Hingga Akhir Agustus 2026, Proyek Sekolah Rakyat di Tana Toraja Belum Selesai, Aktivitas Belajar Kembali Tertunda
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Mengkendek Tana Toraja hingga akhir Agustus 2026. (Foto: Arsyad)
KAREBA-TORAJA.COM,MENGKENDEK — Progres proyek pembangunan Sekolah Rakyat dengan anggaran 241,3 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025/2026 di Kabupaten Tana Toraja belum juga rampung.
Proyek dengan tanggal kontrak 17 November 2025 dengan durasi kontrak 180 hari kalender yang dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana Waskita – FYP KSO dan Konsultan pengawas PT Agrinas Pangan Nusantara – PT Antariksa Globalindo KSO hingga akhir bulan Agustus 2026 proyek belum juga selesai dikerjakan.
Dari pantau Wartawan Kareba Toraja, Senin Sore 31 Agustus 2026 di lokasi proyek Sekolah Rakyat di Jalan Masuk Bandara Toraja, Buntu Mapongka Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, para pekerja masih terlihat sibuk melakukan pekerjaan.
Sejumlah bagian masih dalam pengerjaan seperti pintu gerbang, pagar dan beberapa gedung serta penataan halaman.
Area proyek juga masih dipenuhi debu dari aktivitas bongkar muat kendaraan dan pekerjaan fisik sehingga masih sangat tidak layak untuk aktivitas belajar mengajar.
Kontraktor pelaksana dan pengawas proyek yang coba dikonfirmasi terkait progres pekerjaan dan target penyelesaian proyek tidak bersedia memberikan keterangan.
Keterangan pers justru diwakilkan kepada humas atau juru bicara eksternal Sismay Eliata Tulungallo.
Sismay atau Pong Era mengatakan tidak bisa menjelaskan secara teknis terkait progres pekerjaan namun bisa dilihat sendiri pekerjaan sudah mau rampung.
“Kalau detailnya saya tidak bisa jelaskan tapi adek-adek bisa lihat sendiri bangunan sudah hampir selesai” jelas Pong Era.
Proses Belajar Mengajar Kembali Tertunda
Meski Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru Sekolah Rakyat Kabupaten Tana Toraja tahun ajaran 2026/2027 telah digelar sehak 31 Juli 2026, namun hingga sebulan berlalu proses belajar mengajar tak kunjung dilaksanakan.
Setelah kegiatan MPLS, 180 siswa baru Sekolah Rakyat yang mengikuti rangkaian MPLS diminta kembali ke rumah masing-masing dan akan dipanggil masuk asrama jika pembangunan sekolah telah selesai.
Kepala Sekolah Rakyat 1 Tana Toraja, Lestari Rante Allo saat itu menjelaskan bahwa setelah pembukaan MPLS ini, siswa akan kembali ke rumah masing-masing sambil menunggu jadwal pembelajaran efektif yang dijadwalkan mulai 31 Agustus 2026.
Hal ini dikarenakan kesiapan asrama Sekolah Rakyat yang saat ini belum memungkinkan untuk ditinggali oleh para siswa karena pembangunan belum selesai.
Namun hingga akhir Agustus 2026, pembangunan tak juga selesai sehingga proses belajar mengajar kembali tertunda.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja Adriana Saleng yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp terkait penundaan proses pembelajaran tidak memberikan keterangan. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar