Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tana Toraja » PLTA Malea Serahkan Bantuan CSR Rp 150 Juta ke Destinasi Wisata Religi Sa’pak Bayobayo

PLTA Malea Serahkan Bantuan CSR Rp 150 Juta ke Destinasi Wisata Religi Sa’pak Bayobayo

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ UTARA — PT Malea Energy Hydropower yang merupakan operator Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Malea, menyalurkan bantuan corporate social responsibility (CSR) kepada pengelola Destinasi Wisata Religi Sa’pak Bayobayo (SBB) yang terletak di Kecamatan Sangalla’ Utara, Tana Toraja, Minggu, 9 Juli 2023.

Bantuan sebesar Rp 150 juta tersebut diserahkan oleh pimpinan PT Malea Energy Hydropower, Victor Datuan Batara dan diterima General Manager Destinasi Wisata Religi Sa’pak Bayobayo, Michael Andin, didampingi oleh Manajer Operasional SBB Yan Nilus Mogelea, dan Yohanes Massora selaku pengawas pengelolaan SBB.

Victor Datuan Batara menyebut, bantuan program CSR yang diberikan kepada pengelola Destinasi Wisata Religi Sa’pak Bayobayo itu merupakan bentuk kepedulian dan upaya mendukung pembangunan di Kabupaten Tana Toraja, baik dari segi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, maupun lingkungan hidup.

“Bantuan yang diberikan kepada pengelola Destinasi Wisata Religi Sa’pak Bayobayo ini merupakan komitmen dari PT Malea Energy Hydropower melalui program corporate social responsibility (CSR) untuk terus ikut mendorong kemajuan Tana Toraja, termasuk terpenting kemajuan sektor pariwisat,” tutur VDB, sapaan akrab Victo Datuan Batara.

Mantan Wakil Bupati Tana Toraja itu juga menyatakan bahwa PT Malea Energy Hydropower sebagai salah satu perusahaan, memang berorientasi profit. Tapi di sisi lain, kehadiran perusahaan milik Jusuf Kalla tersebut juga tidak terlepas dari tanggung jawab di bidang sosial kemasyarakatan dan bersama pemerintah daerah mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup serta membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di Tana Toraja.

Menurut VDB, Destinasi Wisata Religi Sa’pak Bayobayo sangat layak dibantu karena destinasi ini dengan cepat bisa tampil berkelas dunia dan dikelola dengan baik.

Ditambahkannya, keunikan Sa’pak Bayobayo, yang langsung kelihatan dari banyak fitur alam aneka formasi batuan, aliran sungai, keasrian penuh vegetasi, dan situs-situs budaya seperti makam kuno sangat berkesan bagi pengunjung.

“Kehadiran SBB semakin menguatkan citra Toraja, khususnya Tana Toraja, sebagai salah salah satu kabupaten yang memiliki destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Michael Andin selaku pengelola Destinasi Wisata Religi Sa’pak Bayobayo, mengucapkan terima kasih kepada PT Malea yang telah memberikan bantuan CSR kepada destinasi wisata keluarga kudus Nasareth tersebut.

Michael juga memberikan informasi terkini tentang Destinasi Wisata Religi Sa’pak Bayobayo. Disebutkan, kunjungan ke SBB sekitar 40 ribu orang per tahun. Sehingga Pengelola terus menata lokasi, menambah beberapa fasilitas, serta melakukan pengembangan yang perlu untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengunjung.

“Salah satunya yang mendesak, penataan lahan parkir dengan memanfaatkan dana bantuan dari PT Malea ini,” kata Michael.

Selain itu, lanjut Michael, walau kekhasannya sebagai destinasi wisata religi dan spiritual, dengan ciri alam dan budaya Toraja, SBB juga akan dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi, khususnya yang berkaitan dengan ekologi.

“SBB akan semakin memberi perhatian mengajak pengunjung, terlebih bagi pengunjung usia sekolah dan orang-orang muda, untuk semakin peduli terhadap lingkungan, semakin mencintai alam. Caranya sangat mudah, yaitu dengan menjaga kebersihan,” terang Michael.

Diuraikan lebih lanjut, ada tiga tata tertib utama yang mesti dipatuhi pengunjung selama di SBB. Pertama, wajib menjaga kebersihan di semua area. Kedua, buang sampah pada tempatnya. Dan ketiga, dilarang keras membuang sampah di sembarang tempat.

Merespon informasi dari pengelola SBB, Viktor Datuan Batara mengakhiri kunjungan pemberian bantuan kepada SBB dengan menyampaikan bahwa PT Malea juga secepatnya akan membantu pengadaan 1 buah kontainer sampah untuk SBB. (*)

Penulis: Desianti/Rls
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor di Jalan Poros Makale-Rantepao; 2 Rumah Tertimbun, Air Sungai Meluap Ganggu Kelancaran Lalu Lintas

    Longsor di Jalan Poros Makale-Rantepao; 2 Rumah Tertimbun, Air Sungai Meluap Ganggu Kelancaran Lalu Lintas

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE UTARA — Dua unit rumah milik warga di jalan poros Makale-Rantepao, tepatnya di lingkungan Lion, Kelurahan Lion Tondok Iring, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja tertimbun longsor, Kamis, 9 Mei 204 dini hari. Longsor yang terjadi sekitar pukul 01.45 Wita itu membuat dua rumah milik Natsir atau Papa Apeng dan Ne’ Tibe, mengalami kerusakan […]

  • 9 Hari Jalani Misi Kemanusiaan di Sulbar, Diapresiasi Mensos, Tim Dapur Umum Kembali ke Toraja Utara

    9 Hari Jalani Misi Kemanusiaan di Sulbar, Diapresiasi Mensos, Tim Dapur Umum Kembali ke Toraja Utara

    • calendar_month Jum, 29 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAJENE — Setelah menjalani misi kemanusiaan selama kurang lebih sembilan hari di lokasi pengungsian korban gempa bumi Majene, Sulawesi Barat, Tim Dapur Umum Kabupaten Toraja Utara kembali ke kampung halaman, Jumat, 29 Januari 2021. Tim Dapur Umum yang tergabung dalam Tim Kemanusiaan Kabupaten Toraja Utara untuk korban gempa Sulawesi Barat, berangkat dari Rantepao, Toraja […]

  • Harsiarnas, 65 Radio di Sulawesi Selatan Hentikan Siaran Serentak

    Harsiarnas, 65 Radio di Sulawesi Selatan Hentikan Siaran Serentak

    • calendar_month Kam, 1 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Para insan radio di Sulawesi Selatan menggebrak masyarakat untuk kembali mendengarkan radio dengam cara berbeda. Sebanyak 65 Radio di Sulawesi Selatan mematikan siaran selama 8 menit, 8 detik, tepat pukul 08.08, Kamis, 1 April 2021. Radio se Sulawesi Selatan kompak menghentikan siaran sejenak untuk memperingati Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-88, yang jatuh […]

  • Kedua Kalinya, SPBU Alang-alang di Toraja Utara Terbakar

    Kedua Kalinya, SPBU Alang-alang di Toraja Utara Terbakar

    • calendar_month Sel, 7 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, KESU’ — Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 74.918.02, yang terletak di Alang-alang, Jalan Poros Makale-Rantepao, Kecamatan Kesu’, Kabupaten Toraja Utara, terbakar. Kebakaran terjadi pada Selasa, 7 Februari 2023 sekitar pukul 14.00 Wita. Ini merupakan kebakaran yang kedua kalinya terjadi di SPBU, yang bardiri sekitar 4 tahun itu. Sebelumnya, peristiwa kebakaran melanda sebuah […]

  • Satu Korban Jembatan Putus di Rindingallo Sudah Ditemukan, Balita 3 Tahun Masih Dicari

    Satu Korban Jembatan Putus di Rindingallo Sudah Ditemukan, Balita 3 Tahun Masih Dicari

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RINDINGALLO — Salah satu dari dua korban yang terjatuh ke Sungai Maiting akibat jembatan gantung yang putus di Lembang Lempo Poton, Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara, sudah ditemukan. Korban bernama Adolfina La’bi atau Mama Gibson tersebut ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi jembatan gantung yang putus. “Ya, tadi sekitar jam empat atau setengah lima ditemukan […]

  • OPINI: Eksekusi Tongkonan di Toraja dan Krisis Identitas Budaya

    OPINI: Eksekusi Tongkonan di Toraja dan Krisis Identitas Budaya

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 7Komentar

    Oleh: Fransiskus Allo (Dewan Pakar Pemuda Katolik Komcab Tana Toraja) Tongkonan — Lambang Jiwa Toraja Tongkonan bukan sekadar rumah bagi masyarakat Toraja. Ia adalah pusat kehidupan sosial, simbol leluhur, dan penanda identitas komunitas. Atap melengkung dan pahatan kayu pada dindingnya bukan dekorasi , melainkan cerita, garis keturunan, adat, dan kenangan bersama. Tongkonan memuat sejarah keluarga, […]

expand_less