Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » FOTO: Berburu Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu per Liter

FOTO: Berburu Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu per Liter

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Rabu, 9 Maret 2022 sekitar pukul 11.15 Wita. Sebuah truk menurunkan empat drum warna biru di Pasar Pagi, dekat Jembatan Malango’. Drum-drum biru itu berisi minyak goreng.

Waktu truk menurunkan muatan, sejumlah pedagang dan warga sudah menanti. Heboh. “Minyak goreng. Minyak goreng. Empat belas ribu.”

Saat drum-drum itu tiba di tanah, penjual dan warga yang sudah menanti itu langsung menyerbu. Semua membawa jerigen berbagai ukuran. Ada yang 10 liter, juga 5 liter. Penjual minyak pun kebingunan; entah jerigen mana yang mesti diisi terlebih dahulu. “Maksimal lima liter per orang,” katanya. Per liter Rp 14 ribu.

Saking banyaknya warga yang berebut mendapatkan minyak goreng, sehingga dalam waktu yang tak lama isi empat drum minyak goreng itu pun ludes.

Minyak goreng. Ya, salah satu kebutuhan utama ibu-ibu di dapur ini memang menjadi barang yang langka di Toraja beberapa bulan terakhir. Kelangkaan terjadi terutama untuk minyak goreng kemasan merek ternama. Kalau pun ada, harganya sangat mahal, antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per liter. Padahal pemerintah sudah menetapkan harga minyak goreng paling mahal Rp 14 ribu per liter.

Situasi ini membuat warga meminta pemerintah segera bertindak; entah melalui operasi pasar atau sidak ke ke pasar, toko swalayan, maupun gudang-gudang ritel milik pedagang.

Sebab, meskipun kelangkaan minyak goreng juga terjadi di daerah lain, namun tidak menutup kemungkinan ada pedagang yang nakal dan menimbun minyak goreng.

“Jangan dibiarkan atau dilihat begitu saja dong, pemerintah harus bertindak. Operasi pasar, kalau tidak, coba sidak ke pasar, toko swalayan, gudang-gudang, karena tidak menutup kemungkinan ada yang menimbun barang,” tegas pengamat sosial kemasyarakatan, Roy Rantepadang di Rantepao, Senin, 7 Maret 2022.

Menurut Roy, meskipun kelangkaan minyak goreng juga dirasakan masyarakat di wilayah lain namun tidak menutup kemungkinan ada pedagang nakal yang sengaja menimbun minyak goreng.

Sepanjang pengamatannya, Roy menyebut pemerintah di dua kabupaten ini (Tana Toraja dan Toraja Utara) tidak melakukan tindakan apa-apa menyikapi kelangkaan dan mahalnya minyak goreng di pasaran.

“Bertindaklah, lakukan sesuatu demi masyarakatmu, jangan diam dan pasrah,” tegas Roy.

OPERASI PASAR

Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, yang dikonfirmasi kareba-toraja.com, Rabu, 9 Maret 2022 malam, mengatakan pihaknya sedang membangun komunikasi dengan Bulog untuk melakukan “operasi pasar” minyak goreng.

“Kami sementara koodinasi dengan Bulog. Dalam waktu dekat akan melakukan operasi pasar minyak goreng,” tutur Dedy, sapaan akrab Frederik Victor Palimbong.

Ditanya, apakah pemerintah akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan gudang retail, Dedy mengatakan pihaknya bersama Polri dan TNI akan tetap memantau harga minyak goreng di pasaran. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Balap Liar dan Freestyle, Satlantas Polres Tana Toraja Sosialisasi ke Sekolah

    Antisipasi Balap Liar dan Freestyle, Satlantas Polres Tana Toraja Sosialisasi ke Sekolah

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Maraknya aksi ungal-ungalan freestyle dan balap liar yang kerap dilakukan oleh para remaja dan pelajar sangat menganggu ketertiban jalan serta berbahaya bagi pengendara lain maupun pengendara itu sendiri. Mengantisipasi hal ini, Satuan Lalu Lintas Polres Tana Toraja melakukan sosialisasi kepada para pelajar di sekolah-sekolah yang ada di Tana Toraja. Kamis, 4 November […]

  • Sering Terjadi Kecelakaan, Pemkab Tana Toraja Diminta Perhatikan Jalan Poros Rembon-Tapparan

    Sering Terjadi Kecelakaan, Pemkab Tana Toraja Diminta Perhatikan Jalan Poros Rembon-Tapparan

    • calendar_month Minggu, 25 Jun 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, REMBON — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, dalam hal ini Dinas Perhubungan diminta untuk memperhatian rambu-rambu lalu lintas dan road safety pada jalan poros Rembon-Tapparan, yang menghubungan Kecamatan Rembon dan Kecamatan Rantetayo. Hal ini menjadi penting, karena di jalur ini cukup sering terjadi kecelakaan lalu lintas, yang menyebabkan kendaraan terjatuh ke tebing atau sawah milik […]

  • TERKINI: Pasar Pagi Rantepao Terbakar

    TERKINI: Pasar Pagi Rantepao Terbakar

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kebakaran hebat melanda komplek Pasar Pagi Rantepao, yang terletak di Jalan Abdul Gani Rantepao, Toraja Utara, Jumat, 16 Desember 2022 malam. Kebakaran terjadi sejak sekitar pukul 22.20 Wita. Saat berita ini ditayangkan, kebakaran masih berlangsung. Abun Pasanggang, warga yang ada di lokasi, melaporkan saat situasi sangat rumit. Mobil pemadam kebakaran dan petugas […]

  • Sekda Toraja Utara, Rede Roni Bare, Tutup Usia

    Sekda Toraja Utara, Rede Roni Bare, Tutup Usia

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sekretaris Daerah (Sekda) Toraja Utara, Drs. Rede Roni Bare, M.Pd, dikabarkan meninggal dunia mendadak sekitar pukul 23.50 Wita, Jumat, 14 Januari 2022. Rede Roni meninggal dunia di RS Santa Teresa Marampa Rantepao, yang letaknya tidak jauh dari kediamannya. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Dinas Kominfo Toraja Utara, Anugerah Yaya Rundupadang, Sabtu, […]

  • 3 Bulan di Tenda Pengungsian, Gereja Toraja Akan Bangun 26 Huntara untuk Korban Banjir Bandang di Malangke, Luwu Utara

    3 Bulan di Tenda Pengungsian, Gereja Toraja Akan Bangun 26 Huntara untuk Korban Banjir Bandang di Malangke, Luwu Utara

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MALANGKE — Crisis Centre Gereja Toraja akan segera membangun hunian sementara (Huntara) untuk 26 Kepala Keluarga korban banjir di Malangke’, Luwu Utara, yang selama tiga bulan terakhir bertahan hidup di tenda pengungsian. “Bertahan di tenda pengungsian dengan berbagai keterbatasan sangat memilukan, apalagi dalam waktu yang lama. Tetapi yang lebih memprihatinkan adalah mereka kehilangan pekerjaan. […]

  • Dicuekin Pengadilan Makale, Mahasiswa dan Keluarga Tongkonan Ka’pun Mengadu ke DPRD

    Dicuekin Pengadilan Makale, Mahasiswa dan Keluarga Tongkonan Ka’pun Mengadu ke DPRD

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Arsyad/Monik
    • 0Komentar

    Mahasiswa dan Keluarga Tongkonan Ka’pun audiensi dengan Pimpinan dan Anggota DPRD yang juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja. (Foto:Monik-Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Setelah menggelar unjuk rasa di Kantor Pengadilan Negeri Makale, 01 Oktober 2025 lalu, Mahasiswa dan Keluarga Tongkonan Ka’pun melanjutkan aksinya di Kantor DPRD Tana Toraja, Kamis 02 Oktober 2025. Aksi […]

expand_less