Legislator Provinsi Yuniana Mulyana Kunjungan Pengawasan APBD di 2 Lembang di Sangalla’ Utara
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Legislator Provinsi Yuniana Mulyana turun sawah mengamati langsung keluhan petani soal penyakit blast pada padi. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ UTARA — Anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi Partai Demokrat Dapil 10 (Tana Toraja dan Toraja Utara) Yuniana Mulyana SH menggelar kegiatan pengawasan APBD Provinsi Sulsel tahun 2026 di dua Lembang di Kecamatan Sangalla’ Utara Kab Tana Toraja yakni Lembang Leatung Matallo dan Rantela’bi Kambisa, 26 s/d 28 April 2026.
Kegiatan berlangsung lewat tatap muka (temu konstituen) dengan Kelompok Tani Penerima Bantuan Benih Padi pada program Mandiri Benih tahun anggaran 2025 Provinsi Sulsel serta kunjungan lapangan ke sawah yang telah ditanami benih padi.
Kegiatan tatap muka di Lembang Leatung Matallo dihadiri Kepala Lembang, Penyuluh Pertanian, Tokoh Masyarakat, Petugas POPT, Anggota Kelompok Tani Penerima Bantuan serta masyarakat.
Dalam kegiatan tatap muka di Lembang Leatung Matallo sejumlah usulan disampaikan oleh masyarakat diantaranya:
a. Petani berharap bantuan seperti mandiri benih tetap dilanjutkan dan varietas yang di salurkan agar sesuai kondisi alam di daerah penerima manfaat.
b. Beberapa benih padi kurang baik pasca tanam di karenakan serangan hama dan penyakit BLAST.
c. Petani berharap adanya bantuan Alsintan ( Kultivator, Handtractor, & Power Threser ) agar meningkatkan produksi hasil pertanian.
d. Kelompok Wanita Tani juga berharap bantuan benih sayuran ( Kangkung, Sawi, Terong, Cabai,Kacang Panjang & Bayam ) untuk program Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan (OPLP)
e. Bantuan pompa air untuk beberapa sawah tada hujan
Di Lembang Leatung Matallo Kelompok Tani penerima benih padi dtelah tersalur dengan baik dimana total bibit yg diterima oleh kelompok tani sebanyak 750 Kg untuk 30 Hektare luas sawah dengan varietas Mekongga. Kelompok Tani yang menerima bantuan adalah KT. Kamiri Bo’ne dan KT. Pasang Bat
Sementara itu, di Lembang Rantela’bi Kambisa dalam kegiatan tatap muka bersama Pemerintah Lembang dan Masyarakat, sejumlah usulan yang disampaikan masyarakat diantaranya:
a. Petani berharap bantuan seperti mandiri benih tetap dilanjutkan dan varietas yang di salurkan agar sesuai kondisi alam di daerah penerima manfaat.
b. Beberapa benih padi kurang baik pasca tanam di karenakan serangan hama dan penyakit BLAST.
c. Petani berharap adanya bantuan Alsintan ( Kultivator, Handtractor, & Power Threser ) agar meningkatkan produksi hasil pertanian
d. Kelompok Wanita Tani / dasawisma juga berharap bantuan benih sayuran ( Kangkung, Sawi, cabai, Kacang Panjang dan Bayam ) untuk program OPLP
e. Petani berharap adanya bantuan pompa air khususnya di ladang persawahan tada hujan.
f. Masyarakat berharap bantuan peternakan ( ayam kampung dan babi )
g. Masyarakat berharap bantuan bibit ikan mas
Kunjungan Pengawasan APBD ke Kelompok Tani penerima benih padi di Lembang Rantela’bi Kambisa telah tersalur dengan baik dimana total bibit yang di terima oleh kelompok tani sebanyak 500 Kg untuk 20 Hektare luas sawah dengan varietas Mekongga. Kelompok Tani yang menerima bantuan adalah : KT. Kalimbuang dan KT. Mala
Untuk diketahui program mandiri benih oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025 untuk Kabupaten Tana Toraja dengan total 1.515 hektare untuk 130 Kelompok tani yang terdiri atas varietas Mekongga untuk luas lahan 1.330 Hektare dan varietas Inpari 42 untuk 185 Hektare
Menanggapi keluhan petani terkait penyakit blast, Yuniana Mulyana turut memberikan bantuan fungisida hayati (organik) yang disalurkan melalui petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sebagai langkah penanganan di lapangan.
Yuniana Mulyana juga melakukan kunjungan ke sawah bersama Penyuluh dan POPT mengamati langsung benih yang sudah ditanam dan mengamati keluhan petani terkait penyakit blast.
Yuniana Mulyana juga mengunjungi Bendungan Sungai Palao yang membutuhkan pintu air dan perbaikan saluran irigasi akibat longsor, irigasi ini mengairi 2 kecamatan yaitu Sangalla’ dan Sangalla’ Utara. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar