DPD NasDem Tana Toraja Nyatakan Sikap Lawan Framing Menyesatkan dan Jaga Martabat Demokrasi
- account_circle Arsyad Parende/Rls
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pengurus DPD dan DPC NasDem Kabupaten Tana Toraja. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Tana Toraja menyampaikan pernyataan sikap atas pemberitaan dan sampul majalah Media Nasional yang menyeret Partai NasDem.
Kepada Media KAREBA TORAJA, Rabu 15 April 2026, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Kabupaten Tana Toraja Evivana Rombe Datu, S.Pd. MM menyatakan bahwa demokrasi tidak boleh dibajak oleh narasi yang menyesatkan.
Kebebasan pers tidak boleh dijadikan tameng untuk membangun persepsi yang keliru dan merendahkan kehormatan institusi politik.
Sehubungan dengan pemberitaan dan sampul majalah Media Nasional yang menyeret Partai Nasdem dalam narasi yang tendensius dan manipulatif, DPD Partai NasDem Kab Tana Toraja bersama seluruh DPC Partai NasDem se-Kabupaten Tana Toraja menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Menolak Freming yang Menyesatkan
Kami menilai pemberitaan tersebut bukan sekadar kritik, tetapi telah bergeser menjadi:
* Framing yang tendensius dan menggiring opini
* Penghakiman sepihak yang tidak berbasis fakta utuh
* Upaya membangun persepsi publik bahwa politik adalah semata transaksi kekuasaan
* Ini adalah bentuk penyederhanaan berbahaya yang mencederai akal sehat publik.
2. Kecam Keras Narasi yang Merendahkan Partai Politik
Penggunaan metafora yang menyamakan partai politik dengan korporasi adalah:
* Pelecehan terhadap institusi demokrasi
* Pengerdilan makna partai sebagai representasi kedaulatan rakyat
Kami tegaskan:
* Partai politik bukan perusahaan.
* Partai politik adalah wadah perjuangan gagasan, ideologi, dan harapan rakyat.
3. Mengingatkan: Kebebasan Pers bukan Kebebasan Tanpa Batas
Kami menghormati kebebasan pers. Namun kami juga mengingatkan:
* Kebebasan tanpa tanggung jawab adalah bentuk penyalahgunaan kebebasan itu sendiri
* Pers memiliki kewajiban moral untuk mencerahkan, bukan menyesatkan
* Kritik harus berbasis fakta, bukan spekulasi yang dikemas dramatis
* Jika media mulai bermain dalam wilayah persepsi tanpa pijakan fakta yang kuat, maka yang lahir bukan kontrol sosial, melainkan distorsi realitas.
4. Mendesak Klarifikasi dan Tanggung Jawab Moral
Kami mendesak:
* Klarifikasi terbuka kepada publik atas narasi yang telah dibangun
* Evaluasi serius terhadap produk jurnalistik yang melampaui batas etika
* Penghormatan terhadap prinsip cover both sides dan akurasi informasi
5. Konsolidasi Perlawanan Moral Kader NasDem
Sebagai bentuk sikap tegas:
DPD Partai NasDem Tana Toraja akan melakukan konsolidasi gerakan politik dan moral. Ini bukan sekadar pembelaan terhadap partai, tetapi perlawanan terhadap upaya pembentukan opini publik yang menyesatkan. Kami tidak akan diam ketika marwah politik direduksi menjadi sekadar komoditas narasi.
6. PESAN KEPADA PUBLIK
Kami mengajak masyarakat:
Untuk lebih kritis dalam membaca setiap produk media
* Tidak mudah terpengaruh oleh framing yang sensasional
* Menjaga rasionalitas dalam menilai dinamika politik
* Karena demokrasi yang sehat lahir dari publik yang sadar, bukan publik yang digiring.
7. PENUTUP
Hari ini kami tegaskan kami tidak anti kritik. Namun kami menolak keras setiap upaya manipulasi persepsi yang merusak kepercayaan publik. Jika demokrasi dibiarkan dikendalikan oleh narasi yang tidak bertanggung jawab, maka yang runtuh bukan hanya citra partai, tetapi kepercayaan terhadap sistem itu sendiri. Dan di titik itu, kami memilih untuk berdiri, bersuara dan melawan. (*)
- Penulis: Arsyad Parende/Rls
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar