Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gereja » “Toraja Mengajar”; Inspirasi Orang Sukses untuk Generasi Muda, Terutama di Daerah 3T

“Toraja Mengajar”; Inspirasi Orang Sukses untuk Generasi Muda, Terutama di Daerah 3T

  • account_circle Desianti/Art
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tidak punya tambang. Tidak punya pabrik besar. Sumber daya alam terbatas. Yang menjadi andalan Toraja hanya sumber daya manusia (SDM). Itu menjadi dasar pemikiran dari event “Toraja Mengajar” yang merupakan tema utama dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Gereja Toraja tahun 2026.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Gereja Toraja akan merayakan Ulang Tahun ke-79 pada tahun ini. Menyongsong momentum ulang tahun tersebut, panitia sudah menyiapkan sejumlah agenda untuk dilaksanakan.

Jika tahun 2024, HUT Gereja Toraja mengangkat tema tentang lingkungan sungai dan tahun 2025 tentang lingkungan hutan, tahun ini, temanya menyangkut pendidikan. Eventnya diberi nama “Toraja Mengajar”.

Ketua Panitia HUT ke-79 Gereja Toraja, Pdt. John Adi Palimbong, dalam keterangannya kepada wartawan di ruang rapat Tongkonan Sangulele, Kantor Pusat Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Kamis, 19 Februari 2026, menjelaskan bahwa tema “Toraja Mengajar” ini berangkat dari sejumlah diskusi menyangkut masa depan dan keberlanjutan generasi muda Toraja.

Pemikiran ini berdasarkan fakta bahwa satu-satunya kekuatan Toraja itu ada pada manusianya. Sehingga, sumber daya manusia Toraja harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan dan kebutuhan zaman.

“Kita tidak punya tambang. Tidak punya sumber daya alam yang besar. Tidak ada pabrik besar. Satu-satunya kekuatan kita adalah sumber daya manusia. Itu menjadi dasar dari tema Toraja Mengajar ini,” terang Pdt John Adi Palimbong.

Dalam prakteknya, lanjut Pdt. John Adi, event Toraja Mengajar ini akan menghadirkan sejumlah “orang sukses”, baik yang ada di luar maupun di Toraja untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta menginspirasi generasi muda Toraja, mulai dari SD hingga perguruan tinggi.

“Yang akan ikut ambil bagian itu, ada Guru Besar, Profesor, CEO (Chief Executive Officer) sejumlah perusahaan ternama, Bupati, dan sejumlah orang sukses lainnya,” urai Pdt. John.

Sasaran utama dari event Toraja Mengajar ini adalah daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Sebelumnya, panitia hanya menyasar tiga daerah, yakni Baruppu’, Bastem, dan Simbuang-Mappak. Namun belakangan, berdasarkan jumlah volunteer (relawan) yang mendaftar, bertambah lagi daerah sasaran, yakni Suppiran, Sa’dan, dan Parandangan (Sapan).

“Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq dan Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong juga akan bertukar tempat mengajar; Pak Dedy ke Makale dan Pak Zadrak ke Rantepao,” tutur Pdt. John Adi.

Saat memberikan keterangan, Pdt John didampingi Ketua 1, Pdt. Okiwentty Kombong, Yaya Rundupadang, Sekretaris Nilma Taulabi’, dan sejumlah panitia lainnya.

Dalam rangkaian “Toraja Mengajar” ini juga akan digelar Expo UKI Toraja di Alun-alun dan Art Centre Kota Rantepao. Dalam Expo ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christi, Ph.D dijadwalkan hadir.

“Undangan sudah kita kirimkan, tinggal menunggu konfirmasi Ibu Wamen. Kami juga sedang melakukan komunikasi dengan sinode di Maluku untuk mengundang Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda,” kata Pdt. Okiwanti Kembong, menambahkan.

Adapun rangkaian kegiatan dalam HUT ke-79 Gereja Toraja ini, diantaranya Ibadah Pembukaan pada tanggal 8 Maret 2026 di Gedung Bunga Lalan Rantepao. Kemudian, Toraja Mengajar dari tanggal 9-14 Maret 2026. Lalu, pada tanggal 25 Maret 2026, akan dilaksanakan Ibadah Syukur HUT ke-79 di Tongkonan Sangulele, Rantepao. Expo UKI Toraja akan berlangsung dari tanggal 26-28 Maret 2026 di Alun-alun Kota Rantepao. Kemudian, kegiatan “MPK dan YPKT di Simbuang dan Mappak dari tanggal 27-29 Maret 2026. Tanggal 29 Maret 2026, ibadah syukur serentak di seluruh jemaat Gereja Toraja. (*)

  • Penulis: Desianti/Art
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terekam CCTV dan Sempat Ditarik Sarungnya, Pencuri di Toko Jesica Tallunglipu Ditangkap Polisi

    Terekam CCTV dan Sempat Ditarik Sarungnya, Pencuri di Toko Jesica Tallunglipu Ditangkap Polisi

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO —Seorang pemuda berinisial YT alias TP, 24 tahun, warga Tampo Tallunglipu, ditangkap polisi, Sabtu, 18 September 2021. YT yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini ditangkap di Tondon Siba’ta oleh Tim Reamob Polres Toraja Utara yang dipimpin Aipda Leo Timang. Kepala Seksi Humas Polres Toraja Utara, Ipda Agus Martopo, menjelaskan YT ditangkap atas laporan […]

  • 17 Jemaah Calon Haji Tana Toraja dan 11 dari Toraja Utara Berangkat ke Mekkah

    17 Jemaah Calon Haji Tana Toraja dan 11 dari Toraja Utara Berangkat ke Mekkah

    • calendar_month Sabtu, 18 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sebanyak 28 Jemaah Calon Haji asal Toraja dilepas secara resmi menuju ke Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu, 18 Juni 2022. Ke-28 Jemaah Calon Haji ini terdiri dari 17 JCH asal Tana Toraja dan 11 JCH asal Toraja Utara. 11 Jemaah Calon Haji asal Toraja Utara dilepas secara resmi oleh Bupati Toraja Utara, […]

  • OPINI: Jangan Jadikan Toraja Tumbal Mega Watt

    OPINI: Jangan Jadikan Toraja Tumbal Mega Watt

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh; Fransiskus Allo TORAJA tidak pernah meminta menjadi pusat proyek energi. Ia dikenal dunia karena budaya dan lanskapnya, bukan karena cadangan panas buminya. Namun hari ini, di tengah ambisi transisi energi nasional, wilayah adat di Tana Toraja kembali dipetakan sebagai blok potensi. Pertanyaannya sederhana: apakah demi mengejar megawatt, kita rela menjadikan tanah leluhur sebagai tumbal? […]

  • OPINI: Setiap Orang Berhak Menerima atau Menolak Vaksinasi Covid-19

    OPINI: Setiap Orang Berhak Menerima atau Menolak Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Minggu, 17 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: DR. dr. Ampera Matipanna, S.Ked, MH Setiap orang berhak untuk menentukan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan terhadap dirinya sendiri. Hak ini merupakan bagian dari hak azasi manusia, yaitu the right to self determination. Hak ini kemudian melahirkan hak-hak dalam pelayanan kesehatan yang dikenal dengan istilah hak atas persetujuan tindakan media, atau yang […]

  • Pandemi Covid-19 Picu Peningkatan Angka Kasus Bunuh Diri

    Pandemi Covid-19 Picu Peningkatan Angka Kasus Bunuh Diri

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih satu tahun menjadi salah satu pemicu meningkatkan kasus bunuh diri, bukan saja di Toraja, juga di seluruh Indonesia dan dunia. Hal ini diungkapkan psikiater RSUD Lakipadada Tana Toraja, dr Kristanty Randa Arung, M.Kes, Sp.KJ, dalam diskusi jurnalis menyikapi fenomena sosial terkini di Toraja, yang digelar […]

  • Toraja di Persimpangan; Ketika Adat, Moral, dan Realitas Sosial Saling Bertabrakan

    Toraja di Persimpangan; Ketika Adat, Moral, dan Realitas Sosial Saling Bertabrakan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Fransiskus Allo Pembongkaran arena tarung kerbau di Sa’dan Tiro Allo baru-baru ini kembali memantik polemik publik. Peristiwa itu terjadi dalam rangkaian upacara adat Rambu Solo’, salah satu tradisi paling sakral dalam budaya Toraja. Seperti biasa, masyarakat terbelah. Ada yang melihatnya sebagai penegakan hukum. Ada pula yang menganggap negara dan otoritas moral “gereja” telah mencampuri […]

expand_less