Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Toraja Utara » Lembang Nonongan Dijadikan Lokus “Kampung PKK” Kabupaten Toraja Utara

Lembang Nonongan Dijadikan Lokus “Kampung PKK” Kabupaten Toraja Utara

  • account_circle Citizen Reporter: Anny Marimbuna
  • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, SOPAI — ‎Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengoptimalkan penyelenggaraan pemberdayaan penguatan institusi keluarga, maka perlu didorong penyelenggaraan “Kampung Keluarga Berkualitas” di setiap desa/kelurahan.

‎‎Pengurus TP PKK Toraja Utara melalui Kelompok Kerja (Pokja 1 –  Pokja 4), membentuk Kampung Keluarga PKK di Lembang Nonongan, Kecamatan Sopai Toraja Utara, Sabtu, 24 Mei 2025.

‎Tujuan Pembentukan Kampung PKK di Lembang Nonongan ini agar supaya PKK  di Lembang Nonongan dapat menjadi  pilot project atau percontohan Kampung PKK di  Lembang -lembang lainnya yang berada di Kabupaten Toraja Utara

‎‎Menurut Ketua TP PKK Toraja Utara, Ny.Damayanti B. Palimbong, bahwa ada Tujuh indikator atau matriks  Pembentukan Kampung PKK yang menjadi tolak ukur Keberhasilan program TP PKK Torut, sebagai berikut:

  1. Persiapan dan Pelaksanaan yang meliputi Penyusunan Program, Pertemuan dengan Kepala Lembang, Dasa Wisma dan sosialisasi Kampung PKK;
  2. Penerapan Giatku PKK (Gerakan Tertib Administrasi , Keuangan dan Operasionalisasi PKK);
  3. Penerapan Gerakan Keluarga Bahagia perihal Perlindungan Anak dan Perempuan, Peningkatan Karakter Keluarga dan Gotong-royong;
  4. Penerapan Gerakan Keluarga Indonesia dalam peningkatan kualitas pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Galeri Pelangi);
  5. Gerakan membangun kualitas Keluarga melalui sandang, pangan, perumahan, tata laksana Indonesia (Gerbang Kusapa Teratai);
  6. GAGAH BENCANA (Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana);
  7. Pembiayaan dan pelaporan data meliputi SMEP Kabupaten dan SMEP Provinsi

‎‎Lebih lanjut, Damayanti menjelaskan bahwa data merupakan sumber utama untuk memetakan kondisi wilayah dan kondisi masyarakat. Untuk itu tenaga penggerak serta Kampung KB harus terlibat aktif dalam pelaksanaan pendekatan program-program yang direncanakan menggunakan website Kampung KB.

“Sedangkan untuk dampak dapat diukur dengan menggunakan Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga), agar supaya program-program dan kegiatan yang kita laksanakan lebih efektif dan efesien, dan mencapai hasil Kampung Keluarga yang berkualitas seperti harapan kita bersama,” pungkas Damayanti. (*)

  • Penulis: Citizen Reporter: Anny Marimbuna
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less