Tana Toraja Siap Bawa “SIPAKALAKBIK” Inovasi Kesehatan Mental Lansia ke Ajang Nasional di Lombok
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 55 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Screning kesehatan mental dan konseling berbasis kader bagi Lansia lewat Inovasi SIPAKALAKBIK. (Foto: istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE UTARA — Bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2026, UPT Puskesmas Makale Utara bersiap membawa nama Kabupaten Tana Toraja ke ajang Nasional bertajuk KIPAS (Konvensi Inovasi Puskesmas APKESMI) dalam Semiloka VI dan Jampusnas III yang akan berlangsung di Lombok, 13 sampai dengan 17 Oktober 2026 mendatang.
Inovasi yang dibawa Puskesmas Makale Utara adalah inovasi kategori Perkotaan yang diberi nama “SIPAKALAKBIK” yaitu sebuah inovasi pelayanan yang mengintegrasikan skrining kesehatan mental dan konseling berbasis kader ke dalam layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), agar lansia sehat mental, bahagia dan mandiri.
SIPAKALAKBIK sendiri merupakan istilah dalam bahasa Toraja yang berarti Memuliahkan. Dalam program inovasi ini, istilah SIPAKALAKBIK diambil untuk memberikan makna bagaimana memuliakan lansia dimana kesehatan mental lansia masih sering luput dari layanan.
Capaian dan Nilai Orisinalitas dari Inovasi SIPAKALAKBIK ini adalah:
- HAKI: SIPAKALAKBIK telah terdaftar sebagai karya berhak cipta sesuai dengan Surat Pencacatan Ciptaan Kementerian Hukum RI No EC002026097787 yang ditandatangani Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Kementerian Hukum RI
- Capaian CKG 49% di wilayah kerja Puskesmas Makale Utara.
- Capaian lansia 25% dengan lebih dari 500 lansia di lima lokasi telah dijangkau melalui integrasi CKG.
- Kolaborasi lintas sektor: melalui dukungan tokoh agama dan tokoh masyarakat yaitu Jemaat Gereja Toraja Zaitun Limbu sebagai tempat uji coba dan workshop kader angkatan pertama, Lurah dan Tokoh masyarakat Kelurahan Sarira yang mengajak lansia memanfaatkan layanan, selaras dengan nilai SIPAKALAKBIK.
Inovator sekaligus Ketua Tim, Desyanti Tandirerung, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
“Kesehatan mental lansia sering terlewat dalam pelayanan. Lewat SIPAKALAKBIK, kader dilatih untuk menjadi garda terdepan yang mendengar dan mendampingi lansia,” ujarnya.
Desyanti Tandirerung, S.Kep., Ns., mengatakan Hari Kesehatan Mental Sedunia mengingatkan kita bahwa sehat itu utuh, tubuh dan jiwa Lansia kita juga berhak didengar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja Yosefina Rombetasik, S.Si, Apt menyampaikan dukungan penuh terhadap inovasi SIPAKALAKBIK sebagai salah satu upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, humanis, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
SIPAKALAKBIK merupakan wujud semangat kearifan lokal masyarakat Toraja yang mengedepankan nilai kepedulian, kebersamaan, dan saling menghargai dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
“Bagi kami, inovasi bukan sekadar gagasan, tetapi harus menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat, menjawab permasalahan, dan menghadirkan perubahan dalam pelayanan kepada masyarakat” tutur Yosefina.
Yosefina berharap melalui inovasi SIPAKALAKBIK, tumbuh kolaborasi yang semakin kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah dan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, tetapi juga mampu menjangkau, mendampingi, dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa kemajuan pelayanan kesehatan berawal dari keberanian untuk berinovasi, ketulusan untuk melayani, dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan” tutur Yosefina.
Oleh karena itu, kami mendukung keikutsertaan inovasi SIPAKALAKBIK dalam Jambore APKESMI di Lombok, Kami berharap momentum ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, memperoleh pembelajaran, serta memperkenalkan praktik baik dari Kabupaten Tana Toraja kepada daerah lain di Indonesia.
Kami ingin menunjukkan bahwa dari Tana Toraja, dengan kekuatan kearifan lokal dan semangat gotong royong, dapat lahir inovasi yang memberikan inspirasi bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.
“Selamat berjuang kepada tim inovasi SIPAKALAKBIK, Tampilkan yang terbaik, bawa nama baik Kabupaten Tana Toraja, dan jadilah inspirasi bagi pelayanan kesehatan Indonesia” tutup Yosefina Reombetasik. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar