oleh

Workshop Kurikulum MBKM, UKI Paulus Hadirkan Praktisi, Legal, dan Akademisi

KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Universitas Kristen Indonesi (UKI) Paulus Makassar menggelar Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis MBKM di Hotel Harper Makassar, Senin, 12 September 2022.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari praktisi, legal, dan akademisi.

Workshop ini membahas tentang pengembangan kurikulum yang saat ini diukur dari IKU dalam program Merdeka Kampus Merdeka.

Hadir sebagai Pemateri Workshop, diantaranya Prof. Dr. Hamzah Halim, SH. MH.MAP (Dekan Fakultas Hukum UNHAS), Muh.Sattu Pali,.SH.M.H. (Anggota DPR), dan Helka Rerung, SH (Hakim/Jubir PN Makale).

Workshop ini berjalan dengan lancer dan dihadiri pimpinan Universitas, seperti Rektor UKI Paulus Prof. Dr. Agus Salim, SH, MH, para Wakil Rektor, Sekertaris Universitas, Dekan Fakultas Hukum Dr. Lisma Lumentut, SH, MH dan para Wakil dekan. Beberapa pejabat universitas lain dan para dosen Fakultas Hukum turut berpartisipasi dalam workshop ini.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UKI Paulus di Lembang Karre Penanian Promosikan Beras Sardi Secara Online

Dalam sambutannya, Rektor UKI Paulus, Paulus Prof. Dr. Agus Salim, SH, MH menyampaikan bahwa  ia sangat mengapresiasi kehadiran para narasumber sekaligus bangga karena bisa kita melihat alumni fakultas hukum UKI Paulus menduduki jabatan penting di pemerintahan.

“Dengan diselenggarakannya workshop pengembangan ini bisa semakin memajukan Kurikulum Fakultas Hukum bahkan seluruh Fakultas di UKI Paulus disesuaikan dengan program MBKM-Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dicanangkan pemerintah, sehingga UKI Paulus bisa menjadi Kampus yang unggul,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama UKI Paulus, Dr. Natalia Paranoan, SE M. Si Ak. CA, menyatakan pendidikan masa kini sangat jauh berbeda dengan pendidikan di masa lalu. Saat ini mahasiswa harus memiliki berbagai kemampuan, bukan hanya yang dipelajari dibangku kuliah, namun menguasai berbagai skill yang dapat langsung dipelajari di dunia kerja, antara lain  melalui program magang/praktik kerja selama 6 bulan yang bisa dilakukan di beberapa perusahaan.

Baca Juga  SDN 129 Lea, Tana Toraja, Jadi Pilot Project Penerapan Teknologi MIMO dalam Mendukung PBM

“Dengan demikian mahasiswa tersebut tidak canggung lagi memasuki dunia kerja karena sudah memiliki kemampuan yang dipelajari saat melakukan magang,” terang Dr. Natalia Paranoan. (*)

Penulis: Arsyad Parende/Rls
Editor: Arthur

Komentar