Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Bawa 2.000 Tanda Tangan, Aliansi Masyarakat Serahkan Surat Penolakan Geotermal Bittuang ke Pemprov Sulsel

Bawa 2.000 Tanda Tangan, Aliansi Masyarakat Serahkan Surat Penolakan Geotermal Bittuang ke Pemprov Sulsel

  • account_circle Cr1/NDL
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geothermal di wilayah Balla’, Bittuang, Kabupaten Tana Toraja melayangkan surat penolakannya kepada pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Senin, 30 Maret 2026.

Langkah ini merupakan lanjutan dari berbagai aksi penolakan industri geotermal  di wilayah Bittuang yang telah dilakukan sebelumnya, melalui demontrasi, petisi penolakan, hingga pertemuan langsung dengan dewan perwakilan daerah  (DPRD), hingga pemerintah daerah.

Surat penolakan tersebut merupakan langkah tegas Aliansi Masyarakat Toraja dalam menolak rencana pemerintah untuk menjadikan wilayah Bittuang sebagai daerah industri panas bumi (geothermal).

Surat tersebut memuat 13 alasan penolakan. Selain itu, surat penolakan tersebut berisi kurang lebih 2000 tanda tangan penolakan warga Bittuang, foto-foto persawahan dan pemukiman serta situs budaya (Tongkonan dan Patane) yang terancam hilang ketika proyek serakah tersebut dipaksakan.

Koordinator Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geothermal, Daniel Somba’ menegaskan bahwa bagi warga, Bittuang adalah ruang hidup, ruang dimana adat dan budaya masyarakat adat diproduksi. Didalamnya ada sejarah dan adat budaya yang tidak bisa dinilai dengan angka.

“Bittuang bukanlah ruang kosong yang bisa eksploitasi demi kepentingan perusahaan dan para korporasi rakus,” tegas Daniel, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa surat penolakan yang dilayangkan merupakan alarm keras untuk pemerintah  bahwa masyarakat tidak akan membiarkan wilayahnya untuk dijadikan industri Geothermal.

“Surat penolakan yang sudah kami masukkan di pemerintahan daerah dan Pemerintah Provinsi sebagai pengingat kepada pemerintah bahwa kami tidak akan membiarkan kampung halaman kami dirusak, kami tidak ingin sumber mata air kami hilang, kami tidak ingin tongkonan kami digusur,” tutur Daniel Somba.

Ia juga mengatakan seharusnya pemerintah mampu melindungi masyarakatnya tanpa mengeplotasi.

“Jika pemerintah ingin melindungi rakyatnya, maka seharusnya pemerintah harus meninggalkan pola pembangunan yang eksploitatif dapat merampas kehidupan dan memiskinkan rakyatnya sendiri,” tandasnya. (*)

  • Penulis: Cr1/NDL
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Peringkat Akreditasi UKI Toraja, Begini Penjelasan Lengkap Rektor

    Soal Peringkat Akreditasi UKI Toraja, Begini Penjelasan Lengkap Rektor

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Rektor Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja), Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, SE., M,Si., Ak., CA, menyatakan mahasiswa maupun orang tua tak perlu khawatir soal perpanjangan peringkat akreditasi kampus tersebut. Sebab, UKI Toraja sampai saat ini tetap dinyatakan sebagai perguruan tinggi aktif dalam proses perpanjangan peringkat akreditasi. “Akreditasi UKI Toraja saat ini dalam […]

  • PT Kawan Lama Sejahtera Jajaki Kerjasama Vokasi dengan SMK di Tana Toraja, Toraja Utara dan Enrekang

    PT Kawan Lama Sejahtera Jajaki Kerjasama Vokasi dengan SMK di Tana Toraja, Toraja Utara dan Enrekang

    • calendar_month Sabtu, 19 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sebagai perusahaan yang telah eksis lebih dari 65 tahun pengalaman PT Kawan Lama Sejahtera sebagai penyedia solusi Industri terdepan di Indonesia, berkomitmen tinggi mendukung dunia pendidikan khususnya pengembangan pendidikan vokasi SMK di Indonesia. Pasca penandatanganan perjanjian kerja sama dengan  PT. Kawan Lama Sejahtera dalam mewujudkan link and match antara Pendidikan Vokasi dengan dunia  usaha […]

  • Kecelakaan di Jalan Poros Lolai, 1 Orang Meninggal Dunia, 1 Luka Berat

    Kecelakaan di Jalan Poros Lolai, 1 Orang Meninggal Dunia, 1 Luka Berat

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, LOLAI —Kecelakaan Lalu lintas terjadi di jalan poros menuju objek Wisata Negeri Diatas Awal Lolai, Toraja Utara, Senin, 02 Januari 2023. Kecelakaan tunggal melibatkan satu unit motor Yamaha Aerox dengan nomor polisi DP 3598 KV terjadi sekitar pukul 10.00 wita. Ega’ salah seorang saksi mata menceritakan kronologi kejadian bermula saat pengendara motor yang berboncengan […]

  • Ini 6 Misi Ombas-Dedy untuk Menyelesaikan Permasalahan Pendidikan di Toraja Utara

    Ini 6 Misi Ombas-Dedy untuk Menyelesaikan Permasalahan Pendidikan di Toraja Utara

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang kembali mengungkap soal permasalahan utama dunia pendidikan di Kabupaten Toraja Utara serta misinya menyelesaikan permasalahan itu. Enam permasalah serta enam misi Yohanis Bassang-Frederik Victor Palimbong (Ombas-Dedy) kembali disampaikan Yohanis Bassang saat memberikan materi pada Pelatihan dan Seleksi Calon Kepala Sekolah SD dan SMP Toraja Utara, yang berlangsung […]

  • Film Dokumenter “Tallulolona” Karya Siswa SMAN 2 Toraja Utara Masuk Final FFD 2021

    Film Dokumenter “Tallulolona” Karya Siswa SMAN 2 Toraja Utara Masuk Final FFD 2021

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Film dokumenter berjudul “Tallulolona” karya siswa-siswi SMA Negeri 2 Toraja Utara masuk tiga besar finalis Kompetisi Film Pelajar pada Festival Film Dokumenter (FFD) Yogyakarta, tahun 2021. Pemutaran film tiga finalis FFD 2021 akan dilaksanakan pada Selasa, 23 November 2021 secara luring di Kedai Kebun Yogyakarta. Film Tallulolona menceritakan karya seorang Pendeta bernama […]

  • Meski Sudah Dieksekusi, Persoalan Tanah Tongkonan di Buntu Burake Ini Tetap Berpolemik

    Meski Sudah Dieksekusi, Persoalan Tanah Tongkonan di Buntu Burake Ini Tetap Berpolemik

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kisah sedih dialami Waru Subuh, warga Kelurahan Buntu Burake, Kecamatan Makale, Tana Toraja, yang harus menyaksikan rumah yang ditempatinya selama puluhan tahun dirobohkan alat berat, setelah Pengadilan Negeri Makale melakukan eksekusi atas tanah tempat rumahnya berdiri tersebut, Rabu, 18 Juli 2024. Eksekusi itu dilaksanakan berdasarkan perkara nomor 6/Pdt.G/2022/PN Makale. Ahli Waris Tongkonan […]

expand_less