BPS Gereja Toraja Turun Tangan Tekan Angka Stunting

KAREBA-TORAJA.COM, Rantepao — Dalam rangka optimalisasi perwujudan panggilan Gereja Toraja dalam penanganan stunting di dua kabupaten yakni Tana Toraja dan Toraja Utara, Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja menggelar sosialisasi dan pencanangan “Gerakan Gereja Toraja Peduli Stunting”

Kegiatan tersebut di gelar di Aula Pertemuan RS Elim Rantepao, Jum’at 21 Juni 2024.

Kegiatan ini dihadiri Plt. Kepala Dinas Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, Direktur RS Elim Rantepao, dr. Adrian B. Wijaya bersama staf direksi, Ketua Badan Pekerja Klasis, Para Ketua klasis SMGT, PPGT, PWGT dan PKBGT Se – Sinode Wilayah 2 Rantepao dan Wilayah 3 Makale.

Juga hadir melalui sambungan Zoom, Ketua BPS Gereja Toraja Pdt. Alfred Anggui dan Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara.

Baca Juga  Utusan dari 28 Universitas Jawa dan Sumatera Belajar Kerukunan Beragama di Toraja Utara

Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt. Alfred Anggui dalam sambutannya melalui sambungan Zoom mengatakan pertemuan kali ini memperlihatkan kesungguhan dan keseriusan Gereja Toraja bersama dengan Pemerintah di dua Kabupaten untuk turut serta dalam mengupayakan penanganan angka stunting di Toraja.

“Dengan ini kita bisa mengkoordinasikan hal-hal strategis yang bisa kita kerjakan secara sistematis dan betul-betul menjangkau seluruh jemaat yang ada di dua Kabupten di Toraja ini” ujar Pdt. Alfred.

Sementara itu, Ketua Tim Gerakan Gereja Toraja Peduli Stunting yang juga Ketua Bidang V BPS Gereja Toraja, Pdt. Yusuf Paliling dalam sambutannya mengatakan pelayanan atau kepedulian terhadap kesehatan merupakan salah satu tanggung jawab Gereja Toraja, salah satu dari tujuh pokok panggilan Gereja Toraja soal kehadiran Gereja adalah optimalisasi dibidang kesehatan.

Baca Juga  Tiga Atlet Bela Diri Asal Toraja Lolos Seleksi PraPON 2023 Aceh

“Gereja Toraja sungguh menyadari bahwa tugas Gereja bukan hanya menyangkut masalah rohani, bukan hanya menyangkut masalah spiritual tetapi juga menyangkut masalah jasmani” terang Pdt. Yusuf Paliling.

Dalam pertemuan tersebut Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan kedua Kabupaten memaparkan gambaran kondisi stunting dan penanganan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah dihadapan peserta pertemuan sebagai gambaran penanganan stunting di kedua Kabupaten.

Dari hasil pertemuan ini, Tim Gerakan Gereja Toraja Peduli Stunting merencanakan delapan konsep tindak lanjut yaitu :

  1. Penyuluhan ke Klasis dan Jemaat bekerja sama dengan Pemerintah setempat
  2. Intervensi dari Majelis Gereja (MG) terkait pemeriksaan calon pengantin termasuk tim pastoral perkawinan
  3. Intervensi penanganan berupa pemberian makanan tambahan kepada Balita dan Bumil (Program kerja Diakonia : Jemaat dan OIG)
  4. Penggalangan dana : lelang / natura stunting dan atau aksi 1000 untuk stunting dibahas bersama MG, BPK, OIG dan Pemerintah / Tokoh Masyarakat setempat
  5. Pemerintah menfasilitasi lintas denominasi untuk terlibat aktif
  6. Panduan stunting PWGT untuk dishare sebagai edukasi
  7. Peran Bapak / Ibu Asuh atau Gereja Asuh
  8. Bulan edukasi stunting dikoordinir oleh PWGT bersama PKBGT.
Baca Juga  Gubernur: Jembatan “Kembar” Malango’ Bisa Dikerjakan Tahun Ini, Tapi dengan Syarat

Untuk diketahui, berdasarkan data hasil survei Lembaga Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan angka stunting di Tana Toraja mencapai 36,9% sementara Toraja Utara 34,1%.

Penulis : Indra
Editor: Artur

Komentar