oleh

Dua Ikon Wisata Tana Toraja Tidak Terawat, Pengunjung Mengeluh

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dua ikon wisata milik Kabupaten Tana Toraja yakni Objek Wisata Religi Patung Yesus di Buntu Burake dan Agrowisata Pango – Pango di Kelurahan Pasang, Makale Selatan, kondisinya tidak terawat.

Dalam tiga hari terakhir, redaksi KAREBA TORAJA menerima beberapa keluhan pengunjung terkait kondisi dua objek wisata andalan Tana Toraja tersebut.

Keluhan pertama datang dari akun Instagram Nani Tato Kamba yang mengeluhkan kondisi kebersihan objek wisata Burake yang kotor dan penuh sampah.

Selain itu kondisi relief jalan salib yang berada di sekitar kaki patung juga banyak yang rusak sehingga dikritisi pengunjung.

“Setelah bertahun-tahun baru kesini lagi, dan miris lihatnya, ngak terawat, lama -lama bisa terbengkalai, sampah dimana-mana, beberapa bagian rusak (kaca pecah dan bagian pahatan rusak),” tulis akun Nani Tato Kamba.

Baca Juga  Jasad Lelaki Berusia 46 Tahun Ditemukan di Kurra, Tana Toraja

Kritikan akun Nani Tato Kamba ini disertai dengan postingan foto kondisi sampah dan kerusakan pahatan dinding di objek wisata Burake.

Sementara itu, akun Instagram Tataa Makeup (MUA Pinrang) juga menyampaikan kritikan terhadap pengelolaan objek wisat Pango-pango.

“Tempat yang selalu recomended setiap kali ke Toraja, sayangnya tidak terawat, susah banget dapat air toiletnya, bau banget, habis berkunjung kan kita bayar, masak tempat sebagus ini tidak terawatt,” tulis akun Tataa Makeup .

Kepala Dinas Pariwisata Tana Toraja, Adelheid Sosang yang dikonfirmasi, Kamis, 22 September 2022 mengatakan memang di objek wisata religi Burake ada 16 petugas kebersihan yang disiapkan namun entah kenapa masih ada persoalan sampah di sana. “Nanti kita koordinasi lagi dengan OPD terkait soal sampah itu,” katanya.

Baca Juga  Pemda Tana Toraja Gelar Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal RPJMD Tahun 2021-2026

Terkait kerusakan kaca , Adelheid Sosang mengatakan akan menganggarkan di anggaran perubahan jika masih memungkinkan dan pada anggaran induk tahun depan jika tidak memungkinkan dana perubahan.

“Terkait relief, kami sudah koordinasi dengan dinas PRKP untuk perbaikannya karena itu bagiannya PRKP,” terang Adelheid, yang juga mantan Wakil Bupati Tana Toraja itu.

Adelheid juga mengaku dalam rapat koordinasi dengan pimpinan yang akan dilakukan ke depan pihaknya akan mengusulkan agar Burake disiapkan security khususnya pada malam hari.

Terkait Pango-pango, Adelheid Sosang juga mengaku jika sebelumnya sudah melakukan peninjauan kesana dan sudah melaporkan ke Bupati terkait kondisi tersebut dan sudah ada anggaran yang disiapkan untuk toilet dan air disana. (*)

Baca Juga  Tana Toraja; Sekolah Daring, Rambu Solo’ dan Rambu Tuka Ditunda, Ibadah Virtual, Objek Wisata Ditutup

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar