Begini Modus yang Digunakan Pelaku Saat Mencoba Menculik Siswa SD di Makale, Tana Toraja

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Seorang siswa SD berusia 9 tahun di Makale, Tana Toraja, nyaris menjadi korban peculikan saat dalam perjalanan pulang dari sekolah ke rumah, Sabtu, 10 September 2022.

Beruntung, SA, siswa yang nyaris jadi korban tersebut, tidak terpengaruh dengan ajakan maupun imim-iming dari pelaku. Anak ini juga cukup berani dengan berteriak, pencuri….pencuripencuri! saat pelaku hendak menangkapnya.

Lalu, bagaimana modus yang digunakan pelaku (yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya) saat melakukan aksinya? Berdasarkan penuturan SA kepada polisi, berikut modus yang digunakan pelaku:

Pertama, menggunakan sepeda motor. Memakai masker agar susah dikenali. Membuntuti calon korban sambil melihat situasi. Saat situasi sepi, pelaku mendekati calon korban.

Baca Juga  Masjid Tertua di Toraja Gelar Buka Puasa Bersama, Menunya Disiapkan Umat Nasrani

Kedua, mengaku kenal dengan kedua orang tua calon korban dan menawarkan diri untuk mengantar calon korban ke rumah.

BERITA TERKAIT: Seorang Siswa SD di Makale Nyaris Diculik, Polisi Cari Terduga Pelaku

Ketiga, menawarkan gula-gula (permen) atau mainan anak agar calon korban tergiur dan menuruti kemauan pelaku.

Keempat, menangkap calon korban dengan paksa.

Dari sejumlah modus yang diungkapkan korban, Kasat Samapta Polres Tana Toraja, AKP Gunarni Munda menghimbau kepada para orang tua dan masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada.

Dia juga menyarankan kepada para orang tua agar mewanti-wanti anaknya agar tidak mudah percaya terhadap orang asing.

“Kami himbau anak-anak kita dijaga dengan baik. Jangan biarkan anak-anak itu pulang sendiri, apalagi yang masih usia dini seperti korban SA ini (9 tahun),” pinta AKP Gunarni.

Baca Juga  Respon Keluhan Masyarakat, Toraja Utara Integrasikan Stakeholder Penanganan Bencana

Dia juga menyarankan agar para orang tua atau anggota keluarga datang sendiri menjemput anak saat pulang sekolah. “Pastikan anak-anak kita pulang dengan selamat sampai di rumah, jangan dibiarkan pulang sendiri, itu berbahaya baginya,” dia mengingatkan.

Bahaya itu, kata AKP Gunarni, bukan hanya dari upaya orang tak dikenal, tapi bisa juga datangnya dari kecelakaan saat anak berada di jalan raya. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar