Terhalang Longsor, Warga Simbuang Tana Toraja Tandu Jenazah Sejauh 10 Km
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month Sel, 7 Apr 2026
- comment 0 komentar

Warga Tandu Jenazah Sejauh 10 Km Akibat Jalan Rusak. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, SIMBUANG — Cerita pilu tentang ketertinggalan pembangunan kembali datang dari Kecamatan Simbuang Tana Toraja.
Jenazah seorang warga bernama Kalimbuang (60) harus ditandu sejauh 10 kilometer untuk sampai ke rumah duka karena ambulans yang membawanya dari rumah sakit ke rumah duka terhalang longsor.
Kalimbuang dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Tajuddin Makassar, Minggu pagi 05 April 2026.
Jenazah Almarhum kemudian dibawa ke Tana Toraja lewat Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat menggunakan ambulans.
Saat memasuki wilayah Puangbembe Senin 06 April 2026, ambulans yang membawa jenazah almarhum tidak dapat melintas akibat jalan yang terputus akibat longsor.
Warga kemudian melanjutkan perjalanan membawa jenazah ke rumah duka di Balattaki, Lembang Simbuang, Kecamatan Simbuang dengan cara ditandu.
Peristiwa tersebut langsung dibawa dalam bentuk aspirasi oleh Anggota DPRD Tana Toraja Dapil 3 dari Fraksi Partai Nasdem Sinai dalam rapat Pansus LKPJ Bupati Tana Toraja yang digelar di Ruang Rapat Komisi 1 Gedung DPRD Tana Toraja, Selasa 07 April 2026.
Dihadapan anggota Pansus dan OPD mitra terkait, Sinai kembali menyampaikan kondisi infrastruktur jalan menuju kecamatan Simbuang dan Mappak.
Bahkan Sinai memutar video saat jenazah Almarhum Kalimbuang sedang ditandu sejauh kurang lebih 10 km oleh warga menuju rumah duka melintasi jalan yang rusak.
Sinai berharap kondisi seperti ini tidak terus berulang terjadi. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar