Gas Elpiji 3 Kilogram Langka dan Mahal, Pemkab Toraja Utara Gelar Operasi Pasar
- account_circle Desianti/Art
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Operasi Pasar gas elpiji 3 kg yang dilakukan Dinas Perindagkop di Kecamatan Sesean, Toraja Utara. (HB/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, SESEAN — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menanggapi kelangkaan dan kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram di wilayah itu dengan menggelar operasi pasar.
Operasi Pasar yang menggandeng Agen Gas Elpiji, HM Junus Kadir tersebut digelar di sejumlah kecamatan di Toraja Utara, sejak Senin, 5 Januari 2026.
Di Kecamatan Sesean, operasi pasar digelar pada Jumat, 9 Januari 2026. Operasi Pasar yang digelar Pemkab Toraja Utara melalui Dinas Perdagangan bekerjasama Agen HM Yunus Kadir menyediakan 500 tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang dijual dengan harga Rp 22.000/tabung.
Untuk membeli tabung gas 3 kg di operasi pasar ini, setiap warga diwajibkan membawa foto kopi KTP/KK. Kemudian, warga hanya boleh membeli maksimal 2 tabung gas elpiji subsidi 3 kg.
Sebelumnya, Dinas Perindag Toraja Utara juga menggelar pasar murah gas elpiji di Kecamatan Kesu’, pada Selasa, 6 Januari 2026. Juga di kecamatan Tallunglipu pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Selanjutnya, operasi pasar akan digelar di Kecamatan Tikala, pada Senin, 12 Januari 2026 di Kantor Kecamatan Tikala. Kemudian berlanjut ke kecamatan Rantepao.
Kepala Bidang Penindakan Dinas Perindagkop Toraja Utara, Harwan Bukkang mengatakan, operasi pasar ini sebagai salah satu bentuk antisipasi pemerintah terhadap kelangkaan dan kenaikan harga gas elpiji pada awal tahun 2026.
Menurut Harwan, tingginya harga dan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kg pascalibur Natal dan Tahun Baru, diduga dipicu meningkatnya pemakaian untuk acara adat hingga penyalahgunaan oleh pengusaha yang tidak berhak.
“Elpiji subsidi 3 kg diperuntukkan hanya rakyat miskin, namun dipasaran ada oknum-oknum yang tidak berhak untuk membeli juga ikut mendapatkan dengan berbagai cara. Seperti pengusaha warung, rumah makan, dan ada juga yang beli untuk dipakai pesta (acara adat rambu solo’ dan rambu tuka’). Tidak tertutup kemungkinan juga adanya Permainan antar pangkalan dan pengecer,” terang Harwan.
Menurut Harwan, kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg terungkap setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa tempat pengecer oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tim saat itu menyusuri sejumlah pasar pengecer dibeberapa titik di kecamatan, Rantepao, Tallunglipu, Tikala dan Sesean.
“Harga agen ke pangkalan dan pangkalan ke pengecer itu sudah sesuai zona. Tapi karena kebutuhan masyarakat meningkat selama Natal dan tahun baru serta gas elpiji tidak digunakan sesuai peruntukannya, pengecer memanfaatkan moment itu menaikkan harga,” katanya.
Harwan juga berharap, masyarakat ikut melakukan pengawasan, juga pekerja media.
“Kalau ada yang menjual diatas harga HET, sesuai zona, tolong laporkan dan kami akan mengambil tindakan. Tidak tertutup kemungkinan, kami akan cabut izin penjualan dan tutup,” tegas Harwan. (*)
- Penulis: Desianti/Art
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar