oleh

Anak Korban Penculikan Dijadikan Jaminan di Agen BRILink

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Aparat Kepolisian Resor Tana Toraja terus melakukan pengembangan terhadap kasus percobaan penculikan terhadap seorang siswa SD, yang terjadi di Makale, Sabtu, 10 September lalu.

Dari pengembangan tersebut, polisi menemukan fakta baru, bahwa kasus penculikan anak tidak hanya terjadi di Kabupaten Tana Toraja tapi juga di Kabupaten Maros, Sulsel.

BERITA TERKAIT: Seorang Siswa SD di Makale Nyaris Diculik, Polisi Cari Terduga Pelaku

Bahkan penculikan anak yang terjadi di Kabupaten Maros terjadi dua kasus penculikan dengn modus yang sama.

AIPTU Erwin, Kasubsi Penmas Humas Polres Tana Toraja, mengatakan dari hasil pengembangan yang dilakukan, didapati fakta baru tujuan pelaku melakukan penculikan.

Baca Juga  Polres Tana Toraja Tetapkan 2 Pelaku Sabung Ayam Sebagai Tersangka Judi

Aiptu Erwin mengatakan di Kabupaten Maros ada dua kasus penculikan dan modusnya sama, yakni anak yang diculik dijadikan jaminan di agen BRILink untuk melancarkan modus penipuan.

“Modusnya, pelaku mendatangi agen BRILink lalu pura-pura meminta pihak BRILink mentransfer sejumlah uang ke rekening tertentu. Saat uang tunai diminta ke pelaku, pelaku akan pura-pura lupa bawa uang dan menitip anak ke pihak BRILink sebagai jaminan dan akan kembali ke rumah untuk mengambil uang. Namun faktanya itu adalah modus penipuan karena anak yang dititip ini adalah anak orang lain, hasil penculikan,” urai Aiptu Erwin.

Aiptu Erwin mengatakan selain waspada terhadap penculikan anak, pelaku usaha BRILink juga harus waspada terhadap segala modus penipuan.

Baca Juga  Dandim 1414 Tana Toraja Canangkan “Kampung Pancasila” di Lembang Uluway

Aiptu Erwin mengingatkan pihak BRILink agar mewaspai modus penipuan dengan menitip anak sebagai jaminan.

BERITA TERKAIT: Begini Modus yang Digunakan Pelaku Saat Mencoba Menculik Siswa SD di Makale, Tana Toraja

“Kalau ada orang yang mau transfer uang, jangan lakukan transaksi sebelum orang tersebut memperlihatkan uangnya karena bisa jadi itu adalah penipu yang memanfaatkan kelengahan pihak BRILink, setelah uang di transfer pelaku akan kabur dengan pura -pura menitip anak sebagai jaminan padahal itu adalah anak orang,” imbau Aiptu Erwin. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar