Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Diaspora » Demi Selamatkan Bayi, Suster Berdarah Toraja Ini Tertimbun Puing Bangunan RS Mitra Mamuju, Berhasil Dievakuasi, Kemudian Meninggal Dunia

Demi Selamatkan Bayi, Suster Berdarah Toraja Ini Tertimbun Puing Bangunan RS Mitra Mamuju, Berhasil Dievakuasi, Kemudian Meninggal Dunia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 17 Jan 2021
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, MAMUJU — Nama lengkapnya Natsyelia Paulus Ake. Biasa disapa Suster Mia. Sudah sekitar dua tahun bekerja di RS Mitra Manakarra Mamuju, Sulbar. Meski kedua orang tuanya tinggal di Tobadak, Mamuju. Namun aslinya mereka berasal dari Palipu, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.

Saat gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah Mamuju dan Majene pada pukul 02.28 Wita, Jumat, 15 Januari 2021, Suster Mia bersama kawan-kawan sedang berdinas malam di RS Mitra Manakarra Mamuju. Pada saat gempa terjadi, Suster Mia sempat menyelamatkan seorang pasien ke halaman rumah sakit. Namun dia masuk kembali ke dalam rumah sakit untuk menyelamatkan seorang bayi dalam inkubator.

“Pada saat kembali ke dalam untuk mengambil bayi itu, mereka terkurung puing bangunan yang roboh,” ungkap Anto atau Manase, salah satu kerabat Suster Mia, saat dihubungi via telepon celluler, Sabtu, 16 Januari 2021.

Setelah gempa berakhir, Suster Mia dan bayi yang ingin diselamatkannya itu masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan rumah sakit. Namun keduanya masih dalam kondisi hidup.

Menurut Anto, sekitar pukul 13.00 Wita, Jumat, 15 Januari 2021, tim penyelamat dari BNPB, TNI, dan Polri berhasil mengevakuasi Suster Mia dan bayi dalam inkubator tersebut. Keduanya kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Mamuju untuk mendapatkan perawatan medis.

“Beberapa saat setelah di RS Bhayangkara dia (Suster Mia) masih sadar. Masih bisa bicara. Tapi sekitar jam 9 malam (21.00 Wita), saat keluarga sudah diizinkan untuk mendampingi, dia sudah mulai mengeluh sakit, kaki tidak bisa bergerak. Tapi pas sekitar jam 1 malam, badannya mulai semua. Akhinya meninggal,” urai Anto.

Menurut rencana, jenazah Suster Mia akan dimakamkan pada Senin, 18 Januari 2021 di Tobadak, Mamuju.

Kepergian Suster Mia tidak saja membawa duka yang mendalam untuk para kerabat dan keluarga. Namun pihak RS Mitra Manakarra Mamuju juga merasa kehilangan yang mendalam. Demikian juga dengan masyarakat Toraja.

“Suster Mia memperlihatkan dedikasi yang sangat tinggi dalam tugas kemanusiaan. Dia bahkan merelakan nyawanya demi menyelamatkan sesama manusia. Dia gugur dalam tugas melayani kemanusiaan,” tutur Yervis Pakan, salah satu tokoh pemuda Toraja.

Yervis menyebut, cerita Suster Mia ini bisa menjadi inspirasi bagi para pekerja kemanusiaan, terutama perawat, bidan, dokter, dan pekerja kesehatan lainnya. Juga untuk para pekerja kemanusiaan lainnya.

“Iya, dia memperlihatkan betapa besar rasa empati dan simpati, juga perjuangan untuk nyawa sesama. Hormat untuk Suster Mia, dia gugur dalam tugas kemanusiaan,” pungas Yervis.

Untuk diketahui, ada delapan orang yang terjebak dalam reruntuhan gedung RS Mitra Manakarra Mamuju saat terjadi gempa bumi pada Jumat dinihari itu. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak T*bas Ibu Kandung Pakai P*r*ng di Makale, Tana Toraja

    Anak T*bas Ibu Kandung Pakai P*r*ng di Makale, Tana Toraja

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Seorang pemuda berinisial IAK (18) nekat menebas ibu kandungnya, AT (36) menggunakan sebilah parang di Kasimpo, Kelurahan Kamali Pentalluan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Senin, 2 Maret 2026. Akibat pembacokan itu, korban menderita beberapa luka serius pada kedua tangan, kaki, paha, dan luka gigitan pada lengan kanan dan punggung. Warga yang mendengar […]

  • Pasien Asal Toraja Utara Ini Rekomendasikan Peserta JKN Akses Aplikasi Mobile JKN

    Pasien Asal Toraja Utara Ini Rekomendasikan Peserta JKN Akses Aplikasi Mobile JKN

    • calendar_month Jum, 29 Des 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang layak. Program ini juga bertujuan untuk menghindari kesulitan pembiayaan masyarakat saat sakit. Beberapa penyakit membutuhkan rangkaian penyembuhan bertahap sehingga membutuhkan biaya yang tak sedikit. Seperti penyakit syaraf yang diderita oleh Wenny Payung Langi (25) peserta program JKN dari Desa […]

  • Banjir Besar Landa Kota Makale, Begini Pendapat dan Saran dari Alumni Teknik Planologi

    Banjir Besar Landa Kota Makale, Begini Pendapat dan Saran dari Alumni Teknik Planologi

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Banjir bandang melanda sejumlah titik di Kota Makale, Ibukota Kabupaten Tana Toraja, Minggu, 25 Februari 2024 malam. Akibatnya, ratusan bangunan rusak. Ratusan warga mengungsi. Bahkan ada kendaraan yang hanyut dibawa banjir. Sejumlah warga Makale menyebut, banjir yang terjadi pada Minggu malam itu merupakan yang terparah. Pada kejadian-kejadian sebelumnya, banjir tak separah dan […]

  • BERITA FOTO: Festival Layang-Layang Diharapkan Jadi Event Tahunan Pariwisata di Toraja

    BERITA FOTO: Festival Layang-Layang Diharapkan Jadi Event Tahunan Pariwisata di Toraja

    • calendar_month Ming, 12 Mar 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTETAYO — Cukup sukses dalam gelaran pertama di bekas Bandar Udara Pongtiku Rantetayo, Tana Toraja, Sabtu, 11 Maret 2023, Festival Layang-Layang Sulsel diharapkan bisa menjadi event tahunan pariwisata di Toraja. Harapan ini disampaikan oleh semua tokoh yang menyampaikan sambutan pada pembukaan Festival Layang-Layang Sulawesi Selatan Tahun 2023 tersebut. Baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata […]

  • Masyarakat dan Polisi Buat Jembatan Darurat di Jalan Poros Buntu Datu – Uluway, yang Putus Akibat Banjir

    Masyarakat dan Polisi Buat Jembatan Darurat di Jalan Poros Buntu Datu – Uluway, yang Putus Akibat Banjir

    • calendar_month Jum, 12 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Masyarakat Lembang Uluway Barat dibantu Bhabinkamtibmas Polsek Mengkendek, Aipda Ishak Itan dan Babinsa setempat, Sertu Mustaming membangun jembatan darurat di lokasi jalan putus akibat diterjang banjir. Jembatan darurat dengan panjang sekitar 15 meter tersebut dibuat masyarakat dari bahan-bahan lokal yang ada di sekitar lokasi, seperti batang pohon pinus dan bambu. Untuk diketahui, […]

  • OPINI: Ketika Benteng Terakhir Mulai Retak; Toraja di Persimpangan Identitas, Iman, dan Modernitas

    OPINI: Ketika Benteng Terakhir Mulai Retak; Toraja di Persimpangan Identitas, Iman, dan Modernitas

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Fransiskus Allo (Dewan Pakar Pemuda Katolik Komcab Tana Toraja, Pemerhati Toraja) TORAJA bukanlah masyarakat yang rapuh oleh sejarah. Ia pernah menghadapi dua gelombang besar penaklukan: invasi politik-militer Kerajaan Bone dan invasi ideologis-militer pada masa DITII. Keduanya meninggalkan luka, tetapi tidak memusnahkan identitas Toraja. Namun hari ini, Toraja menghadapi ancaman yang justru lebih berbahaya: penaklukan […]

expand_less