Mata Air di KM 5 Mengkendek Jadi Andalan Saat Kemarau, Warga Harap Bantuan Pipa dan Generator dari Pemerintah
- account_circle CR2/IP
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Situasi antrean truk pengangkut air bersih di mata air Kanaan km 5 mengkendendek. (Foto: Arsyad)
KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah menyebabkan sejumlah rumah tangga kesulitan mendapatkan air bersih.
Mata air di RT Kanaan, Kelurahan Tengan Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja ini masih terus mengalir dan menjadi salah satu sumber air yang diandalkan masyarakat.
Pantauan di lokasi Senin 21 September 2026, belasan mobil truk terlihat mengantre untuk mengisi air ke dalam tandon yang berada di atas kendaraan. Aktivitas pengambilan air ini berlangsung sejak pagi pukul 06.00 Wita hingga 21.00 Wita.
Salah seorang warga, Yunus Massora (44), mengatakan tingginya aktivitas pengambilan air terlihat dari banyaknya kendaraan yang datang secara bergantian.
Air yang diambil dari mata air tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah di Mengkendek seperti IAKN, Pesantren, Marinding dan daerah sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan sebagian masyarakat di Kota Makale.
Menurut Yunus, keberadaan mata air tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau yang membuat kebutuhan terhadap air semakin meningkat.
Untuk mengalirkan air dari mata air menuju jalan raya tempat kendaraan mengantre, warga menggunakan pompa yang digerakkan oleh mesin generator. Jarak sumber mata air dengan jalan raya sekitar 250 meter, sehingga diperlukan jaringan pipa untuk menyalurkan air.
Mesin generator dioperasikan hampir tanpa henti selama aktivitas pengambilan air berlangsung. Generator hanya dihentikan sementara selama sekitar satu jam, yakni dari pukul 12.00 hingga 13.00 Wita, sebelum kembali digunakan.
Yunus berharap Pemerintah dapat memberikan dukungan berupa fasilitas jaringan pipa dan generator, sehingga sumber mata air tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
“Harapan kami pemerintah bisa membantu menyediakan pipa dan generator untuk masyarakat,” ujar Yunus.
Hingga malam hari, aktivitas pengambilan air di lokasi tersebut masih berlangsung. Mata air yang tetap mengalir di tengah kemarau menjadi salah satu sumber penting yang menopang kebutuhan air masyarakat di Mengkendek dan sejumlah wilayah sekitarnya. (*)
- Penulis: CR2/IP
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar