Rapat Pansus LKPJ Bupati Tana Toraja bersama Dinas Kesehatan, Kekurangan Dokter dan Obat Kadaluarsa jadi Sorotan
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Rapat Pansus LKPJ Bupati Tana Toraja bersama Dinas Kesehatan. (Foto: Arsyad/Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Rapat lanjutan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggunganjawaban (LKPJ) Bupati Tana Toraja Tahun 2025 bersama mitra kerja kembali digelar di Ruang Komisi I Gedung DPRD Tana Toraja Rabu 08 April 2026.
Rapat lanjutan Pansus LKPJ dipimpin Ketua Pansus Yusuf Pangaroan (Nasdem) diikuti anggota pansus lainnya yakni Kristian Talebong (PDIP), William Martono (Demokrat), Julius Paturu (Perindo), Sinai (Nasdem), Frans Sandakila (Golkar), Yul Purwanto (Gerindra) dan Marthen Tarukbua (Gerindra).
Dalam Rapat Lanjutan tersebut, Pansus LKPJ menghadirkan OPD terkait yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Yosefina Rombetasik bersama staf.
Dalam rapat tersebut Dinas Kesehatan menyampaikan sejumlah realisasi program pada tahun 2025.
Pansus kemudian menyoroti soal angka kebutuhan tenaga dokter yakni masih dia angka 54% dimana Tana Toraja masih di angka 27 Dokter untuk 100 ribu penduduk sementara standar rasio yang ditetapkan seharusnya 50 Dokter untuk 100 ribu penduduk.
Pansus juga mempertanyakan tentang besaran angka obat kadaluarsa di Dinas Kesehatan pada tahum 2025.
Pansus juga meminta dinas Kesehatan untuk segera mengisi jabatan Kepala Puskesmas Kondodewata yang sudah 1 bulan kosong dimana hal ini karena dianggap dapat mempengaruhi optimalisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan menanggapi meskipun kebutuhan tenaga dokter masih di angka 54% namun saat ini hanya 1 Puskesmas di Tana Toraja yang belum memiliki dokter umum yakni puskemas Lekke’ Kecamatan Simbuang.
Sementara untuk besaran nilai obat kadaluarsa, Dinas Kesehatan Tana Toraja mengklain tahun 2025 telah memusnahkan obat kadalursa jika dirupiahkan senilai 708 juta rupiah. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar