Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Diaspora » Apriana Toding, Guru Besar Termuda di LLDikti Wilayah IX Sultan Batara

Apriana Toding, Guru Besar Termuda di LLDikti Wilayah IX Sultan Batara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Selain mencatat sejarah yakni mengukuhkan 5 Guru Besar sekaligus, Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) Makassar, juga melahirkan seorang Guru Besar termuda di lingkup LLDikti Wilayah IX Sultan Batara. Ya, Guru Besar termuda itu ada pada Prof. Apriana Toding, ST., M.EngSc., Ph.D.

Apriani Toding merupakan salah satu dari lima Guru Besar UKIP Makassar yang dikukuhkan pada Sabtu, 12 Februari 2022. Empat Guru Besar lainnya, yakni Prof. Dr. Agus Salim, SH, MH pada Bidang Ilmu Hukum, Prof. Dr. Ir. Melly Lukman, MS (Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Sipil). Prof. Dr. Petrus Peleng Roreng, SE, M.Si (Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi), dan Prof. Dr. Yoel Pasae, ST, MT (Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Kimia).

BACA: Kukuhkan 5 Guru Besar Sekaligus, UKI Paulus Makassar Catat Sejarah

Predikat Guru Besar Termuda di lingkup LLDikti Wilayah IX sebenarnya sudah diperoleh Srikandi Toraja ini pada pertengahan Oktober 2021, tepat pada momen Malam Apresiasi Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara 2021”. (BACA: Srikandi Toraja Ini Dianugerahi Predikat Profesor Termuda LLDikti Wilayah IX), namun baru dikukuhkan pada 12 Februari 2022.

LLDikti Wilayah IX Sultan Batara mencakup Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Prof. Apriana Toding, ST., M.EngSc., Ph.D meraih jabatan fungsional akademik Guru Besar pada usia yang masih relatif muda, 43 tahun. Guru Besar Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) Makassar ini menerima SK Jabatan Fungsional Guru Besar (GB/Professor) pada 27 Oktober 2020 yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDikti IX Prof. Dr. Jasruddin, M.Si di Auditorium Ridwan Saleh Mattayang, Kantor LLDikti IX Makassar.

Prof. Apriana Toding, ST., M.EngSc., Ph.D  adalah putri dari Thomas Toding dan Agustina Limbong asal Sereale Tammuan Limbong – Torea – Ponglu, Toraja Utara itu, juga memiliki segudang prestasi akademik, baik tingkat nasional maupun internasional.

Usai dikukuhkan menjadi Guru Besar UKI Paulus Makassar, 12 Februari 2022 yang lalu, ibu dua anak ini menyampaikan orasi ilmiah berjudul: “Penerapan Akses Teknologi MIMO Relay Dalam Mendukung Kemajuan Wilayah Pedesaan Pada Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi”.

Prof. Apriana Toding, Guru Besar UKIP Makassar, yang juga Guru Besar termuda di LLDikti Wilayah IX Sultan Batara. (foto: dok. pribadi).

Dia menyebut, landasan pikiran dalam judul ini adalah (1) Terjadinya kesenjangan mutu pendidikan dalam proses pembelajaran pada kondisi pandemi Covid-19 wilayah pedesaan, (2) Terjadinya pemutusan informasi pelayanan yang real time dari pusat ke wilayah pedesaan sehingga terjadi infodemik dan slow respon dalam system pencatatan 3T (testing, tracing dan treatment) dalam kondisi pandemic Covid-19, (3) Terjadinya disrupsi ekonomi pada wilayah pedesaan akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, Covid-19 saat ini telah berdampak bagi seluruh masyarakat dan berbagi sektor khususnya sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi di Indonesia. UNESCO melaporkan hampir 300 juta siswa di dunia terganggu kegiatan sekolahnya dan mengancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan. Kementerian Kesehatan Indonesia menyampaikan bahwa sistem kesehatan saat ini harus menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan penanganan pandemi dan pemenuhan pelayanan kesehatan esensial karena hal ini akan mengancam pelayanan kesehatan rutin dasar yang ada di masyarakat. Pandemi Covid-19 juga mempengaruhi perekonomian secara luar biasa, sehingga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa seluruh dunia menghadapi penurunan ekonomi dan menyebabkan kontraksi yang sangat dalam yakni 3,2% dari sisi pertumbuhan ekonomi karena hampir semua negara melakukan pembatasan mobilitas secara ketat.

“Oleh sebab itu, untuk mengurangi kesenjagan mutu Pendidikan, meningkatkan ketepatan informasi pelayanan Kesehatan dan peningkatan pendapatan masyarakat di wilayah pedesaan diperlukan implementasi akses teknologi di wilayah pedesaan yang efektif dan efisien,” katanya.

Menurut Apriana, model akses teknologi MIMO Relay merupakan salah satu solusi pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang dapat diimplementasikan. Sehingga dalam kesimpulan orasi ilmiahnya, terjabar bahwa:

  1. Akan mengurangi kesenjangan mutu dan memberikan pemerataan pelayanan dan keadilan di dunia Pendidikan. Dalam hal ini dengan adanya akses teknologi di wilayah pedesaan para guru dapat meningkatkan kompetansi dan siswa pada meningkatkan kreatifitasnya dalam proses belajar merdeka belajar sehingga dapat memajukan wilayah pedesaan;
  2. Akan memberikan pelayanan yang optimal standar pelayanan minimal dan quiet respon terhadap instruksi dari pusat ke wilayah pedesaan dalam penyebaran informasi akurat di masyarakat serta penguatan system pencatatan testing, tracing dan treatment dalam system informasi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas.
  3. Peluang meningkatkan pendapatan masyarakat lewat pengelolaan objek wisata melalui pendampingan soft skill penggunaak akses teknologi dan system digitalisasi dengan kebijakan pemerintah yang berpihak pada UMKM masyarakat di wilayah pedesaan.

Saat ini, Prof. Apriana Toding, ST., M.EngSc., Ph.D adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UKI Paulus Makassar.

Berfoto bersama keluarga usai pengukuhan Guru Besar UKI Paulus Makassar. (foto: dok. pribadi)

Dia lahir di Sumbawa, NTB, 3 April 1977. Menyelesaikan Strata 1 di UKI Paulus Makassar tahun 2000, kemudian menyelesaikan S2 dan S3 di Curtin University Perth Australia Barat 2005 dan 2014. (*)

Penulis/Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Wafatnya Martir A.A Van de Loodrecht, 106 Obor Akan Dinyalakan di Karassik

    Peringati Wafatnya Martir A.A Van de Loodrecht, 106 Obor Akan Dinyalakan di Karassik

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sejumlah komunitas masyarakat akan menggelar peringatan 106 tahun wafatnya martir Antonie Aris Van de Loodrecht, seorang pekabar Injil atau zendeling asal Belanda, pada Rabu, 26 Juli 2023 besok. Peringatan 106 tahun wafatnya AA Van de Loodrecht akan dipusatkan di komplek pemakaman zendeling di Karassik, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, mulai pukul 16.00 Wita. […]

  • Bertahun-tahun Rusak, Warga Kelurahan Bokin dan Buangin Perbaiki Jalan Secara Swadaya

    Bertahun-tahun Rusak, Warga Kelurahan Bokin dan Buangin Perbaiki Jalan Secara Swadaya

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEBUA — Warga Kelurahan Bokin dan Buangin di Kecamatan Rantebua, Toraja Utara, melaksanakan rabat beton sepanjang 75 meter dengan lebar 3 meter pada jalan poros Bokin-Buangin, tepatnya di Dusun Turunan, Kelurahan Bokin. Dana pekerjaan rabat beton ini berasal dari sumbangan warga setempat, juga dari natura atau lelang pada saat kegiatan pernikahan maupun acara adat […]

  • Kepala Kantor Kementerian Agama Tana Toraja Mengutuk Keras Aksi Pengeboman di Makassar

    Kepala Kantor Kementerian Agama Tana Toraja Mengutuk Keras Aksi Pengeboman di Makassar

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kepala Kantor Kementerian Agama Tana Toraja Drs H. Junaidi Mattu MH mengutuk keras aksi pengeboman yang terjadi di depan Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu pagi 28 Maret 2021. Junaidi Mattu menyebut aksi Pengeboman ini adalah tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama. “Kami atas nama […]

  • “Dinginnya Toraja” Trending Topik di Media Sosial, Begini Penjelasan BMKG

    “Dinginnya Toraja” Trending Topik di Media Sosial, Begini Penjelasan BMKG

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dalam dua hari terakhir sejak kamis sampai jum’at, 20 – 21 Juni 2024, cuaca di Toraja baik Tana Toraja maupun Toraja Utara terasa lebih dingin dari hari-hari biasa terutama di pagi hari. Di Kota Makale, bahkan suhu udara mencapai 16 derajat celcius pada pukul 07.00 wita pagi yang pada hari-hari biasa berkisar […]

  • UKI Toraja Bawa Pulang 3 Piala di Ajang Kontes Robot “Mechatronics Contest” Politeknik Bosowa

    UKI Toraja Bawa Pulang 3 Piala di Ajang Kontes Robot “Mechatronics Contest” Politeknik Bosowa

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Tim Robot UKI Toraja yang berhasil meraih juara pada kontes robot Politeknik Bosowa. (foto: dok. istimewa). KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Universitas Kristen Indonesia Toraja ( UKI Toraja) berhasil raih 3 juara pada ajang Kontes Robot bertajuk “Mechatronics Contest” yang diselenggarakan oleh Politeknik Bosowa Makassar, Jum’at – Sabtu 24-25 Januari 2025. Kontes Robot “Mechatronics Contest” Politeknik Bosowa […]

  • Atlet Sepak Takraw Asal Toraja Terpilih Wakili Indonesia di Ajang BIMPNT EAGA Friendship Games Filipina

    Atlet Sepak Takraw Asal Toraja Terpilih Wakili Indonesia di Ajang BIMPNT EAGA Friendship Games Filipina

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Rastin Banda’ siswa SMA Negeri 2 Rantepao asal Lembang Rinding Kila’, Kecamatan Buntao’ Toraja Utara terpilih menjadi salah satu atlet yang akan mewakili Indonesia di ajang Bimpnt Eaga Friendship Games Ke-11 yang akan dilaksanakan di Filipina, 1-5 Desember 2024. BIMPNT EAGA Friendship Games merupakan pertandingan persahabatan yang digelar dua tahun sekali yang […]

expand_less