Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Sudah Dua Orang Toraja yang Jadi Korban Gempa Mamuju, Sulbar

Sudah Dua Orang Toraja yang Jadi Korban Gempa Mamuju, Sulbar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 17 Jan 2021
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, MAMUJU — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI, Polri, Tim SAR, BPBD setempat, serta relawan terus melakukan upaya pencarian terhadap korban meninggal dunia atau luka-luka dari reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa 6,2 SR yang terjadi pada Jumat, 15 Januari 2021 dinihari.

Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pukul 03.00 Wita, jumlah korban meninggal dunia yang sudah ditemukan sebanyak 56 orang. Dari jumlah ini, 9 orang berasal dari Kabupaten Majene sementara 47 korban dari Mamuju.

Sementara itu, berdasarkan informasi dan data yang dihimpun kareba-toraja.com, dari 56 orang korban meninggal dunia tersebut, terdapat dua orang Toraja. Yang satu bernama Natsyelia Paulus Ake. Perempuan muda yang biasa disapa Suster Nia itu tertimbun puing reruntuhan gedung RS Mitra Manakarra. Suster Nia sempat keluar rumah sakit menyelamatkan pasien. Namun dia masuk lagi untuk mengambil dan menyelamatkan seorang bayi yang berada dalam inkubator. Saat hendak keluar, dia terjebak dalam puing reruntuhan bangunan. Suster Nia sempat dievakuasi dalam kondisi hidup pada Jumat, 15 Januari 2021 siang. Namun setelah dirawat di RS Bhayangkara Mamuju, nyawanya tak tertolong.

Sudah sekitar dua tahun bekerja di RS Mitra Manakarra Mamuju, Sulbar. Meski kedua orang tuanya tinggal di Tobadak, Mamuju. Namun aslinya mereka berasal dari Palipu, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.

Korban kedua adalah Orpa Bariallo, 23 tahun. Wanita muda yang merupakan karyawati Matahari Departemen Store Mamuju itu, ditemukan Tim BPBD Mamuju dan warga di Jalan Ati Suteja Mamuju, depan Pondok Batavia pada Sabtu, 16 Januari 2021 malam. Orpa meninggal dunia tertimpa tembok pagar yang runtuh.

Kabar meninggal dan ditemukannya jenazah Orpa Bariallo dibenarkan pengurus IKAT Kabupaten Nunukan, Thomas Talimbung. “Telah dimuliakan Tuhan salah seorang anak dari anggota IKAT Kabupaten Nunukan bernama Orpa Bariallo, anak dari Kristina Kutu’. Meninggal karena musibah gempa di Mamuju. Semoga keluarga yang ditinggal diberi kekuatan dan penghiburan yang sejati dari Tuhan,” ungkap Thomas saat dihubungi kareba-toraja.com, Minggu, 17 Januari 2021 siang.

Menurut Thomas, sebelumnya Almarhumah Orpa Bariallo tinggal bersama orang tuanya di Nunukan. Namun karena panggilan pekerjaan, dia pindah ke Mamuju beberapa waktu lalu.

Thomas menyatakan, keluarga sudah mengetahui dan mengambil jenazah Orpa dan menurut rencana akan dibawa ke Tapparan, Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja untuk dimakamkan.

Kabar tentang ditemukannya jenazah Orpa Bariallo juga dibenarkan Tim Crisis Centre Gereja Toraja, yang saat ini berada di Mamuju menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Iya betul, tadi kami sudah dari sana melihat jenazahnya,” ungkap Pdt Alfred Anggui, Ketua Tim Crisis Centre Gereja Toraja.

Sementara itu, gembala Jemaat Gereja Toraja Jemaat Mamuju, Pdt Elia Buntugajang, yang dihubungi via telepon celluler, mengatakan jenazah Orpa Bariallo sudah dijemput pihak keluarga dan dibawa ke Tapparan, Rantetayo, Tana Toraja, untuk dimakamkan.

“Iya, tadi sekitar jam 12 siang, jenazah dibawa keluarga ke Toraja. Saya sempat ke sana untuk mendoakannya,” terang Pdt. Elia. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OPINI: Eksekusi Tongkonan; Ketika Kepastian Hukum Mengabaikan Kearifan Lokal

    OPINI: Eksekusi Tongkonan; Ketika Kepastian Hukum Mengabaikan Kearifan Lokal

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Dr.Marthen B.Salinding,S.H,M.H* Per tanggal 3 Juli 2025, publik dikejutkan oleh beredarnya video eksekusi rumah adat Tongkonan dan lumbung padi oleh Pengadilan Negeri Makale, Tana Toraja. Putusan pengadilan memang telah berkekuatan hukum tetap, dan eksekusi adalah bagian dari upaya negara menegakkan kepastian hukum. Namun, cara pelaksanaannya—menggunakan alat berat untuk merobohkan simbol budaya Toraja—meninggalkan luka sosial […]

  • Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja Minta Alsintan di Dinas Pertanian Segera Didistribusikan

    Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja Minta Alsintan di Dinas Pertanian Segera Didistribusikan

    • calendar_month Jum, 18 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja, Semuel Tandirerung meminta kepada pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam hal ini Dinas Pertanian agar segera mendistribusikan ratusan alat dan mesin Pertanian (Alsintan) yang menumpuk di Kantor Dinas Pertanian Tana Toraja. Hal ini disampaikan Semuel Tandirerung dihadapan peserta Musrembang tingkat Kecamatan Bittuang, Jumat, 18 Februari 2022. “Saya […]

  • Angin Putting Beliung Terjang Wilayah Nanggala, Sejumlah Bangunan Rusak Berat

    Angin Putting Beliung Terjang Wilayah Nanggala, Sejumlah Bangunan Rusak Berat

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, NANGGALA — Hujan lebat disertai angin puting beliung wilayah Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Minggu, 16 April 2023 sore. Satu Kelurahan dan tiga Lembang terdampak bencana tersebut. Diantaranya, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Lembang Nanna, Lembang Nanggala, dan Lembang Rante. Laporan sementara dari warga, menyebutkan ada tiga rumah dan satu lumbung padi (alang) yang mengalami […]

  • Pemda Tana Toraja Gelar Lomba Menghias Pohon Natal, Berhadiah Ratusan Juta Rupiah

    Pemda Tana Toraja Gelar Lomba Menghias Pohon Natal, Berhadiah Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Lomba Membuat dan Menghias Pohon Natal 2025 Pemda Tana Toraja. (Foto: Diskominfo)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dalam rangka menyambut dan memeriahkan perayaan Natal tahun 2025, Pemda Tana Toraja menggelar lomba membuat dan menghias pohon natal. Lomba membuat dan menghias Pohon Natal mengangkat tema “Tana Toraja Masero”. Lomba terbuka bagi seluruh masyarakat dari 19 kecamatan dengan […]

  • BPS Gereja Toraja Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di NTT

    BPS Gereja Toraja Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di NTT

    • calendar_month Kam, 22 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, KUPANG — Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban alam Badai Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang dihimpun dari anggota jemaat Gereja Toraja ini disampaikan oleh Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt Musa Salusu dan Ketua I, yang juga Koordinator Crisis Centre Gereja Toraja, Pdt Alfred […]

  • 7 Rumah Terdampak Longsor dan Tanah Bergerak di Rano, Tana Toraja, 2 Diantaranya Ambruk

    7 Rumah Terdampak Longsor dan Tanah Bergerak di Rano, Tana Toraja, 2 Diantaranya Ambruk

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANO — Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di Tana Toraja beberapa hari belakangan ini terus menimbulkan bencana alam, terutama tanah longsor dan pergeseran tahan (tanah bergerak). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja, melaporkan bahwa pada Minggu, 21 November 2021 malam, terjadi tanah longsor dan tanah bergerak di Lembang Rano Tengah, Kecamatan Rano. […]

expand_less