Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Program JKN Bantu Marthina Berjuang Melawan Vertigo

Program JKN Bantu Marthina Berjuang Melawan Vertigo

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Kam, 28 Des 2023
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, bernama Marthina Paembongan, mengaku menderita vertigo yang membuatnya harus dirawat di Puskesmas Getengan selama tujuh hari.

Kepada Tim Jamkesnews, saat ditemui di sela-sela kegiatan BPJS Keliling, ia menceritakan pengalaman baiknya mendapatkan manfaat Program JKN saat menjalani pengobatan.

“Pernah sakit vertigo dan harus dirawat di Puskesmas Getengan menggunakan kartu BPJS. Kami merasa sangat terbantu sekali dengan program ini karena biaya pengobatan saya gratis sampai diperbolehkan pulang,” cerita Marthina.

Marthina menguraikan, gejala awal yang ia rasakan adalah timbulnya rasa nyeri di kepala, rasa mual di perut, juga kehilangannya keseimbangan tubuh. Hal tersebut sangat menganggu aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga dengan berbagai macam tugas rumah. Namun Marthina kini mengaku kondisi kesehatannya sudah berangsur membaik daripada sebelumnya.

“Kalau dirawatnya di Puskesmas itu tahun yang lalu, selama tujuh hari saya menjalani rawat inap. Semuanya lancar dan fasilitas kesehatan yang diberikan cukup baik, dokter dan perawat juga sering cek kondisi saya saat itu,” kenangnya.

Marthina mengatakan, hingga saat ini dirinya masih aktif terdaftar sebagai peserta JKN untuk segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang artinya pemerintah telah menjamin iuran baginya tiap bulan. Hal tersebut membuatnya sangat terbantu, terlebih untuk masalah finansial beban kesehatan keluarga. Dengan kondisi finasial yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, ia mengaku tidak perlu lagi memiliki asuransi kesehatan lain dan hanya mengadalkan Program JKN.

“Sangat terbantu dengan program ini. Terima kasih untuk pemerintah sehingga saya sudah tidak lagi membayar iuran tiap bulannya. Jadi saat sakit sewaktu-waktu saya dan keluarga sudah mempunyai jaminan kesehatan, apalagi kalau kecapekan kadang sakit vertigo saya sering kambuh,” ungkapnya.

Marthina juga mengungkapkan dirinya tidak mengalami kendala berarti dalam mengakses layanan fasilitas kesehatan selama ini. Lebih lanjut, ia belum pernah mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan lain selama ini. Walaupun tanpa biaya namun pelayanan yang diberikan oleh petugas dirasa setara dan tanpa adanya perbedaan layanan dengan pasien lain.

“Saya dan anak saya sudah terdaftar ikut BPJS Kesehatan ini sudah sejak lama, jadi selama itu juga tidak ada biaya ketika berobat. Saya sangat merasakan manfaat BPJS Kesehatan ini, bahkan kemudahan administrasi, terakhir kami berobat tinggal menunjukan KTP atau KK saja, karena kadang terlupa tidak membawa kartu BPJS Kesehatan,” katanya.

Setelah merasakan banyak manfaat yang didapatkannya, Marthina mengajak kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN agar dapat sesegera mungkin mendaftarkan diri. Diakuinya jika sudah terdaftar dan berstatus aktif sebagai penerima manfaat Program JKN, tentu sudah tidak lagi memikirkan biaya besar untuk berobat sehingga lebih tenang. Tidak bisa dipungkiri bahwa biaya perawatan kesehatan relatif mahal apalagi hingga harus rawat inap.

“Terima kasih untuk pemerintah atas bantuan kesehatan selama ini, juga kepada peserta BPJS Kesehatan lain yang sudah taat membayar iuran, tentu sangat bermanfaat bagi yang lainnya yang membutuhkan seperti kami. Datangnya sakit tentu tidak bisa diprediksikan, oleh karena itu penting sekali untuk ikut dalam BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Menutup perbincangan, Marthina berharap agar pemerintah dapat menambah fasilitas kesehatan, terutama di daerah pedesaan. Ia memuji pelayanan kesehatan yang saat ini dirasa sudah membaik, tetapi tetap harus ditingkatkan dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat.

“Pelayanan kesehatan yang kami terima sudah sangat baik, semoga nantinya tidak ada kendala dan kami tetap mendapatkan pengobatan gratis. Terima kasih kepada petugas kesehatan yang sudah membantu saya sekeluarga dalam berobat, semoga nantinya pelayanan semakin baik,” tutupnya. (*)

Penulis: Arsyad Parende/Rls
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah Tongkonan Ka’pun Tak Masuk Objek Perkara Tapi Dieksekusi? Begini Penjelasan PN Makale

    Benarkah Tongkonan Ka’pun Tak Masuk Objek Perkara Tapi Dieksekusi? Begini Penjelasan PN Makale

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pasca eksekusi Tongkonan Ka’pun beserta 10 bangunan lainnya di Kecamatan Kurra, Tana Toraja, 5 November 2025 berkembang narasi di masyarakat, terutama di media sosial yang menyebutkan bahwa Tongkona Ka’pun tak masuk dalam objek perkara. Lalu, kenapa bisa dieksekusi dengan cara dirobohkan menggunakan alat berat? Selain pengguna media sosial, narasi ini juga dimunculkan […]

  • OPINI: Memerdekakan Manusia; Refleksi “Ajarlah” dalam Trilogi Pemikiran Yesus, Dewantara, dan Freire

    OPINI: Memerdekakan Manusia; Refleksi “Ajarlah” dalam Trilogi Pemikiran Yesus, Dewantara, dan Freire

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Pdt. Johana Ruadjanna Tangirerung* Gereja Toraja tengah merayakan pertambahan usia dengan sebuah mandat singkat namun menggetarkan: “Ajarlah”. Di tengah hiruk-pikuk digitalisasi dan degradasi moral, kata ini menuntut kita menoleh kembali pada akar filosofis pendidikan yang membebaskan. Pendidikan bukan sekadar transfer informasi, melainkan upaya memanusiakan manusia secara utuh (humanisasi). Simfoni Pembebasan: Tiga Maestro Pendidikan Untuk […]

  • Begini Cara KPTS Kampanyekan Stop Bunuh Diri

    Begini Cara KPTS Kampanyekan Stop Bunuh Diri

    • calendar_month Sen, 8 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SANGGALANGI — Peristiwa bunuh diri yang begitu marak terjadi di Toraja dalam dua tahun terakhir ini menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Tak ketinggalan para penggemar adu kerbau yang tergabung dalam Komunitas Pencinta Tedong Silaga (KPTS). Mereka memiliki cara unik dan tak biasa dalam kampanye untuk menghentikan tindakan bunuh diri. Jika selama ini kampanye dilakukan di […]

  • Komunitas Toraja Fishing Club Lepas 3.500 Bibit Ikan Nila di Sungai Sa’dan

    Komunitas Toraja Fishing Club Lepas 3.500 Bibit Ikan Nila di Sungai Sa’dan

    • calendar_month Sen, 5 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Komunitas Pemancing Ikan Toraja bernama Toraja Fishing Club (TFC) terus menunjukkan kepedulian yang besar terhadap keberlangsungan populasi ikan air tawar di wilayah Toraja (Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara). Bekerjasama dengan badan usaha yang bergerak di bidang budidaya ikan air tawar bernama UD. Bintang Maelo, Senin, 5 April 2021, TFC kembali melepas […]

  • Polisi Cari Orang Tua Bayi Tanpa Kepala yang Ditemukan di Halaman Rumah Kost di Mengkendek

    Polisi Cari Orang Tua Bayi Tanpa Kepala yang Ditemukan di Halaman Rumah Kost di Mengkendek

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Siapa orang tua bayi laki-laki yang ditemukan tanpa kepala di halaman rumah kost di Lingkungan Saruran, Kelurahan Rantekalua, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Minggu, 3 April 2022, belum diketahui. Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tana Toraja masih terus melakukan penyelidikan serta pemeriksaan sejumlah saksi terkait penemuan jasad bayi laki-laki tersebut, setelah melakukan olah […]

  • Pengalaman Sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Aswan Maju Caleg Dapil 2 Tana Toraja

    Pengalaman Sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Aswan Maju Caleg Dapil 2 Tana Toraja

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Aswan Batara Randa menyatakan siap bertarung dan merebut 1 dari 7 kursi Anggota DPRD Tana Toraja Daerah Pemilihan (Dapil) 2  Tana Toraja yang meliputi Kecamatan Mengkendek dan Gandangbatu Sillanan. Pria kelahiran Uluway, 47 tahun lalu dan saat ini menetap di Lembang Buntu Limbong Kecamatan Gandangbatu Sillanan ini percaya diri untuk maju bertarung […]

expand_less