Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Terpilih Ketua Pengkab PELTI Tana Toraja, Ini Program Kerja Richard Edwin Bosoeki

Terpilih Ketua Pengkab PELTI Tana Toraja, Ini Program Kerja Richard Edwin Bosoeki

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (PELTI) Tana Toraja menggelar Musyawarah Daerah (Musda), Jumat, 16 Juni 2023 bertempat di ruang rapat Arion Caffee Makale, Tana Toraja.

Musda PELTI Tana Toraja ini menunjuk Ketua Pengadilan Negeri Makale, Richard Edwin Bosoeki sebagai Ketua Pengkab PELTI Tana Toraja Periode 2023-2028.

Richard Edwin Bosoeki terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PELTI Tana Toraja menggantikan ketua PELTI sebelumnya, yakni Berty Mangontan yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tana Toraja.

Kepada wartawan setelah terpilih sebagai Ketua Pengkab PELTI Tana Toraja, Richard Edwin Bosoeki memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan selama periode kepemimpinannya.

Richard Edwin Bosoeki berkomitmen untuk melanjutkan program yang ada saat ini.

“Musda ini sebenarnya hanya bertujuan untuk meligitimasi bahwa PELTI Tana Toraja itu ada dan siap mencetak atlet berprestasi ke depan,” urai Richard Edwin Bosoeki.

Harapannya, pemerintah daerah, dalam hal ini KONI Tana Toraja, bisa membantu dalam hal merangsang anak muda Toraja untuk mengenal dan meminati olahraga Tennis dengan penegenalan ke sekolah-sekolah.

“Kalau anak-anak Toraja sudah mulai mengenal tenis, tentu kita akan fasilitasi program pelatihan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada saat ini yakni lapangan tennis milik Dinas PUPR dan tentu ujungnya nanti akan bermuara pada prestasi,” ujar Richard Edwin.

Richard mengatakan, selain peminatan ke generasi muda, PELTI Tana Toraja juga akan menfasilitasi pelatih lokal yang ada di Toraja agar bisa mendapatkan lisensi.

“PELTI Tana Toraja juga akan memprioritaskan pemeliharaan dan pembenahan fasilitas-fasilitas pendukung di lapangan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Diresmikan, ESR Comunity Sukamaju Raya Tancap Gas Realisasikan Program Kerja

    Usai Diresmikan, ESR Comunity Sukamaju Raya Tancap Gas Realisasikan Program Kerja

    • calendar_month Sabtu, 6 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, LUWU UTARA — ESR Community Sukamaju Raya, usai diresmikan oleh Eva Stevany Rataba, anggota DPR RI dari Dapil Sulsel III, langsung menjalankan program kerja. Salah satunya membantu anak sekolah yang kurang mampu dan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan dipimpin langsung oleh Ketua ESR Community Sukamaju Raya, Arya Saputra bersama kepala dusun Malengko, Selvi […]

  • Kongres Nasional XIX Pemuda Katolik Resmi Dibuka, Toraja Kirim Dua Utusan

    Kongres Nasional XIX Pemuda Katolik Resmi Dibuka, Toraja Kirim Dua Utusan

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, PALANGKARAYA — Kongres Nasional XIX Pemuda Katolik tahun 2024 resmi dibuka, Kamis, 24 Oktober 2024. Kongres XIX yang mengangkat tema: “Komitmen Pemuda Katolik Mengawal Keberlanjutan Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045”, berlangsung di Hotel Best Western Batang Garing, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kongres ini berlangsung dari tanggal 24-27 Oktober 2024 dengan beberapa agenda, diantaranya evaluasi kepengurusan […]

  • Nasdem Peduli ” Berbagi Kasih Tanpa Batas” di Toraja

    Nasdem Peduli ” Berbagi Kasih Tanpa Batas” di Toraja

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Desianti/Rls
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Aksi sosial dalam rangka berbagi kasih kepada sesama terus dilakukan Kader Partai NasDem di Kabupaten Toraja Utara. Salah satunya dilakukan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Dapil Sulawesi Selatan III, Eva Stevany Rataba. Legislator perempuan NasDem dari Toraja bersama Tim Rumah Aspirasi serta Pengurus DPD Partai Nasdem Toraja Utara ini menggelar […]

  • Cegah ASF, Bupati Toraja Utara Larang Perdagangan Ternak Babi Antar Daerah

    Cegah ASF, Bupati Toraja Utara Larang Perdagangan Ternak Babi Antar Daerah

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang melarang pedagang, perusahaan, atau perorangan untuk memasukkan atau mengeluarkan ternak babi dan produk olahannya, dari dan ke wilayah Kabupaten Toraja Utara. Larangan ini berlaku efektif sejak 30 Mei 2023 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Larangan perdagangan ternak babi antar daerah ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati […]

  • Ditambah Partai Nasdem, Dedy Palimbong Sudah Terima Rekomendasi Tiga Parpol

    Ditambah Partai Nasdem, Dedy Palimbong Sudah Terima Rekomendasi Tiga Parpol

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Wakil Bupati Toraja Utara incumbent, Frederik Victor Palimbong menerima rekomendasi dari Partai Nasdem untuk maju sebagai Calon Bupati Toraja Utara pada Pilkada tahun 2024. Penyerahan rekomendasi dari Partai Nasdem ini dilakukan oleh Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu, Kamis, 2 Agustus 2024 malam. Ketua DPD Partai Nasdem Toraja Utara, yang […]

  • Muat Pasal Kontradiktif, Ranperda RTRW Tana Toraja Ditolak Mahasiswa

    Muat Pasal Kontradiktif, Ranperda RTRW Tana Toraja Ditolak Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Cr1/NDL
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tana Toraja ditolak Koalisi Mahasiswa Toraja. Alasannya, beberapa pasal dalam Ranperda RTRW itu dinilai kontradiktif. Salah satu contoh, wilayah adat yang masuk dalam kategori hutan konservasi dan  cagar budaya, tetapi dalam waktu yang sama juga dikategorikan sebagai kawasan industri dan pertambangan. […]

expand_less