan pengembangan usaha pendukung di destinasi wisata dengan
melengkapi fasilitas yang dibutuhkan oleh usaha, diversifikasi dan pengembangan program periklanan untuk lebih memperkenalkan alam, atraksi manusia, dan sport tourism, diversifikasi
kegiatan, fasilitas, dan pelayanan pariwisata untuk memuaskan wisatawan; dan menyediakan pelatihan pada pengusaha sektor pariwisata, termasuk manual bimbingan wisatawan
sehingga sesuai standar nasional/internasional.
8. meningkatkan peran tokoh masyarakat dan komunitas dalam mengembangkan destinasi wisata.
Penulis/Editor: Arsyad Parende
- Penulis: Redaksi
Saat ini belum ada komentar