Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » Makna Natal Dalam Semangat Ketulusan, Pengorbanan, dan Kesetian

Makna Natal Dalam Semangat Ketulusan, Pengorbanan, dan Kesetian

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Sel, 24 Des 2024
  • comment 0 komentar

Oleh: Pastor Aidan P. Sidik

PADANG EFRATA di bentangan gurun Yudea menjadi saksi bisu peristiwa di sekitar misteri inkarnasi Sang Sabda. Derap langkah kaki diiringi semangat nasionalisme yang tinggi menjadi harapan dan kekuatan semua orang bergegas kembali ke negeri asal mereka masing-masing. Mereka memenuhi titah sang raja, Kaisar Agustus, untuk mengikuti cacah jiwa di tanah asal mereka. Orang pun berbondong-bondong “mudik” ke tanah leluhur mereka. Di sana mereka bersua dengan sanak saudara sekaligus memenuhi amanat sang raja di masa itu (bdk. Luk. 2:1-14). Peristiwa historis akan kemanusiaan menjadi locus misteri inkarnasi yang Mahakuasa menjumpai manusia. Lahirlah Sang Mesias yang telah dinubuatkan oleh para nabi dan dinantikan dengan penuh harapan oleh segenap insan beriman. Dia hadir dalam kesederhanaan, kesunyian malam dan kehampaan seorang anak manusia. Tanpa hingar-bingar dan kemeriahan, Dia hadir menyapa kemanusiaan dalam totalitas dan pemberiaan diri yang sempurna.

Peristiwa masa lalu dalam terminologi adventus – kedatangan yang dinantikan –  menjadi momentum perayaan iman setiap tahun. Perayaan itu sekaligus menjadi harapan yang menggemakan parousia akan kedatangan-Nya sebagai Hakim yang Agung. Maka makna perayaan Natal menghadirkan dua nilai inti perayaan agung, yakni kelahiran sang Juruselamat sekaligus menantikan kedatangan-Nya yang kedua dalam kemuliaan keagungan. Ketika Yesus lahir, Dia lahir dalam keterbatasan kemanusiaan di tanah Betlehem dalam sebuah kandang domba yang sunyi. Namun di surga yang mulia bala malaikat mengumandangkan kidung kemuliaan dengan berseru “Gloria in excelsis Deo et in terra pax hominibus bonae voluntatis” (Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya). Misteri inkarnasi kelahiran Sang Sabda menjadi manusia merupakan bukti solidaritas Allah bagi kemanusiaan yang utuh. Dia hadir dalam segala macam keterbatasan manusiawi untuk menyatakan karya cinta kasih-Nya yang agung. Kita pun dipanggil merefleksikan hidup kita bahwa Dia yang Ilahi berkenan menjumpai kita dalam keterbatasan kemanusiaan hidup ini. Kemanusiaan menjadi medium perjumpaan dengan yang Ilahi sendiri. Karena itu, kita dipanggil mencintai, merawat dan memuliakan kemanusiaan ini.

Setiap kali merayakan Natal, saya selalu merefleksikan peran mulia seorang ibu. Seorang ibu mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kelahiran seorang anak di dunia ini. Ibu juga menjadi suri teladan akan makna kesetiaan, totalitas dan pengorbanan tanpa batas. Saya ingat kisah seorang ibu muda bernama Indo’ Bade’ yang sungguh memiliki hati yang teguh dan mulia. Dia menikah dengan seorang laki-laki yang dia cintai sepenuh hati. Mereka pun dikaruniai dua orang anak sebagai buah hati cinta mereka. Sang ibu menghidupi keluarganya dengan berjualan kue. Dia pandai membuat kue dan menjadi sumber penghasilan utama untuk kehidupan keluarga mereka. Namun aral tak dapat ditolak, kepahitan menjadi warna perjalanan hidup insani. Suaminya entah kenapa meninggalkan dia bersama dua orang anaknya yang masih kecil. Ternyata sang suami pergi ke suatu kota dan menikahi seorang wanita yang lebih muda di sana.

Bertahun-tahun lamanya, ibu itu tetap setia merawat dua anaknya sampai tumbuh dewasa. Dia menafkahi dirinya sendiri dan menbiayai sekolah anaknya dengan berjualan kue. Allah memang Mahapemurah. Jualan kuenya ternyata menjadi penopang hidupnya bersama kedua buah hatinya itu. Waktu berjalan dan ibu ini tetap dalam kebersahajaan tanpa kehilangan sedikit pun harapan akan kebaikan dalam hidup ini. Sepuluh tahun berlalu, suami sang ibu itu jatuh sakit. Dia stroke parah dan tidak berdaya lagi. Dia terbaring lemah di atas tempat tidur. Istri mudanya tidak tahan dan dia meninggalkannya seorang diri. Berita itu sampai kepada sang ibu, Indo’ Bade’, istri pertamanya. Indo’ Bade’ pun pergi menjemput suaminya. Dia membawanya kembali ke rumahnya. Dia merawatnya dengan penuh kasih sayang. Tidak ada dendam sedikit pun dalam dirinya akan pengkhianatan sang suami kepadanya. Dia membiayai perawatan dan menjamin hidup suaminya dengan hasil berjualan kue.

Banyak orang mencemooh sikap sang ibu. Bagaimana mungkin dia bisa berbuat demikian, “Ditinggalkan suami sekian tahun, menikah dengan wanita lain, kini dia jatuh sakit dan dia masih sudi menerima bahkan merawatnya? Sungguh bodoh!” Yang lain menimpali dengan berkata, “Mestinya engkau berkata ‘Lihat itu karma bagi perbuatanmu meninggalkan saya dan dua anak kita’!” Demikian celotehan yang berseliweran di sekitar telingannya. Dia diam saja dan tetap membaktikan hidupnya merawat sang suami. Dia pun menegaskan, “Secara manusiawi, saya sakit dan kecewa. Ditinggalkan seorang diri dan bertanggung jawab mengurus dan membesarkan anak-anak ini tanpa jaminan apa-apa. Namun Allah ternyata sungguh Mahapemurah. Dia tidak pernah meninggalkan saya seorang diri.” Dia pun tanpa beban menyatakan kekuatan imannya, “Walapun secara manusiawi saya bisa menutup mata terhadap penderitaan ayah dari anak-anakku ini, namun sebagai orang beriman saya tidak mampu mengingkari arti kesetiaan. Dulu kala ketika kami menikah, saya berjanji akan setia kepadanya dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit. Janji itu tidak hanya saya ucapkan di bibir tetapi sungguh saya hayati sepenuhnya dalam hidup ini.” Dia sungguh wanita yang luar biasa. Dia menunjukkan apa arti kesetiaan. Janji akan kesetiaan merupakan tanggung jawab yang harus diemban dengan sepenuh hati. Dia adalah ibu yang sederhana namun menjadi teladan yang luar biasa akan makna pengorbanan, kesetiaan dan totalitas dalam hidupnya.

Perayaan Natal merupakan peristiwa agung akan makna kehidupan, kesetiaan, tanggung jawab, pengorbanan dan totalitas hidup. Ibu tadi, Indo’ Bade’, sebagaimana Bunda Maria yang telah melahirkan Yesus menjadi teladan utama dari sekian banyak wanita yang sungguh mendedikasikan seluruh hidupnya untuk merawat kehidupan dan mencintai arti kemanusiaan yang seutuhnya. Perayaan iman merayakan Natal merupakan kesempatan terbaik bagi kita merefleksikan makna hidup ini sekaligus menyadari akan kemahakuasaan yang Ilahi yang terus-menerus hadir di tengah-tengah kita memberikan cahaya kehidupan dan menghalaukan gelap-gulita relung-relung hati setiap insan. Kita pun dimampukan mengutamakan kebaikan dan semangat persaudaraan sejati dalam hidup ini dan menjauhkan segala bentuk konflik, pertikaian dan perpecahan yang dapat mencederai nilai kemanusiaan yang utuh.

Tahun ini kita merayakan Natal 2024 dengan tema “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem …” (Luk. 2:15). Tema ini mengundang setiap insan untuk menemukan nilai-nilai luhur dalam terang kelahiran Kristus di Betlehem. Betlehem adalah sebuah tempat sunyi nan damai yang menghadirkan sejuta kasih dan kebaikan Allah dalam diri seorang bayi mungil. Dia hadir membawa terang kasih kebaikan Tuhan di tengah-tengah dunia yang tak jarang diliputi kegelapan yang pekat. Terang kelahiran Kristus menjadi cahaya harapan untuk berani melangkah ke depan menyongsong Tahun Baru 2025 dalam suka cita dan kegembiraan karena kasih dan penyertaan Tuhan sendiri. Kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke IndoNesia pada 3-6 September 2024 yang lalu dengan tema Faith, Fraternity and Compassion merupakan tema yang akan terus kita hadirkan dalam setiap aspek kehidupan ini. Iman (faith) merupakan pondasi hidup yang terberkati. Persaudaraan (fraternity) merupakan jembatan kasih untuk bergandengan tangan dengan setiap insan untuk membangun dunia ini menjadi adil dan sejahteran dalam semangat persaudaraan sejati. Bela rasa (compassion) merupakan sikap dasar setiap insan yang memiliki hati yang tulus untuk mencintai dan memperhatikan sesama yang berkekurangan, kecil, lemah, miskin, difabel dan termarginalkan. Oleh karena itu, Perayaan Natal 2024 adalah momentum terbaik mengadakan refleksi batin menemukan harapan, kegembiraan dan kekuatan memasuki Tahun Baru 2025 dalam terang kasih Kristus sendiri. Tantissimi auguri di Buon Natale 2024 e Nuovo Anno 2025!

Pastor Aidan P. Sidik  — Imam diosesan Keuskupan Agung Makassar

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Pegawai Kantor Kemenag Tana Toraja Dilatih Menulis Berita

    Puluhan Pegawai Kantor Kemenag Tana Toraja Dilatih Menulis Berita

    • calendar_month Sen, 28 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Puluhan Pegawai Kantor Kementerian Agama Tana Toraja yang berasal dari Perwakilan Madrasah Negeri dan Swasta, KUA, Penyuluh, Pengawas dan Satker lainnya dilatih menulis berita melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Kehumasan, jurnalistik, dan keprotokolan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kemenag Tana Toraja, Senin, 28 Maret 2022. Bimtek Kehumasan, Jurnalistik, dan Keprotokolan ini […]

  • Universitas Atma Jaya Makassar, Kampus Berbudaya Aman

    Universitas Atma Jaya Makassar, Kampus Berbudaya Aman

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Universitas Atma Jaya Makassar (UAJM) terus berbenah dan bertekad untuk menjadikan kampus sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi semua pihak, terutama bagi mahasiswa. Hal ini dikemukakan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Yuada Rumengan pada Training Safeguarding Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) di Semarang, Jawa Tengah, 14 Agustus 2022. Asosiasi Perguruan Tinggi […]

  • Marak Pemerasan Berkedok Video Call Bugil Jadi Perhatian Anggota DPR RI Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang

    Marak Pemerasan Berkedok Video Call Bugil Jadi Perhatian Anggota DPR RI Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang berfoto bersama konstituen di Objek Wisata Buntu Sarira setelah pelaksanaan Reses (foto-Ars/karebatoraja).   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Beberapa waktu terakhir ini, masyarakat Toraja baik Tana Toraja maupun Toraja Utara sangat diresahkan dengan maraknya pemerasan dengan memanfaatkan media sosial. Salah satu yang paling banyak memakan korban adalah pemerasan dengan modus Panggilan Video […]

  • Empat Atlet Junior Toraja Tampil Baik pada Asian Youth Chess Championship 2022 di Bali

    Empat Atlet Junior Toraja Tampil Baik pada Asian Youth Chess Championship 2022 di Bali

    • calendar_month Ming, 23 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, DENPASAR — Empat atlet catur junior asal Toraja tampil cukup baik di ajang internasional, Asian Youth Chess Championship 2022, yang berlangsung di Grand Inna Hotel, Kuta, Bali, 14-21 Oktober 2022. Keempat atlet catur binaan sekolah catur Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) itu, masing-masing Glowy Esther Ake, asal Tana Toraja, usia 8 tahun. Kemudian, Sartine […]

  • Polsek Saluputti dan Remaja Masjid Baburrahmah Rembon Kolaborasi Lewat Aksi Sosial

    Polsek Saluputti dan Remaja Masjid Baburrahmah Rembon Kolaborasi Lewat Aksi Sosial

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Penyaluran Bantuan Kebutuhan Pokok bagi Masyarakat Kurang Mampu oleh Polsek Saluputti bersama Remaja Masjid Baburahmah Rembon. (Foto:Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, REMBON — Remaja Masjid Baburrahma Rembon dan Polsek Saluputti berkolaborasi melaksanakan aksi sosial berupa penyalurkan bantuan kebutuhan pokok (sembako) kepada masyarakat kurang mampu, Kamis, 20 November 2025. Penyaluran bantuan untuk masyarakat kurang mampu dilakukan langsung oleh […]

  • Kuria KAMS: Sejumlah Umat Terluka, Tidak Ada yang Meninggal dalam Peristiwa Bom di Gereja Katedral Makassar

    Kuria KAMS: Sejumlah Umat Terluka, Tidak Ada yang Meninggal dalam Peristiwa Bom di Gereja Katedral Makassar

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Kuria Keuskupan Agung Makassar (KAMS) menyatakan sejumlah umat Katolik mengalami luka berat dan ringan dalam peristiwa bom (diduga bunuh diri) yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021 pagi. Pihak Kuria Keuskupan Agung Makassar (KAMS) juga memastikan sampai saat ini tidak ada korban meninggal dunia dari umat yang menghadiri […]

expand_less