Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mengenal Lebih Dekat Ukiran Toraja Lewat Aplikasi PASSURA

Mengenal Lebih Dekat Ukiran Toraja Lewat Aplikasi PASSURA

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Sel, 3 Sep 2024
  • comment 0 komentar

Peluncuran aplikasi PASSURA di Hotel Heritage Toraja, Rantepao, Senin 02 September 2024. (foto: Ind/kareba-toraja).


KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Ukiran atau dalam Bahasa Toraja disebut Passura’ adalah salah satu kekayaan warisan budaya Toraja dan Indonesia.

Passura’ tidak  hanya memberi nilai keindahan seni dan kreativitas tapi juga kaya makna dan filosofi.

Selama ini, Passura’ biasa dilihat dan dinikmati lewat ukiran rumah adat, bangunan, busana Toraja atau lewat buku – buku. Namun kini, Passura’ Toraja bisa kenali lebih mudah lewat aplikasi yang diberi nama aplikasi PASSURA.

Aplikasi PASSURA dibuat oleh anak muda asli Toraja bernama Ir. Jeanot Nahasan Nida yang juga adalah CEO Perusahaan Media Info Toraja.

Peluncuran aplikasi PASSURA secara resmi digelar Senin 02 September 2024 bertempat di Hotel Heritage Toraja, Rantepao.

Peluncuran aplikasi PASSURA dirangkaikan dengan diskusi dengan tema “Ukiran Toraja Seni, Indentitas dan Warisan Budaya Toraja” yang menghadirkan narasumber Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraya Romba Marannu Sombolinggi dan Pemerhati budaya Toraja Pastor Yan Sulo Paganna.

Acara peluncuran aplikasi PASSURA dibuka Sekretaris Daerah Toraja Utara, Salvius Pasang, dihadiri oleh pelaku ekonomi Kreatif dan UMKM , Pemandu wisata serta para penggiat budaya seni ukir Toraja dari Toraja Utara dan Tana Toraja 

Adapun para peserta yang hadir mendapatkan materi dan sesi tanya jawab yang dibawakan oleh kedua narasumber yang membawakan materi entang indigenous people (berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, bermartabat secara Budaya) dan Pendekatan lewat simbol budaya, pesan dan makna motif.

Sekretaris Daerah Toraja Utara , Salvius Pasang dalam sambutanya saat membuka acara mengapresiasi adanya pengembangan aplikasi untuk memperkenalkan Passura’ TORAJA lebih luas lagi.

Sementara itu, Ir. Jeanot Nahasan Nida selaku membuat aplikasi PASSURA mengurai alasan pembuatan aplikasi ini yang tak lain adalah agar mempermudah dalam mencari nama ukiran Toraja.

“Aplikasi PASSURA saya buat tidak mencari keuntungan sama sekali .hanya semata untuk mempermudah kita dalam mengetahui arti dan makna ukiran Toraja tersebut dalam bentuk aplikasi” tegas Jeanot

Jeanot menegaskan jika aplikasi PASSURA ini bukan aplikasi prabayar dan tidak memasangkan iklan, melainkan aplikasinya gratis. (*)

Penulis: Indra
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen Fekon UKI Toraja Gelar PKM Pemberdayaan Kelompok Kasper Wisata Burake di Objek Wisata Buntu Burake Toraja

    Dosen Fekon UKI Toraja Gelar PKM Pemberdayaan Kelompok Kasper Wisata Burake di Objek Wisata Buntu Burake Toraja

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Tim Dosen  Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja melakukan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) bekerja sama dengan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung dalam Kelompok Kasper Wisata Burake di Objek Wisata Butu Burake, Tana Toraja. Kegiatan ini terlaksana dengan bantuan hibah pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, […]

  • Kerukunan Keluarga Toraja Bantu Korban Banjir di Halmahera Tengah

    Kerukunan Keluarga Toraja Bantu Korban Banjir di Halmahera Tengah

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, HALMAHERA — Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Maluku Utara sejak Sabtu, 20 Juli 2024, menyebabkan banjir  di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah. Tingginya intensitas hujan di daerah tersebut, mengakibatkan Sungai Kobe meluap dan merendam 4 desa, yakni Desa Lukulamo, Desa Lelilef Woebulan, serta Desa Woekob, dan Desa Woejerana. Ketinggian air yang mencapai […]

  • Komda PGPKT Toraja Utara Gelar Kaderisasi Siswa Sadar Bising

    Komda PGPKT Toraja Utara Gelar Kaderisasi Siswa Sadar Bising

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Citizen Reporter: dr. Theresia Huidinata
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (KOMDA PGPKT) Kabupaten Toraja Utara mengadakan kegiatan Kaderisasi Siswa Sadar Bising bagi 7 SMA-SMK yang berada di Toraja Utara. Kaderisasi yang dilaksanakan atas kerjasama Panitia Peringatan 25 tahun Legio Maria dengan para dokter dari Perhati-KL cabang Sulselbar-Papua dan IDI Cabang Toraja Utara itu digelas di […]

  • Selama Pandemi, Kunjungan Pasien ke RS Menurun Namun Permintaan Formalin Meningkat

    Selama Pandemi, Kunjungan Pasien ke RS Menurun Namun Permintaan Formalin Meningkat

    • calendar_month Sen, 22 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Fakta mengejutkan diungkap Direktur RS Elim Rantepao, dr. Adrian Benedict Wijaya terkait permintaan cairan formalin dari masyarakat ke RS Elim Rantepao, dalam beberapa bulan terakhir. Dokter Adrian mengatakan permintaan cairan formalin (yang salah satu fungsinya mengawetkan jenazah) dari masyarakat ke RS Elim Rantepao sangat meningkat dalam beberapa waktu terakhir sementara angka kunjungan […]

  • 7 Bulan Tinggalkan Tugas Jadi Alasan Satu Anggota Polres Tana Toraja Dipecat

    7 Bulan Tinggalkan Tugas Jadi Alasan Satu Anggota Polres Tana Toraja Dipecat

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) secara in absentia terhadap Bripka Muh. Arfah Syamsuddin. (Foto: HumasPolresTanaToraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Bripka Muh. Arfah Syamsuddin, jabatan terakhir sebagai Ba Sium Polres Tana Toraja akhirnya diberhentikan tidak dengan hormat dari anggota Polri. Bripka Muh. Arfah dipecat setelah meninggalkan tugas tanpa izin selama 7 bulan. Kasi Propam Polres […]

  • Pelaku Percabulan Terhadap 3 Anak Dibawah Umur di Sesean Mesti Dihukum Maksimal

    Pelaku Percabulan Terhadap 3 Anak Dibawah Umur di Sesean Mesti Dihukum Maksimal

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SESEAN — Pengamat masalah sosial kemasyarakatan, Roy Rantepadang meminta aparat penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman maksimal terhadap pelaku percabulan terhadap tiga orang anak dibawah umur di Lembang Bori’ Ranteletok, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 17 Tahun 2016. Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 yang merupakan perubahan kedua dari […]

expand_less