Hasil Uji BPOM, Keracunan Ratusan Siswa di Tana Toraja Dipastikan Karena Konsumsi Menu BMG
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 50 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dapur MBG Batupapan 1 selaku penyedia MBG penyebab keracunan (Kiri), Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja Yosefina Rombetasik (Kanan). Foto: Istimewa
KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja telah menerima laporan hasil uji sampel keracunan pangan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Selatan terhadap menu makan bergizi gratis (MBG) yang diduga jadi penyebab gejala keracunan terhadap ratusan siswa di Tana Toraja.
Dari surat yang diterima secara elektronik Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja tanggal 09 September 2026 mengungkapkan adanya bakteri Escherichia Coli pada menu ayam masak bumbu kuning.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja Yosefina Rombetasik menegaskan adanya cemaran mikrobiologi/ bakteri Escherichia Coli (E. Coli) pada sampel yang diuji yakni ayam masak bumbu kuning ini, yang dapat menyebabkan salah satu gejala keracunan makanan yang dikonsumsi seperti diare, mual, muntah dan sakit perut.
Yosefina Rombetasik mengatakan berdasarkan Surat Kepala BPOM di Makassar No.T-PW.04.08.50B.09.26.756 tanggal 9 September 2026 Perihal Penyampaian Laporan Hasil Uji Sampel Keracunan Pangan maka dapat kami sampaikan sebagai berikut :
“Pada Laporan Hasil Pengujian Sampel KLB keracunan Pangan SMP 1 , SMP 2 dan SDN 5, SDN 9 didapatkan hasil uji sampel cemaran Mikrobiologi dan Uji Cemaran Kimiawi : pada Nasi putih, Tempe Mendoan,Sayur tumis jagung+ Wortel + Labu Siam,Ikan Nila, dengan parameter uji : E- Coli, Angka Staphylococcus areus, Salmonella, Methanil Yellow, Sianida dan Nitrit : Hasil uji Negatif ( Memenuhi syarat )” tutur Yosefina Rombetasik
Yosefina Rombetasik mengurai bahwa pada sampel Ayam masak bumbu Kuning yang dikonsumsi SMP dan SD ditemukan positif mengandung bakteri Escherichia Coli.
Adapun kadar bakteri E Coli yakni 5,7 x 10³ CFU/g untuk sampel ayam bumbu kuning yang dikonsumsi siswa SMP dan Positif E Coli : 5,3 x 10³ CFU/g untuk sampel ayam yang dikonsumsi siswa SD.
Yosefina Rombetasik mengatakan syarat bakteri Escherichia Coli (E Colo) pada makanan <1,1 CFU/g (nol)
Yosefina mengatakan pada Uji Irisan Melon, uji cemaran mikrobiologi/bakteri: E- Coli, angka Staphlococcus aureus, Salmonella (hasil uji negatif) dan uji cemaran kimiawi untuk Sianida (negatif) dan Nitrit (positif) dalam kadar yang kecil.
“Sementara secara alami sayur dan buah dapat mengandung nitrit dalam jumlah yang sangat kecil karena penyerapan nitrat dari tanah atau air yg kemudian diubah oleh aktivitas bakteri” tutup Yosefina Rombetasik. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar