“Toraja Mengajar”; Inspirasi Orang Sukses untuk Generasi Muda, Terutama di Daerah 3T
- account_circle Desianti/Art
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Panitia HUT ke-79 Gereja Toraja memberikan penjelasan mengenai rangkaian kegiatan "Toraja Mengajar" kepada wartawan di Kantor Pusat BPS Gereja Toraja. (AP/Kareba Toraja).
Tidak punya tambang. Tidak punya pabrik besar. Sumber daya alam terbatas. Yang menjadi andalan Toraja hanya sumber daya manusia (SDM). Itu menjadi dasar pemikiran dari event “Toraja Mengajar” yang merupakan tema utama dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Gereja Toraja tahun 2026.
KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Gereja Toraja akan merayakan Ulang Tahun ke-79 pada tahun ini. Menyongsong momentum ulang tahun tersebut, panitia sudah menyiapkan sejumlah agenda untuk dilaksanakan.
Jika tahun 2024, HUT Gereja Toraja mengangkat tema tentang lingkungan sungai dan tahun 2025 tentang lingkungan hutan, tahun ini, temanya menyangkut pendidikan. Eventnya diberi nama “Toraja Mengajar”.
Ketua Panitia HUT ke-79 Gereja Toraja, Pdt. John Adi Palimbong, dalam keterangannya kepada wartawan di ruang rapat Tongkonan Sangulele, Kantor Pusat Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Kamis, 19 Februari 2026, menjelaskan bahwa tema “Toraja Mengajar” ini berangkat dari sejumlah diskusi menyangkut masa depan dan keberlanjutan generasi muda Toraja.
Pemikiran ini berdasarkan fakta bahwa satu-satunya kekuatan Toraja itu ada pada manusianya. Sehingga, sumber daya manusia Toraja harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan dan kebutuhan zaman.
“Kita tidak punya tambang. Tidak punya sumber daya alam yang besar. Tidak ada pabrik besar. Satu-satunya kekuatan kita adalah sumber daya manusia. Itu menjadi dasar dari tema Toraja Mengajar ini,” terang Pdt John Adi Palimbong.
Dalam prakteknya, lanjut Pdt. John Adi, event Toraja Mengajar ini akan menghadirkan sejumlah “orang sukses”, baik yang ada di luar maupun di Toraja untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta menginspirasi generasi muda Toraja, mulai dari SD hingga perguruan tinggi.
“Yang akan ikut ambil bagian itu, ada Guru Besar, Profesor, CEO (Chief Executive Officer) sejumlah perusahaan ternama, Bupati, dan sejumlah orang sukses lainnya,” urai Pdt. John.
Sasaran utama dari event Toraja Mengajar ini adalah daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Sebelumnya, panitia hanya menyasar tiga daerah, yakni Baruppu’, Bastem, dan Simbuang-Mappak. Namun belakangan, berdasarkan jumlah volunteer (relawan) yang mendaftar, bertambah lagi daerah sasaran, yakni Suppiran, Sa’dan, dan Parandangan (Sapan).
“Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq dan Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong juga akan bertukar tempat mengajar; Pak Dedy ke Makale dan Pak Zadrak ke Rantepao,” tutur Pdt. John Adi.
Saat memberikan keterangan, Pdt John didampingi Ketua 1, Pdt. Okiwentty Kombong, Yaya Rundupadang, Sekretaris Nilma Taulabi’, dan sejumlah panitia lainnya.
Dalam rangkaian “Toraja Mengajar” ini juga akan digelar Expo UKI Toraja di Alun-alun dan Art Centre Kota Rantepao. Dalam Expo ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christi, Ph.D dijadwalkan hadir.
“Undangan sudah kita kirimkan, tinggal menunggu konfirmasi Ibu Wamen. Kami juga sedang melakukan komunikasi dengan sinode di Maluku untuk mengundang Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda,” kata Pdt. Okiwanti Kembong, menambahkan.
Adapun rangkaian kegiatan dalam HUT ke-79 Gereja Toraja ini, diantaranya Ibadah Pembukaan pada tanggal 8 Maret 2026 di Gedung Bunga Lalan Rantepao. Kemudian, Toraja Mengajar dari tanggal 9-14 Maret 2026. Lalu, pada tanggal 25 Maret 2026, akan dilaksanakan Ibadah Syukur HUT ke-79 di Tongkonan Sangulele, Rantepao. Expo UKI Toraja akan berlangsung dari tanggal 26-28 Maret 2026 di Alun-alun Kota Rantepao. Kemudian, kegiatan “MPK dan YPKT di Simbuang dan Mappak dari tanggal 27-29 Maret 2026. Tanggal 29 Maret 2026, ibadah syukur serentak di seluruh jemaat Gereja Toraja. (*)
- Penulis: Desianti/Art
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar