Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » JKN Dampingi Mertua Nengsi Jalani Perawatan Patah Tulang

JKN Dampingi Mertua Nengsi Jalani Perawatan Patah Tulang

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Kam, 16 Nov 2023
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Saat melakukan aktivitas sehari-hari kadang tak luput dari musibah. Tidak terkecuali dengan Yohana Leon (70), seorang ibu rumah tangga asal Desa Kaduaja, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja, yang terjatuh ketika berjalan di halaman rumahnya. Akibat kejadian tersebut dirinya harus dirawat di Rumah Sakit Lakipadada karena patah tulang.

Kepada tim Jamkesnews (10/10), ia menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya. “Waktu itu berjalan di halaman depan rumah tiba-tiba terjatuh, kemudian ditolong menantu saya dan lengan kanan saya terasa sangat sakit. Kemudian saya dibawa ke UGD , dan dilakukan pemeriksaan rontgen, dokter mengatakan bahwa kemungkinan patah tulang,” ujarnya.

Nengsi (30) yang merupakan pendamping sekaligus menantu Yohana mengungkapkan bahwa ibu mertuanya selalu memanfaatkan program JKN dari mulai pengobatan di puskesmas hingga rumah sakit tempat ia dirawat sekarang. Dirinya mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengurus keperluan administrasi.

“Pelayanan kesehatan cukup bagus dan semuanya cepat. Waktu itu saya mengurus pendaftaran hanya diminta tunjukan KTP ibu saya. Kemudian dibantu oleh petugas untuk cek kepersertaan BPJS dan tidak ada masalah,” ungkapnya.

Saat ini Nengsi masih menunggu hasil observasi tim dokter yang menangani ibu mertuanya. Rasa sakit yang dialami pasca kejadian tersebut kini berangsur reda. Saat ini tangan Yohana telah terpasang gips yang berfungsi mengurangi gerakan agar posisi tulang yang patah tidak bergeser.

“Saya dan keluarga berharap semoga ibu saya cepat pulih dari sakitnya. Kebetulan kami di sini baru dua hari jadi masih menunggu hasil pemeriksaan lagi, semoga secepatnya dapat keluar hasil pemeriksaanya,” katannya.

Terdaftar sebagai peserta program JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) mandiri kelas satu, ia merasakan banyak manfaat. Nengsi mengaku dirinya sudah tidak khawatir tentang biaya perawatan karena sudah dijamin JKN. Saat ini ia beserta keluarga hanya fokus untuk mendukung psikis ibunya yang secara tidak langsung berdampak juga dengan cepat lambatnya proses penyembuhan.

“Tentu sangat banyak manfaat yang di dapat sebagai peserta BPJS (program JKN). Kami sekeluarga semuanya sudah terdaftar BPJS. Saat ini kami sudah tenang dan tidak terlalu memikirkan biaya, mungkin kalau tidak pakai BPJS tentu bagi kami terasa berat, apalagi patah tulang mungkin lama penyembuhannya,” imbuhnya.

Untuk menambah kenyamanan, keluarga memutuskan untuk naik kelas rawat ke Very Important Person (VIP). Petugas telah memberikan informasi secara jelas dan mudah dimengerti tentang adanya selisih bayar yang menjadi tanggungan pasien karena perubahan kelas tersebut.

“Terdaftar sebagai pasien kelas satu namun saya sekeluarga memilih untuk pindah ke ruang inap VIP. Harapanya ibu saya lebih nyaman sehingga lebih tenang dalam menjalani pengobatan,” terangnya.

Sebagai pendamping pasien program JKN, Nengsi tidak melihat adanya suatu perbedaan dalam hal layanan kesehatan. Petugas medis serta fasilitas kesehatan yang diberikan pihak rumah sakit menurutnya cukup baik. Ia juga berterima kasih kepada pemerintah karena melalui program tersebut ibu mertuanya dapat tertolong lebih cepat.

“Pelayanan kepada pasien BPJS sudah cukup bagus, terima kasih sudah membantu ibu mertua saya untuk mengobati patah tulang. Semoga program–program yang dijalankan oleh BPJS juga semakin meningkat dan diberikan kemudahan,” ungkapnya.

Ia juga berharap kepada masyarakat yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta program JKN untuk segera mungkin mendaftar. Manfaat yang banyak diterima tentu tidak sebanding dengan sedikitnya jumlah iuran yang dibayarkan tiap bulannya. Kesehatan merupakan satu asset penting yang harus terlindungi. (*)

Penulis: Arsyad Parende/Rls
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penurunan Penumpang Bus di Bua Tallulolo Dikeluhkan Wisatawan

    Penurunan Penumpang Bus di Bua Tallulolo Dikeluhkan Wisatawan

    • calendar_month Kam, 23 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kebijakan pemerintah Kabupaten Toraja Utara melarang bus angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) masuk dan menurunkan penumpang di dalam kota Rantepao di atas pukul 06.00 Wita, dikeluhkan wisatawan dan penumpang. Akibat larangan masuk kota Rantepao di atas jalan 06.00 Wita pagi itu, sejumlah bus AKDP jurusan Makassar-Toraja terpaksa menurunkan penumpang di pinggir […]

  • 32 Tim Berlaga di Ajang Turnamen Futsal PPGT Hermon Manggasa’ Cup III

    32 Tim Berlaga di Ajang Turnamen Futsal PPGT Hermon Manggasa’ Cup III

    • calendar_month Jum, 22 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sebanyak 32 Tim berlaga di ajang Turnamen Futsal Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Jemaat Hermon Manggasa’ (PPGT HMG CUP III) yang mulai digelar Kamis, 21 Oktober sampai dengan Sabtu, 23 Oktober 2021 di Arena Futsal STIKLA INDOOR SOCCER. 32 Tim ini berasal dari berbagai denominasi Gereja dan Organisasi Kristen yang ada di Kabupaten […]

  • Mengenang 106 Tahun Wafatnya Misionaris A.A Van de Loosdrecht

    Mengenang 106 Tahun Wafatnya Misionaris A.A Van de Loosdrecht

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Peringatan dan perenungan 106 tahun wafatnya misionaris Antonie Aris Van de Loosdrecht dilaksanakan di dua tempat dalam waktu yang bersamaan, Rabu, 26 Juli 2023. Tempat pertama yakni di Rantedengen, Bori’, tempat dimana zendeling asal Belanda tersebut dibunuh. Kemudian, tempat kedua di Buntu Ria, Karassik, Rantepao, tempat pekabar Injil itu dimakamkan. Antonie Aris […]

  • Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan di Tepi Sungai Masuppu

    Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan di Tepi Sungai Masuppu

    • calendar_month Sel, 20 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MASANDA — Sesosok mayat pria paruh baya ditemukan di tepi Sungai Massapu, Lembang Ratte, Kecamatan Masanda, Tana Toraja, Selasa, 20 April 2021. Setelah dievakuasi warga dan Babinsa Lembang Ratte, mayat lelaki itu dikenali sebagai Belo, 56 tahun, warga Dusun Penanian, Lembang Rantte, Kecamatan Masanda, Tana Toraja. Informasi yang diperoleh kareba-toraja.com, menyebutkan pada Senin, 19 […]

  • Sudah Tidak Layak Digunakan, Masyarakat Lembang Pa’tengko Swadaya Bangun Kantor Lembang Baru

    Sudah Tidak Layak Digunakan, Masyarakat Lembang Pa’tengko Swadaya Bangun Kantor Lembang Baru

    • calendar_month Sen, 29 Mar 2021
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE  — Sikap Masyarakat Lembang Pa’tengko Kecamatan Mengkendek bisa menjadi contoh bagi kita semua, tidak selalu menunggu bantuan Pemerintah, tapi bahu membahu melalui swadaya untuk pembangunan didalam wilayahnya. Melalui program swadaya, masyarakat Lembang Pa’tengko akhirnya bisa bangun gedung Kantor Lembang baru untuk menggantikan Gedung Kantor Lembang yang lama yang sudah tidak layak. Tidak hanya […]

  • Sepekan Menghilang, Ambe’ Lopo’ Ditemukan Sudah Jadi Mayat di Buntu Tulak Langi’

    Sepekan Menghilang, Ambe’ Lopo’ Ditemukan Sudah Jadi Mayat di Buntu Tulak Langi’

    • calendar_month Jum, 11 Agu 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, REMBON — Tim SAR Palopo bersama aparat kepolisian berhasil menemukan Ambe’ Lopo’ atau Lamba’ (80), yang dilaporkan hilang sejak 2 Agustus 2023. Ambe’ Lopo’ ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di Buntu Tulak Langi’, Lembang Sarapeang, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja, Jumat, 11 Agustus 2023. “Korban kami temukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di […]

expand_less