Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Sudah Dua Kali Paripurna Penyerahan LKPj Bupati Toraja Utara ke DPRD Ditunda

Sudah Dua Kali Paripurna Penyerahan LKPj Bupati Toraja Utara ke DPRD Ditunda

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Hubungan antara pemerintah dan DPRD Kabupaten Toraja Utara kian rumit. Paripurna Hak Interpelasi yang diajukan sejak 15 Maret 2022 masih diskor dan hingga kini dan belum dilanjutkan. Kini persoalan bertambah lagi. Rapat Paripurna penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati tahun 2021 juga tertunda dua kali.

Penundaan pertama Paripurna LKPj Bupati ini terjadi pada 27 April 2022. Waktu itu, Paripurna diskors karena ada kekeliruan dalam hal visi-misi (yang kemudian diterjemahkan dalam RPJMD Toraja Utara 2016-2021). LKPj yang diserahkan oleh Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong itu sudah menggunakan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang-Frederik Victor Palimbong (Ombas-Dedy).

“Semestinya masih menggunakan visi-misi pemerintah sebelumnya (Kalatiku-Rinto), karena ini masih bagian dari RPJMD tahun 2016-2021,” terang Ketua DPRD Toraja Utara, Nober Rante Siama’.

Bappeda, sebagai OPD yang berkompeten dalam hal penyusunan LKPj Bupati diminta untuk memperbaikinya. Paripurna pun diskor hingga waktu yang tidak ditentukan.

Untuk diketahui, Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara, periode 2021-2026, Yohanis Bassang-Frederik Victor Palimbong dilantik pada 26 April 2021. Sedangkan Pilkada dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Itu sebabnya pembahasan APBD Kabupaten Toraja Utara tahun 2021 masih merujuk pada visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, periode 2016-2021, yakni Kalatiku Paembonan-Yosia Rinto Kadang. Demikian pula Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Strategis Daerah- Perangkat Daerah (RENSTRA) masih menggunakan visi-misi milik Kalatiku-Rinto, yakni “Mekar untuk Sejahtera”.

Kamis, 19 Mei 2022, Paripurna yang diskors tersebut dilanjutkan. Namun, hasil akhirnya, lagi-lagi ditunda. Alasan penundaan kali ini adalah ketidakhadiran Bupati Yohanis Bassang. Kemudian, jumlah anggota dewan yang hadir pun tidak kuorum. Tim LKPj pemerintah juga belum siap, karena materi LKPj-nya masih belum selesai dikonsultasikan ke pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ya diskors lagi,” kata Nober Rante Siama’.

Nober menambahkan, sesuai aturan, LKPj dibahas paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir dan paling lama pembahasan di DPRD itu 1 bulan. Untuk itu dirinya mendesak pemda untuk segera melakukan konsultasi ke bagian pemerintahan Setda Sulsel dengan menyertakan hasil konsultasi tertulis.

“Karena ini kan sudah bulan Mei, mestinya sejak bulan Maret diserahkan,” kata Nober.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Toraja Utara, Samuel Limbong Tandirerung, menjelaskan bahwa alasan menggunakan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, Yohanis Bassang dan Frederik Victor Palimbong dalam LKPj adalah berdasarkan hasil konsultasi lisan dengan sejumlah kabupaten/kota tetangga, yang Pilkada-nya berlangsung sama dengan Toraja Utara.

“Itu sebabnya kami masih menunggu hasil konsultasi dari Pemprov Sulsel,” ujar Samuel. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seleksi Guru PPPK Toraja Utara; Hanya 36 Orang yang Lolos Passing Grade dari 1.180 Peserta Seleksi

    Seleksi Guru PPPK Toraja Utara; Hanya 36 Orang yang Lolos Passing Grade dari 1.180 Peserta Seleksi

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Hasil seleksi kompetensi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Toraja Utara tahun 2021, sangat tidak memuaskan. Dari 1.180 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 36 orang yang memenuhi passing grade atau hanya 3,05% persen peserta yang dinyatakan lulus. Untuk diketahui, ada 1.211 orang guru honorer yang mendaftar untuk menjadi PPPK. […]

  • Potongan Jasad Bayi Ditemukan di Halaman Rumah Kost di Mengkendek, Polisi Lakukan Olah TKP

    Potongan Jasad Bayi Ditemukan di Halaman Rumah Kost di Mengkendek, Polisi Lakukan Olah TKP

    • calendar_month Sen, 4 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Kepolisian Resor Tana Toraja melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan potongan jazad bayi laki-laki di halaman rumah kost, di Lingkungan Saruran, Kelurahan Rantekalua, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Senin, 4 April 2022. Potongan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki dan masih terlilit tali pusar tersebut ditemukan warga pada Minggu, 3 April 2022 petang. […]

  • Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Lembang Sangpeparikan, Kecamatan Mappak, Ditahan

    Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Lembang Sangpeparikan, Kecamatan Mappak, Ditahan

    • calendar_month Kam, 21 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Oknum Kepala Lembang (Desa) Sangpeparikan, Kecamatan Mappak, Kabupaten Tana Toraja, berinisial P, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Kamis, 21 Januari 2021. Sebelum ditahan, oknum Kepala Lembang yang baru dilantik kembali untuk periode kedua pada 4 Januari 2020 ini, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana desa senilai Rp 811 juta. Kepala Kejaksanaan […]

  • Marak Tangkap Ikan Pakai Setrum, Komunitas Pemancing Toraja Minta Aparat Tindak Tegas

    Marak Tangkap Ikan Pakai Setrum, Komunitas Pemancing Toraja Minta Aparat Tindak Tegas

    • calendar_month Ming, 5 Mei 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Komunitas Pemancing Toraja yang tergabung dalam Toraja Fishing Club menyayangkan masih maraknya kegiatan menangkap ikan di alam dengan menggunakan setrum. Di salah satu sungai di Kelurahan Bori’ Kecamatan Sesean Toraja Utara, Minggu, 5 Mei 2024. Salah seorang warga tertangkap kamera sedang menangkap ikan menggunakan setrum. Padahal aktivitas menangkap ikan dengan setrum dilarang […]

  • Berbusana Serba Hitam, Organisasi Wanita Toraja Utara Kampanyekan Gerakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

    Berbusana Serba Hitam, Organisasi Wanita Toraja Utara Kampanyekan Gerakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

    • calendar_month Sel, 10 Des 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sejumlah organisasi wanita di Toraja Utara menggemakan gerakan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kampanye ini dilaksanakan dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, yang jatuh pada tanggal 10 Desember. Kampanye dengan tagline “16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKtP)” ini diinisiasi oleh Pengurus Pusat PWGT bekerjasama dengan Peruati dan Gabungan […]

  • Sektor Perbankan dan Keuangan di Sulsel Tumbuh Positif Selama Pandemi Covid-19

    Sektor Perbankan dan Keuangan di Sulsel Tumbuh Positif Selama Pandemi Covid-19

    • calendar_month Rab, 6 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pandemi Covid-19 ternyata tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan aktivitas perbankan dan keuangan  di Sulawesi Selatan. Aset perbankan mampu tumbuh positif dengan yoy (year over year) sebesar 4,59%. Demikian pula dengan dana pihak ketiga (DPK) dan kredit yang tumbuh 4,60% dan 4,51%. Data-data ini tertuang dalam rilis pers Kinerja Perbankan di Wilayah Sulawesi Selatan, […]

expand_less