Terkait Dugaan Pelansiran BBM di SPBU Minanga, Begini Tanggapan Pertamina
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 74.918.04 Minanga, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. (AP/Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan perhatian serius terkait pemberitaan tentang dugaan praktek pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsisdi di salah satu Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tana Toraja.
Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo yang dimintai tanggapannya, Senin, 9 Februari 2026 malam, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap transaksi yang terjadi di SPBU Nomor 74.918.04 Minanga, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.
Lebih lanjut, Muhammad Yoga Prabowo menegaskan bahwa jika terbukti ada kejanggalan transaksi, pun praktek pelansiran BBM subsidi, pihak Pertamina akan memberikan teguran dan pembinaan.
“Tentu kami akan melakukan pengecekan transaksinya. Jika terbukti, kami akan memberikan teguran dan pembinaan,” ujar Muhammad Yoga Prabowo, yang dikonfirmasi via telepon.
Diberitakan sebelumnya, terjadi insiden antara sopir minibus yang diduga merupakan pelansir BBM dengan anggota Babinsa dari Kodim 1414 Tana Toraja pada, Sabtu, 7 Februari 2026.
Babinsa yang ingin menegur sopir minibus yang diduga pelansir BBM tersebut ditantang balik. Terjadi adu mulut antara keduanya.
BERITA TERKAIT: Tak Terima Ditegur, Diduga Sopir Pelansir BBM di SPBU Minanga Tantang Babinsa
“Saya tegur baik- baik biar masyarakat yang memang hanya mau mengisi bisa didahulukan, apalagi masih pagi jam 8 sudah macet karena antrian panjang. Namun teguran tersebut tidak diterima,” tutur Babinsa tersebut.
Salah satu sopir yang diduga pelansir justru menantang Babinsa dengan alasan punya hak yang sama untuk mengisi bahan bakar.
“Kami cuma cari makan disini, kami bukan pencuri,” tantang oknum sopir pelansir.
Meski begitu, kata Babinsa, tidak semua sopir pelansir menantang atau melawan saat ditegur. Beberapa sopir pelansir yang lain mau mendengar dan memilih keluar dari antrian.
Oknum Babinsa tersebut sangat menyayangkan sikap arogan beberapa oknum sopir pelansir tersebut yang harusnya justru melihat situasi antrian panjang dan lebih mengutamakan masyarakat umum namun tidak terima ditegur.
“Sangat disayangkan Pak. Ditegur baik-baik malah melawan, sementara antrian sangat panjang mereka bolak balik masuk SPBU,” sesalnya.
Sementara itu, Pengawas SPBU Minanga, Gusti yang dikonfirmasi, Senin, 9 Februari 2026 membenarkan kejadian tersebut. Namun pada saat kejadian dia mengaku sedang off (tidak masuk kantor) sehingga tidak mengetahui persis kronologi kejadian.
Gusti mengatakan kejadian tersebut sudah sampai di pimpinan SPBU dan SPBU sudah mendapatkan teguran dari Provinsi sehingga tidak diizinkan lagi aktivitas pelansir keluar masuk mengisi. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar