Para Pihak Duduk Bersama, Polemik di SMPN 2 Bonggakaradeng Selesai, Kepala Sekolah Sampaikan Permohonan Maaf
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 54 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Para pihak duduk bersama menyelesaikan polemik di SMPN 2 Bonggakaradeng. (Foto: Arsyad- Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat meredam polemik yang berkembang di SMPN 2 Bonggakaradeng dengan memanggil para pihak untuk duduk bersama.
Bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja, Kamis 30 Juli 2026, Kepala SMPN 2 Bonggakaradeng, Siswa, Orangtua Siswa, Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Dewan Pendidikan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tana Toraja, Polres Tana Toraja, Inspektorat, Biro Hukum dan BKPSDM duduk bersama membicarakan persoalan tersebut.
Setelah berdiskusi panjang, para pihak yang hadir akhirnya mengambil solusi dan menyelesaikan persoalan dengan suasana yang akrab dan sejuk.
Kepala SMPN 2 Bonggakaradeng Naomi mengaku keliru dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Dihadapan semua pihak yang hadir, Naomi menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya dari hati yang terdalam.
Secara khusus Naomi juga meminta maaf kepada orangtua siswa dan ketujuh siswanya.
Naomi mengakui sebagai manusia biasa dirinya tidak luput dari salah.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Andarias Lebang sebagai fasilitator pertemuan menyampaikan bahwa setelah dipertemukan para pihak telah mengambil titik temu.
Meski begitu, Andarias Lebang mengatakan sebagai Aparatus Sipil Negara yang punya mekanisme dan aturan kepegawaian, Pemerintah Daerah akan melanjutkan proses kepada Kepala Sekolah.
“Namun terkait seperti apa keputusan proses itu nantinya akan disampaikan jika proses tersebut telah dilaksanakan” tutur Andarias Lebang.
Sementara itu, Sekretaris MUI Tana Toraja Sampe Baralangi’ berharap ini menjadi pelajaran bagi semua pihak dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi baik di SMPN 2 Bonggakaradeng maupun ditempat lain.
MUI meminta Dinas Pendidikan memastikan seluruh proses belajar mengajar di SMPN 2 Bonggakaradeng dapat berjalan dengan baik dan kondusif.
Hal senada juga disampaikan oleh Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tana Toraja Pdt. Yakob Sampe Rante yang mengapresiasi langkah cepat semua pihak untuk menyikapi situasi dan menyelesaikan permasalahan ini dengan sejuk.
“FKUB berharap sekiranya persoalan ini cukup sampai disini dan anak-anak dan guru bisa kembali belajar mengajar dengan baik dan hal-hal yang bisa menggangu situasi kerukunan tidak terjadi lagi” harap Pdt. Yakob Sampe Rante. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende







Saat ini belum ada komentar