Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Toraja Utara » Sebelum Menikah, Calon Pengantin Mesti Diberi Edukasi Tentang Stunting

Sebelum Menikah, Calon Pengantin Mesti Diberi Edukasi Tentang Stunting

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pengetahuan, edukasi, dan penyuluhan tentang stunting mesti dimulai sejak dini. Bila perlu, sebelum menikah, pasangan pria dan wanita diberi informasi mengenai kondisi pertumbuhan anak ini.

“Pencegahan stunting ini harus dimulai dari awal. Ketika sebelum menikah harus diberikan pengetahuan untuk mencegah stunting,” tegas Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang saat membuka rapat koordinasi penyusunan regulasi penguatan sistem kesehatan Nasional (SKN) bagi sasaran kunci pencegahan stunting, di ruang rapat Ayam Penyet Ria, Rantepao, Rabu, 29 September 2021.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Menurut Bassang, pencegahan stunting diperlukan komitmen dan konsistensi. “Pencegahan stunting harus berjalan secara continue (berkelanjutan). Kita harus komitmen dan konsisten untuk mencegah stunting di daerah kita,” ujarnya lebih lanjut.

Sementara itu, Dr. Apik Indarty Moedjiono S.KM., M.Si selaku pendamping KAP dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas menuturkan bahwa tujuan ini kegiatan ini untuk mendapatkan regulasi yang dapat menaungi program pencegahan stunting.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan suatu regulasi yang dapat menaungi program-program yang dilakukan untuk pencegahan stunting. Permasalahan sekarang stunting itu adalah merubah perilaku dan pola pikir,” terang Indarty.

Menurutnya, arahan Bupati Toraja Utara bahwa sosialisasi itu harus dilaksanakan pada remaja yang akan menikah, sangat benar. “Stunting ini dapat kita cegah jika seluruh lapisan masyakarat dan pemerintah daerah bahu-membahu dalam pencegahan,” katanya. (*)

Penulis: Papa Rey
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keren, Begini Kondisi Jembatan Gantung Meppajang di Bonggakaradeng

    Keren, Begini Kondisi Jembatan Gantung Meppajang di Bonggakaradeng

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BONGGAKARADENG — Jembatan yang terletak di Dusun Bulung, Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng yang menghubungkan Bau dan Bau Selatan kini semakin bagus dan lebih cantik dengan sentuhan cat yang warna warni. Kondisi jembatan Meppajang ini diunggah di facebook oleh akun Aguzth Palamba, Minggu, 7 Februari 2021. Dalam unggahan tersebut, akun Aguzth Palamba memberi caption “Akhirnya […]

  • Ikut Porprov Sulsel ke XVII di Sinjai, FPTI Tana Toraja Cetak Sejarah

    Ikut Porprov Sulsel ke XVII di Sinjai, FPTI Tana Toraja Cetak Sejarah

    • calendar_month Jumat, 21 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Cuaca yang sangat cerah mengawali pelepasan dan pengukuhan Kontingen Porprov Tana Toraja resmi dilepas oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq, Kamis, 20 Oktober 2022 di Plaza Kolam Makale. Upacara pelepasan itu terasan sangat istimewah untuk para atlet Panjat Tebing, yang tergabung dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Tana Toraja, karena untuk […]

  • Prof. Russan Rangan dan Yaya Rundupadang Terpilih Aklamasi Pimpin PIKI Toraja Utara

    Prof. Russan Rangan dan Yaya Rundupadang Terpilih Aklamasi Pimpin PIKI Toraja Utara

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Desianti/Rls
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Konferensi Cabang (Konprecab) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Toraja Utara menetapkan Prof. Parea Russan Rangan sebagai Ketua PIKI Toraja Utara secara aklamasi. Dalam forum yang sama, Anugrah Yaya Rundupadang, SE, MM dipercaya sebagai Sekretaris PIKI Toraja Utara. Kegiatan Konprecab tersebut dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Tongkonan […]

  • BREAKING NEWS: Dua Rumah Warga Terbakar di Mengkendek, Tana Toraja

    BREAKING NEWS: Dua Rumah Warga Terbakar di Mengkendek, Tana Toraja

    • calendar_month Rabu, 7 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Kebakaran hebat terjadi di Dusun Banana, Lembang Palipu’, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Rabu, 7 September 2022 malam. Dua unit rumah milik warga ludes terbakar dalam peristiwa ini. Informasi yang diperoleh kareba-toraja.com, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.00 Wita. Dua unit rumah yang hangus terbakar, masing-masing milik Ambe’ Ta’dung dan Natan Sumbung. Kepala […]

  • Anggaran Profile Lembang di Toraja Utara Sebesar Rp 2,5 Miliar Diusut Kejaksaan

    Anggaran Profile Lembang di Toraja Utara Sebesar Rp 2,5 Miliar Diusut Kejaksaan

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kejaksaan Negeri Makale Cabang Rantepao mengusut dugaan penyalahgunaan dana desa untuk pembuatan Profile Lembang Tahun 2020. Jumlah total dana yang digunakan untuk Profile Lembang ini cukup fantastis, yakni Rp 2,517,480,000. Untuk diketahui, jumlah Lembang di Kabupaten Toraja Utara sebanyak 111. Besarnya anggaran pembuatan Profile Lembang sebesar Rp 22.680.000 per lembang. Kasubsi Intelijen […]

  • Kemenkes – BPJS Kesehatan Pantau Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Makassar

    Kemenkes – BPJS Kesehatan Pantau Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Makassar

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Uji coba implementasi Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG). (Foto/Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Setelah Bandung dan Tulungagung, kini pemerintah menggelar uji coba implementasi Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) di Makassar. Menurut Direktur Teknologi […]

expand_less