Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Pilkada Toraja Utara 2024: Head to Head, Koalisi Besar vs Kecil

Pilkada Toraja Utara 2024: Head to Head, Koalisi Besar vs Kecil

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada Toraja Utara tahun 2024, sudah ditutup. Yang mendaftar hanya dua pasangan, yakni Yohanis Bassang – Marthen Rantetondok dan Frederik Victor Palimbong – Adrew Silambi.

Karena hanya dua pasangan yang mendaftar, sehingga pertarungan di Pilkada akan terjadi head to head.

Dalam konteks politik, head to head biasanya mengacu pada situasi kompetisi atau debat langsung antara dua kandidat atau partai politik yang bersaing ketat.

Pilkada tahun ini menorehkan catatan, dimana sudah dua kali pesta demokrasi lima tahunan ini hanya diikuti dua pasangan calon sejak pertama kali digelar pada tahun 2010. Pasangan Frederik Batti Sorring – Frederik Buntang Rombelayuk dan pasangan Y.S Dalipang – Simon Liling pernah berhadapan head to head pada Pilkada tahun 2010, tetapi itu di putaran kedua, dimana pada putaran pertama diikuti 7 pasangan calon.

Pilkada yang hanya memperhadapkan dua pasangan calon pertama kali terjadi pada tahun 2015. Saat itu, petahana Frederik Batti Sorring yang tetap berpasangan dengan Frederik Buntang Rombelayuk berhadapan dengan Kalatiku Paembonan yang menggandeng Yosia Rinto Kadang. Sama seperti Andrew Silambi yang digandeng Frederik Victor Palimbong saat ini, Yosia Rinto Kadang juga masih berusia muda saat berpasangan dengan Kalatiku Paembonan.

Dalam catatan KAREBA TORAJA, selama tiga kali Pilkada langsung di Kabupaten Toraja Utara, yang baru mekar dari Tana Toraja tahun 2008, belum ada petahana yang bertahan atau terpilih kembali, Pun belum ada petahana Wakil Bupati yang berhasil mengalahkan petahana Bupati. Kalatiku Paembonan pernah berhadapan dengan Yosia Rinto Kadang pada Pilkada tahun 2020, tapi pemenangnya adalah pasangan pendatang baru, Yohanis Bassang dan Frederik Victor Palimbong.

Kini, di Pilkada tahun 2024, petahana Bupati Yohanis Bassang mesti berhadap-hadapan dengan petahana Wakil Bupati Frederik Victor Palimbong. Keduanya sama-sama maju menjadi Calon Bupati. Bedanya, petahana Wakil Bupati didukung oleh koalisi gemuk, 10 partai politik. Sedangkan petahana Bupati hanya didukung dua partai politik.

Sesuai data saat mendaftar di KPU Kabupaten Toraja Utara, pasangan Frederik Victor Palimbong dan Andrew Silambi didukung 10 partai politik, 6 diantaranya memiliki kursi di DPRD Toraja Utara. Total kursi DPRD dari koalisi ini adalah 21 dan hanya menyisakan 9 kursi untuk Yohanis Bassang dan Marthen Rantetondok.

Koalisi besar pendukung Dedy-Andrew, diantaranya Partai Gerindra, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Nasem, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Amanat Nasional (PAN), PKB, Hanura, PKS, dan Partai Gelora.

Sedangkan koalisi kurus yang mendukung pasangan Yohanis Bassang dan Marthen Rantetondok hanya dua partai politik, yakni Partai Golkar dan Partai Perindo.

Pengamat politik, Roy Rantepadang menyebut, jika koalisi partai-partai ini linear dengan hasil, maka sudah pasti pasangan Dedy-Andrew yang akan memenangkan Pilkada.

“Namun, harus diingat bahwa besarnya parpol pendukung tidak selalu searah dengan jumlah suara yang diperoleh. Apalagi dalam kondisi politik yang serba tak pasti seperti kita di Toraja Utara ini,” ungkap Roy Rantepadang, Minggu, 1 September 2024.

Menurut Roy, kunci dari keberhasilan adalah bagaimana pasangan calon mampu melakukan konsolidasi antar parpol dan mengikat koalisi itu agar tidak ada yang mbalelo.

“Karena sejatinya, semakin banyak orang mau diatur semakin banyak masalah. Berbeda dengan pasangan Ombas-Marthen yang hanya dua parpol. Kuncinya di konsolidasi dan membangung soliditas yang kuat,” pungkas Roy. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OPINI: Jangan Jadikan Toraja Tumbal Mega Watt

    OPINI: Jangan Jadikan Toraja Tumbal Mega Watt

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh; Fransiskus Allo TORAJA tidak pernah meminta menjadi pusat proyek energi. Ia dikenal dunia karena budaya dan lanskapnya, bukan karena cadangan panas buminya. Namun hari ini, di tengah ambisi transisi energi nasional, wilayah adat di Tana Toraja kembali dipetakan sebagai blok potensi. Pertanyaannya sederhana: apakah demi mengejar megawatt, kita rela menjadikan tanah leluhur sebagai tumbal? […]

  • Awasi Siaran Hingga ke Pelosok, KPID Sulsel Jalin Kemitraan dengan Pendamping Desa

    Awasi Siaran Hingga ke Pelosok, KPID Sulsel Jalin Kemitraan dengan Pendamping Desa

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Dalam mendukung tugas dan wewenangnya melakukan pengawasan dan literasi media penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID ) Sulawesi Selatan, menjalin kerjasama dengan Tenaga Pendamping Profesioanal Desa (TPP) Provinsi Sulsel. Hal itu dibuktikan dengan pertemuan kedua belah pihak di kantor TPP, Jalan Skarda, Gunung Sari, Makassar, Senin, 15 Maret 2021. Dalam pertemuan […]

  • Peduli Keselamatan Warga, JRM Bantu Biaya Renovasi Jembatan Gantung di Makale Utara

    Peduli Keselamatan Warga, JRM Bantu Biaya Renovasi Jembatan Gantung di Makale Utara

    • calendar_month Minggu, 26 Mar 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Jembatan gantung yang menghubungkan Lingkungan Parampo’ Kelurahan Lemo, Makale Utara Kabupaten Tana Toraja dengan Se’Ke’ Bontongan Kabupaten Toraja Utara kondisinya sangat mengkhawatirkan. Lantai jembatan gantung dari bahan bambu sudah terlihat lapuk  dan berlubang. Padahal jembatan ini adalah akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil bumi maupun akses anak sekolah. Bahkan jembatan ini sudah […]

  • Mata Air di KM 5 Mengkendek Jadi Andalan Saat Kemarau, Warga Harap Bantuan Pipa dan Generator dari Pemerintah

    Mata Air di KM 5 Mengkendek Jadi Andalan Saat Kemarau, Warga Harap Bantuan Pipa dan Generator dari Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle CR2/IP
    • 0Komentar

    Situasi antrean truk pengangkut air bersih di mata air Kanaan km 5 mengkendendek. (Foto: Arsyad)   KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah menyebabkan sejumlah rumah tangga kesulitan mendapatkan air bersih. Mata air di RT Kanaan, Kelurahan Tengan Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja ini masih terus mengalir dan menjadi salah satu sumber […]

  • Pro Kontra Penimbunan Lapangan Bakti Rantepao Gunakan Ciping, Begini Penjelasan Kadis PUPR

    Pro Kontra Penimbunan Lapangan Bakti Rantepao Gunakan Ciping, Begini Penjelasan Kadis PUPR

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Penimbunan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Toraja Utara di Lapangan Bakti Rantepao, menimbulkan pro kontra di masyarakat. Pro kontra terjadi karena penimbunan dilakukan menggunakan batu split atau ciping. Polemik tidak saja terjadi di dunia nyata, tetapi juga terjadi di media sosial. Sebagian warga menyesalkan hal ini karena dikhawatirkan […]

  • Di Era Pilkada Langsung, Belum Ada Bupati di Toraja yang Terpilih Beruntun

    Di Era Pilkada Langsung, Belum Ada Bupati di Toraja yang Terpilih Beruntun

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JOHANIS Amping Situru adalah satu-satunya orang yang terpilih secara beruntun (berturut-turut) menjadi Bupati Tana Toraja dua periode pada dua era berbeda; pemilihan DPRD dan pemilihan langsung. Diketahui, Johanis Amping Situru memimpin Kabupaten Tana Toraja, periode 2000-2005 dan 2005-2010. Pada periode pertama, 2000-2005, Amping Situru terpilih melalui suara anggota DPRD Tana Toraja. Sedangkan periode 2005-2010, dia […]

expand_less