Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Warga Toraja Utara, Agustina, Langsung Rasakan Manfaat Menjadi Peserta JKN Segmen PBI

Warga Toraja Utara, Agustina, Langsung Rasakan Manfaat Menjadi Peserta JKN Segmen PBI

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Senin, 18 Des 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Salah satu jenis segmentasi dari program JKN adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah. Penerima manfaat Program JKN dari segmen PBI mendapat bantuan iuran kesehatan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah tiap bulannya. Untuk mendaftarkan diri ke dalam segmen tersebut, calon peserta PBI harus menjalani serangkaian tahapan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Agustina Randa Lembang (30), warga Lempo, Kecamatan Sesean, yang telah berhasil menjadi peserta JKN segmen PBI. Kepada Tim Jamkesnews, pertengahan November 2023 lalu, ia menceritakan pengalamannya tersebut.

“Kalau sekarang saya bersyukur karena sudah terdaftar sebagai anggota BPJS yang tiap bulannya sudah dibantu oleh pemerintah untuk membayarkan iuran. Waktu itu saya mengajukan diri ke lembang (desa) dan disana dijelaskan mengenai persyaratannya. Kemudian diberikan surat rekomendasi untuk disampaikan ke Dinas Sosial,” jelas Agustina.

Saat ditemui di sela-sela menunggu antrean pengambilan obat di Rumah Sakit Marampa Rantepao, ia bercerita saat ini dirinya sedang menderita penyakit syaraf yang membuatnya harus bolak-balik ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Pada mulanya ia merasakan mual dan sakit kepala yang tak kunjung membaik kemudian oleh keluarga ia dibawa ke UGD Rumah Sakit Marampa dan menjalani rawat inap selama tiga hari dua malam.

“Waktu itu masuk ke rumah sakit tidak memakai surat rujukan dari Puskesmas karena kondisi saya saat itu harus sesegera mungkin mendapatkan pertolongan. Setelah pemeriksaan oleh dokter maka saya disarankan untuk rawat inap sampai kondisi membaik,” tuturnya.

Dirinya sangat bersyukur telah terdaftar Program JKN mengingat tanpa adanya bantuan dari pemerintah tersebut mungkin akan terasa lebih berat. Setiap kali merasa sakit ia akan sesegera mungkin ke puskesmas untuk mendapatkan rujukan berobat ke rumah sakit.

“Tidak ada biaya selama ini sudah beberapa kali kontrol dan ambil obat dirumah sakit sesuai resep dokter. Manfaat dari BPJS (Program JKN) sudah saya rasakan, apalagi butuh waktu untuk proses penyembuhan sakit syaraf ini. Saya merasa tenang dan tidak takut untuk berobat karena sudah terlindungi,” katanya.

Lebih lanjut ia juga berharap agar pemerintah lebih gencar memberikan edukasi kepada masyarakat desa perihal program JKN ini. Menurutnya beberapa masyarakat di sekitar tempat tinggalnya terkadang merasa takut untuk berobat karena biaya yang mahal. Dengan keikutsertaan dalam program JKN tentu akan meringankan beban tersebut.

“Semakin banyak masyarakat yang ikut BPJS ini tentu semakin banyak juga yang tertolong utamanya kepada masyarakat yang kurang mampu. Biaya rumah sakit semakin mahal dengan adanya bantuan pemerintah ini maka masyarakat tidak perlu takut untuk berobat,” ungkap Agustina.

Kemudahan untuk mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP menjadikan keunggulan tersendiri. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Agustina yang merasa mudah ketika mendaftar rawat inap waktu itu. Kesetaraan dalam hal pelayanan juga membuat pasien penerima manfaat JKN mendapatkan hak nya sama seperti pasien umum lainnya.

“Petugas waktu saya mendaftar hanya mengecek KTP saja dan setelah pemeriksaan maka saya langsung mendapatkan kamar inap,” imbuhnya.

Banyaknya manfaat yang ia dan keluarga rasakan selama ini membuatnya tak ragu untuk merekomedasikan kepada masyarakat sekitar untuk menjadi salah satu peserta program. Kesehatan keluarga merupakan asset penting yang harus dilindungi sedini mungkin agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Biaya kesehatan yang identik mahal dapat disiasati dengan program gotong royong tersebut.

“Terima kasih juga kepada peserta BPJS lain karena sudah rutin membayar iuran. Semoga nantinya program JKN terus berkelanjutan agar masyarakat semakin ringan dan mudah dalam berobat,” pungkas Agustina. (*)

Penulis: Siska Papalangi’/Rls
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PN Makale Eksekusi Tanah Sengketa Seluas 11 Hektar dan 9 Rumah di Lembang Poton Bonggakaradeng

    PN Makale Eksekusi Tanah Sengketa Seluas 11 Hektar dan 9 Rumah di Lembang Poton Bonggakaradeng

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Arsyad/Monika
    • 0Komentar

    Eksekusi Pengosongan Tanah Sengkete seluas 11 Hektar berisi 9 Rumah di Lembang Poton Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja. (Foto/AP-Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, BONGGAKARADENG — Pengadilan Negeri Makale (PN Makale) melalui panitera yang ditunjuk oleh PN Makale melakukan eksekusi tanah sengketa yang terletak di Tombang, Lembang Poton, Kecamatan Bonggakaradeng Tana Toraja, Selasa 29 Juli 2025. Meski eksekusi dilakukan […]

  • Kapolres Tana Toraja Pastikan Penanganan Kasus Kematian Nelson Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

    Kapolres Tana Toraja Pastikan Penanganan Kasus Kematian Nelson Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Kapolres Tana Toraja AKBP Budi Hermawan menerima Audiensi pengunjuk rasa yang mempertanyakan perkembangan kasus kematian Nelson. (Foto/Arsyad-Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kepala Kepolisian Resort Tana Toraja AKBP. Budi Hermawan memastikan proses penanganan kasus kematian Nelson, remaja yang ditemukan gantung diri di Makale 11 Maret 2025 lalu berjalan transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Penegasan ini […]

  • Kepala BPBD Akui 4 Proyek Penanggulangan Bencana Senilai Rp 8,5 Miliar Lambat Penyelesaiannya

    Kepala BPBD Akui 4 Proyek Penanggulangan Bencana Senilai Rp 8,5 Miliar Lambat Penyelesaiannya

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Empat Paket Proyek Rekonstruksi Program Penataan Sistem Dasar Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja belum selesai pekerjaannya hingga batas waktu yang ditentukan, yakni akhir Desember 2025. Keempat paket pekerjaan senilai kurang lebih Rp8,5 miliar tersebut semuanya diadendum untuk diselesaikan pekerjaannya pada tahun 2026. Keempat paket proyek tersebut, […]

  • Sidang Perdana Kasus Narkoba Oliv dkk, JPU Ungkap Asal Narkoba

    Sidang Perdana Kasus Narkoba Oliv dkk, JPU Ungkap Asal Narkoba

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Sidang Pertama Kasus Narkoba Oliv dkk di Pengadilan Negeri Makale. (Foto: Arsyad/Kareba Toraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan 4 tersangka dan menyeret nama Kasat Narkoba dan Kanit Narkoba Polres Toraja Utara memasuki babak baru. 4 tersangka masing – masing Oliv, Doni, Jaya, Damri mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makale. Sidang […]

  • Erick Tohir di Mata Aktivis 98

    Erick Tohir di Mata Aktivis 98

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Yervis Pakan 34 Tahun lalu, gelora semangat pemuda, pelajar dan mahasiswa membaur dalam gerakan reformasi total. Dari berbagai daerah muncul berbagai tuntutan, yang akhirnya menumbangkan pucuk pimpinan Orde Baru saat itu. Itu bukan perjuangan yang gampang, tapi sama seperti perjuangan lain harus mengorbankan materi, waktu, air mata bahkan nyawa. Pemerintah semenjak Reformasi sudah beberapa […]

  • 1.182 Peserta Ikut Seleksi CPNS di Toraja Utara, yang Mau Diterima 46 Orang

    1.182 Peserta Ikut Seleksi CPNS di Toraja Utara, yang Mau Diterima 46 Orang

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTELEMO — Sebanyak 1.182 peserta mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Toraja Utara tahun 2021. Selain CPNS, terdapat pula 275 peserta yang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non Guru. Formasi yang diperebutkan oleh ribuan peserta seleksi itu, yakni 46 orang untuk CPNS dan 85 orang untuk […]

expand_less