Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » OPINI: Toraja Sebagai “Bali Yang Baru” di Indonesia Timur

OPINI: Toraja Sebagai “Bali Yang Baru” di Indonesia Timur

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Henry Arie Pongrekun Bakal Calon Bupati Tana Toraja. (foto: dok. istimewa/kareba-toraja).

 


Oleh: Henry Arie Pongrekun (Bakal Calon Bupati Tana Toraja)*

Ir. Henry Arie Pongrekun merupakan salah satu Bakal Calon Bupati  Tana Toraja yang memiliki gagasan besar destinasi Toraja untuk menjadi “Bali Yang Baru” di Indonesia Timur.

Henry Arie Pongrekun adalah seorang putra Toraja kelahiran Bandung yang memiliki 2 darah keturunan Toraja, yaitu ayah Ir. John Pongrekun dari Tallunglipu, Malakiri, dan darah Ibu yaitu Elis Paembonan, berasal dari Sangalla yang merupakan putri dari Guru pertama di Tana Toraja yang bernama Tn. Paembonan pada tahun 1920-an (Tongkonan Katangka di Leatung) dan Nenek dari Tambolang Gantaran.

Henry mempersunting Ir. Farniente Patandung yang memiliki darah Toraja dari Mengkendek, Gandangbatu Sillanan, Makale dan Batupapan.

Sudah sejak lama Henry memiliki perhatian khusus terhadap Toraja sebagai tanah leluhurnya, secara khusus tentang persoalan Pariwisata Toraja yg mengalami kesulitan untuk berkembang seperti kemajuan yang dialami Bali.

Tahun 2016 Henry beruntung mendapatkan kesempatan mengikuti Pendidikan Program Reguler di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANNAS-RI) dan mengambil fokus bidang study untuk mendalami bidang “Pengembangan Pariwisata, hanya karena ingin mengetahui solusi dari persoalan yang dialami Pariwisata Toraja.

Setelah menguasai keilmuan pengembangan Pariwisata tersebut, pada tahun 2021, Henry merilis sebuah solusi gagasan pengembangan Pariwisata Toraja berupa “Konsep Master Plan Pengembangan Pariwisata Toraja secara Terpadu” melalui webinar yang dihadiri oleh Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dan 300-an peserta komunitas Toraya lainnya dari seluruh Indonesia.

Konsep Masterplan besar tersebut akan mengintegrasikan tiga Kabupaten Toraja yaitu Tana Toraja, Toraja Utara dan Mamasa yang memiliki luas yang lebih besar dari Pulau Bali.

Dengan tujuan agar tiga Kabupaten Toraja tersebut dapat berkembang secara bersamaan serta memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokalnya, maupun bagi Indonesia secara luas.

Kemampuan Henry dalam menyusun gagasan Konsep Master Plan tersebut ditunjang juga dengan latar belakang Henry sebagai Insinyur Arsitektur dan pengalaman menjadi pengusaha yang memiliki algoritma bisnis / ekonomi dalam memahami dampak ekonomi yang akan diperoleh oleh ketiga Kabupaten.

Jika Master Plan terpadu tersebut terwujud, akan menjadi Roadmap (rencana jangka panjang dan jangka pendek) yang lebih akurat dalam meyakinkan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menjadikan Destinasi Toraja bisa terpilih menjadi Proyek Strtaegis Nasional (PSN) seperti destinasi lain di Indonesia yaitu Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dll.

Peran utama Pemerintah Pusat adalah mendukung anggaran untum pengembangan Infrastruktur akses-akses baru yang menyebar secara merata terhadap ketiga Kabupaten untuk mengakses lokasi penyebaran daya tarik baru yang akan menjadi porsi investasi dari para investor.

Sebagai catatan khusus bahwa Jika setiap Kabupaten hanya mengandalkan sumber anggaran dari APBD, maka itulah salah satu kesulitan utama dalam upaya membiayai pengembangan Pembangunan daerahnya.

Disamping itu Henry memiliki hubungan jaringan yang luas baik kepada Pemerintah Pusat maupun kepada jaringan akses kepada para investor.

Hal inilah yang menjadi dorongan besar Henry Arie Pongrekun ingin maju sebagai calon pemimpin baru di Kabupaten Tana Toraja, tidak lain hanya karena ingin mengejawantahkan gagasan besarnya tersebut, dengan menyandang tagline “Si Agen Perubahan”.

Thema Konsep Perencanaan Besar tersebut tentang Pengembangan Pariwisata yang mencakup multi aspek yang lengkap, yaitu merancang penambahan daya tarik baru (Atraksi), Pembangunan infrastruktur baru (Aksesibilitas) dan aspek pendukung (Amenitas) untuk dapat menjaring pasar wisatawan mancanegara dan Wisatawan Nusantara secara massive mengunjungi Destinasi Toraja sebagai tempat wisata alternatif baru.

Salah satu manfaat besarnya yaitu peningkatan ekonomi masyarakat lokal dengan terbukanya peluang-peluang usaha secara pesat, seperti UMKM (Kuliner, Cafe, seni Kerajinan dll), Pertanian, Perdagangan, Travel Biro, Homestay, Pemandu wisata, Pendidikan dll.

Henry Arie Pongrekun berharap agar masyarakat Kab. Tana Toraja dapat mendukung niat luhurnya tersebut sebagai calon pemimpin baru di Tana Toraja, agar bisa mewujudkan visi besar tersebut. (*)

*Henry Arie Pongrekun (Bakal Calon Bupati Tana Toraja)

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bea Cukai Malili Sita Ribuan Batang Rokok Ilegal di Tana Toraja

    Bea Cukai Malili Sita Ribuan Batang Rokok Ilegal di Tana Toraja

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Bea Cukai Malili berhasil mengamankan ribuan batang rokok ilegal di Kabupaten Tana Toraja. (foto: dok. istimewah). KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Bea Cukai Malili bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bagian Perekonomian dan SDA Setda dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tana Toraja kembali menggelar operasi pasar dalam rangka pengawasan peredaran barang kena cukai (BKC) berupa […]

  • FOTO: Dinas Pariwisata Toraja Utara Kembangkan Potensi Wisata Buntu Pempon

    FOTO: Dinas Pariwisata Toraja Utara Kembangkan Potensi Wisata Buntu Pempon

    • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BALUSU — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara terus mendorong pengembangan potensi wisata baru yang ada dalam wilayah Kabupaten Toraja Utara. Salah satu yang sedang didorong adalah pengembangan potensi wisata Buntu Pempon di Lembang Palangi, Kecamatan Balusu. Objek wisata ini sebelumnya menjadi lokasi penyelenggaraan Toraja Internasional Festival ke-9, September lalu. Untuk terus mendorong […]

  • Truk Tabrak Sitor di Rantepao, 1 Orang Meninggal Dunia

    Truk Tabrak Sitor di Rantepao, 1 Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa terjadi di Jalan Mapanyukki, Kelurahan Rantepao, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Senin, 26 April 2021. Seorang pengemudi taksi motor (sitor) meninggal dunia setelah sitor yang dikendarainya dan memuat dua penumpang dilindas oleh truk Mitsubisi warna kuning sekitar pukul 04.00 Wita. Data yang diperoleh kareba-toraja.com dari Satuan […]

  • Beginilah Perjuangan Bidan Asal Toraja Bantu Persalinan di Tengah Hutan Papua

    Beginilah Perjuangan Bidan Asal Toraja Bantu Persalinan di Tengah Hutan Papua

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MERAUKE — Keterbatasan sarana dan kondisi medan yang keras tidak membuat bidan Suria Ningsih Bela Sirenden putus asa atau patah semangat. Bahkan, bidan asal Sa’dan Matallo, Toraja Utara, Sulsel ini, melakukan segala upaya yang dia bisa untuk membantu sesama yang membutuhkan bantuan medis di pedalaman Papua. Kepada kareba-toraja.com, Rabu, 1 Juni 2022, bertepatan dengan […]

  • Sudah 5 Bulan Amblas, Badan Jalan Poros Bokin Ini Belum Disentuh Pemerintah

    Sudah 5 Bulan Amblas, Badan Jalan Poros Bokin Ini Belum Disentuh Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 5 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BUNTAO — Badan jalan poros penghubung Paniki-Bokin di Lembang Sapan Kua-kua, Kecamatan Buntao’, Kabupaten Toraja Utara, yang amblas sejak Januari 2022 yang lalu, belum disentuh pemerintah hingga kini. Informasi yang diperoleh kareba-toraja.com, penanganan darurat yang dilakukan masyarakat atas bantuan PT Toarco Jaya belum mampu membuat badan jalan sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut membaik […]

  • Satu Ekor Kerbau Bonga Mati Mendadak di Toraja Utara, Kena PMK?

    Satu Ekor Kerbau Bonga Mati Mendadak di Toraja Utara, Kena PMK?

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SOPAI — Satu ekor kerbau belang (bonga) milik Yakob Tandi Payung, warga Dusun Kalindingan, Lembang Salu, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, mati mendadak pada Rabu, 20 Juli 2022. Sejauh ini, belum diketahui, apakah kerbau yang diperkirakan berharga ratusan juta tersebut mati karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau karena penyebab lain. Penyebab kematian kerbau […]

expand_less