Polisi Diminta Usut Tuntas Jaringan Mafia yang Diduga Jadi Penyebab Kelangkaan BBM di Toraja
- account_circle Desianti/Monika Rante Allo
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sejumlah sopir menahan, mengamankan dan membawa sopir serta truk tangki yang diduga mengangkut BBM ilegal di Nanggala, Toraja Utara. (Foto: dok. Polres Toraja Utara).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAREBA-TORAJA.COM, NANGGALA — Sejumlah sopir truk asal Tana Toraja mengamankan satu unit mobil tangki yang diduga mengangkut bahan bakar minyak illegal jenis solar di jalan poros Rantepao-Palopo, tepatnya di Tandung Nanggala, Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Usai diamankan, truk tangki berwarna biru dengan nomor polisi DP 8120 UC bersama sopirnya dikawal menuju Mapolres Toraja Utara untuk diserahkan kepada polisi guna penanganan hukum lebih lanjut.
Aksi para sopir truk ini diduga karena kesal dengan kelangkaan bahan bakar minyak, terutama jenis solar di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara. Mereka menduga, truk tangka ini merupakan bagian dari jaringan pelangsir BBM illegal yang menghabiskan stok solar di SPBU-SPBU yang ada di Toraja Utara dan Tana Toraja. Dampak dari dugaan pelangsir ini membuat truk-truk yang beroperasi di Toraja mengalami kesulitan memperoleh solar. Antrian panjang truk-truk di SPBU, baik di wilayah Kabupaten Tana Toraja maupun Toraja Utara merupakan pemandangan rutin saban hari.
Aksi pelangsiran BBM subsidi jenis solar yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini sebenarnya bukan cerita atau isu semata. Faktanya, saat ini, Polres Tana Toraja tengah menangani kasus pelangsiran BBM yang terjadi di wilayah Tana Toraja. Terkini, Polres Tana Toraja menetapkan lagi tiga warga Toraja Utara menjadi tersangka dalam kasus penyalahgunaan BBM subsidi.
BERITA TERKAIT: Kasus Penyalahgunaan Solar Subsidi, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Baru
Usai mobil tangki dan sopirnya diserahkan serta diterima oleh Polres Toraja Utara, para sopir berharap polisi bisa mengusut tuntas jaringan mafia yang menyebabkan kelangkaan BBM di Tana Toraja dan Toraja Utara.
Sopir Tangki Ditahan
Kepolisian Resor Toraja Utara bergerak cepat menanggapi laporan masyarakat terkait mobil tangki yang diduga membawa BBM illegal tersebut.
“Perkara tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan adanya kendaraan yang mengangkut BBM bersubsidi. Berdasarkan laporan tersebut, telah diamankan 1 unit mobil tangki berwarna biru dan sopir dengan inisial RN (42) untuk dilakukan pemeriksaan,” tegas IPTU Ruxon, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Saat ini, terduga pelaku RN beserta 1 unit armada mobil tangki telah berada di Mapolres Toraja Utara untuk menjalani rangkaian pemeriksaan hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, terduga pelaku terancam dijerat dengan sangkaan pasal tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah.
”Saat ini penyidik masih melakukan proses hukum lanjutan dengan memeriksa saksi-saksi. Adapun dugaan pasal yang disangkakan yaitu dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan/atau niaga bahan bakar minyak/gas bersubsidi Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, yang mengubah ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas,” tegas IPTU Ruxon.
Diusut Tuntas
Menyikapi persoalan ini, pegamat sosial kemasyarakatan, Roy Rantepadang menyatakan bahwa polisi seharusnya bekerja lebih cepat dalam menangani laporan masyarakat.
Roy menduga, keluhan masyarakat soal adanya aktivitas pelangsiran BBM di SPBU-SPBU di Tana Toraja maupun Toraja Utara telah lama dilontarkan. Namun polisi terkesan lamban dalam menanggapinya.
“Akhirnya masyarakat bertindak sendiri. Menahan dan mengamankan truk tangki itu,” sebut Roy.
Lebih lanjut, Roy menyatakan bahwa aksi masyarakat ini mestinya menjadi cambuk bagi polisi untuk bekerja lebih cepat dalam merespon setiap gejala sosial yang terjadi dalam wilayahnya.
Roy juga menyarankan agar polisi mengusut tuntas kasus penyalahgunaan BBM subsidi ini. Bila perlu sampai ke bos mafianya, mesti dibongkar.
“Inilah saatnya bagi polisi untuk memperlihatkan kinerjanya kepada masyarakat. Apalagi Toraja Utara sekarang Kapolresnya baru. Saya yakin beliau akan konsen dan memberi atensi yang tinggi terhadap kasus ini,” pungkas Roy. (*)
- Penulis: Desianti/Monika Rante Allo
- Editor: Arsyad Parende







Saat ini belum ada komentar